Ulukutek Leunca Si Primadona dari Sunda

oleh:   pada: 22 May 2013
Tags: , , , ,

Kategori: Jelajah Gizi


Jelajah Gizi 2


Jelajah Gizi 2

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan juga keanekaragaman makanan tradisional. Bahkan makanan tradisional dari Indonesia pun ada yang sampai membahana terkenal ke seluruh penjuru dunia,yaitu Rendang yang berasal dari Padang, Sumatera Barat. Cuma, karena saya adalah Mojang Priangan dari Bandung, Jawa Barat, saya ngga akan bahas tentang rendang. Terus mau bahas tentang apa sih, Dil? Sabar….sabar….

Kali ini saya akan bahas tentang….Jeng…Jeng…Jeng….1…2…3…Taraaa….

 Ulukutek Leunca Ulukutek Leunca

Ya, saya akan bahas tentang Ulukutek Leunca.

Ulukutek itu apa sih, Dil?

Di masyarakat Sunda kita mengenal masakan ulukutek dan karedok leunca yang
rasanya enak, sangat nikmat disantap dengan sangu panas, goreng asin peda
dan sambel terasi. Hampir di semua warung nasi Sunda, tersaji menu utama
yang bahan bakunya memang dari buah leunca. Banyak orang Sunda ngebet sekali
dengan sajian tradisional ini, karena sangat merangsang nafsu makan.
Pasti yang bukan orang Sunda, ada yang belum tahu apa itu ulukutek. Sabar…Coba sekarang pada duduk manis yang rapi, siapin alat tulis, dan dengarkan Ibu Dila bercerita ya anak-anak. *Lho…!

Ehm…ehm..ehm…uhuk..uhuk…*kebanyakan tingkah..

Konon dahulu kala ada seorang emak-emak Karuhun (sebutan untuk sesepuh atau nenek moyang dalam bahasa Sunda), yang punya kebun leunca. Beliau bosen tiap hari makanin leunca terus. Udah berbagai macam cara masak dicoba, mulai dari dimakan mentah gitu aja, direbus, dioseng. Terus akhirnya suatu waktu karena udah bingung tuh leunca mau diapain lagi, si emak nguyek-nguyek tuh leunca tanpa sadar. Bingung juga si emak waduh..leuncanya ancur. Mana enak dimakan ancur gitu. Akhirnya setelah otak ngebul, beberapa jam kemudian datanglah si ilham. Si emak ngeliat ada oncom. Dicampurinnya lah itu leunca sama oncom, ditumis, terus dikasih bumbulah pastinya, jadilah sebuah masakan. Cuma tetep kebingungan masih melanda si emak. Setelah perut si emak kenyang karena makan itu masakan, dia kepikiran buat ngasih nama. Karena tadi buatnya ngga sengaja sambil ulukutek di dapur dan bahan dasarnya leunca, si emak pun memutuskan buat ngasih nama Ulukutek Leunca. Dan ternyata sampai sekarang, hampir di setiap rumah tangga atau rumah makan Sunda menyediakan ulukutek leunca. Hebat juga si emak. Hehehe….*Maaf kalau agak nggak nyambung.

Soalnya dalam kamus bahasa Sunda, ulukutek itu berarti diam saja di rumah atau jarang pergi jauh. Atau anteng karena nyo’o (mainin sesuatu). Saya juga sempet bingung cari arti kata ulukutek. Daripada depresi ngga dapet-dapet artinya ya udah saya simpulkan seperti cerita di atas. Hahaha…..*plakkk

Sekarang apa kandungan gizi dari ulukutek leunca?

Saya akan membahas tentang leuncanya terlebih dahulu. 

Leunca ( Solanum nigrum L ).

Leunca Leunca
Leunca bagi masyarakat Sunda biasa dikonsumsi sebagai lalap, baik buah maupun daunnnya. Tanaman ini berasal dari Eropa dan Asia Barat, melalui Malaysia tanaman Leunca masuk ke Indonesia.
Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui. Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg). Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di Jawa Barat, tumbuhan yang masuk dalam familia Solanaceae ini ditanam sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga hingga buahnya. Daun dan buah tanaman Leunca mengandung senyawa glikosida alkaloid solanin, zat samak, minyak lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C.

 

Ada yang udah tahu belum kalau Leunca ternyata berkhasiat Ruaaarr Biasaaaa? Saya akan jelaskan sedikit panjang kali lebar mengenai khasiat dan manfaat dari Leunca.

Tumbuhan ini digunakan sebagai obat-obatan sejak lebih dari 2.000 tahun lalu. . Daun memiliki efek sedative ( menenangkan ) , diuretic ( memperlancar ) air seni, dan ekspektoran (mengencerkan dahak ). Buah leunca bisa dimanfaatka sebagai tonic, diuretic. Buah leunca bisa dipakai obat anti bakteri dan anti kanker. Tanaman leunca ini bisa juga digunakan obat pembengkakan, peradangan, rematik dan wasir.
Rebusan air dari daun leunca bersifat diuretic, dapat memperlancar air seni, untuk penderita hipertensi dan jantung yang disertai pembengkakan. Efek anti bakteri yang dipunyai leunca dapat mengobati gonorhoe ( penyakit kelamin ). Masih ada lagi yang dapat dimanfaatkan dari tanaman leunca, yaitu getahnya untuk obat kulit dan kutilan.
Buah leunca yang berbentuk bulat kecil, dipercaya memiliki khasiat untuk berbagai penyakit.
1. Secara tradisional, buah dan daun tanaman ini telah digunakan sebagai
obat pusing di Meksiko.
2. Di negeri Cina digunakan untuk mengurangi radang ginjal dan kandung
kencing, juga sebagai antidiare.
3. Di India dipakai untuk menyembuhkan penyakit anjing gila.

Hasil penelitian di Guangdong Provinci Cancer Research Center, Cina, tanaman yang dapat tumbuh 3.000 m di atas permukaan laut dan bentuk daun bulat telur dan ujung daun meruncing ini, mengandung senyawa solasonine, solasodine, solamargine, dan solanine. Senyawa itu penghambat pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali.

Solasodine mempunyai efek menghilangkan sakit (analgetik), penurunan panas, antiradang, dan antishock. Solamargine dan solasonine mempunyai efekk antibakteri, sedangkan solanine sebagai antimitosis. Senyawa-senyawa itu bisa mengatasi gangguan kanker, yakni kanker payudara, leher rahim, lambung dan saluran pernapasan.


Ekstrak daun tanaman ini, menurut Dr. Setiawan Dalimartha, Sekertaris Umum Himpunan Pengobatan Tradisional dan Akupuntur Indonesia (Hiptri), mampu menekan ascitic sarcoma, menstimulasi pembentukan sel darah, dan bersifat kuat sebagai anticholine esterase. Kandungan kimia lainnya adalah glikoalkaloid, solanidine, diosgenin, tigogenin, juga sedikit atropine, saponin, dan minyak lemak.

Disamping penggunaannya sebagai ramuan tradisional, beberapa studi ilmiah
menunjukkan, leunca memiliki aktivitas antiulserogenik yang berhubungan
dengan lambung, sistem saraf pusat dan sebagai agen antineoplastik dan
memiliki peran sitoprotektif melawan kerusakan sel ginjal.

Rebusan air daunnya juga dapat melancarkan buang air kecil, menyembuhkan
sakit perut, batuk dan mampu pula menurunkan tekanan darah tinggi serta
bermanfaat mengurangi jumlah sel darah putih dalam tubuh.

Beberapa metabolites sekunder yang dihasilkan seperti diosgenin, solasodine
dan steroid alkaloid memiliki keampuhan yang luar biasa dalam mengurangi
berbagai keluhan kesehatan. Buahnya yang terasa agak pahit, direkomendasikan
untuk mengobati herpes simpleks. Begitupun daunnya yang memiliki
rambut-rambut halus di permukaannya dapat digunakan untuk menyembuhkan borok
atau kelainan kulit. Di beberapa daerah di Indonesia, daun-daun leunca
ditaruh di ayunan untuk merangsang tidur pada bayi.

Khasiat lain dari terong kecil yang sering dilalap ini adalah sebagai zat
antirematik. Pengobatan tradisional di Nigeria, percaya bahwa terong dapat
menyembuhkan atau setidaknya mengurangi serangan rematik tertentu bahkan
mengobati asam urat. Tidak hanya di Nigeria, di Korea sebagai negara
‘maniak’ ginseng, terong-terongan diyakini punya keajaiban untuk mengobati
beberapa penyakit. Daun yang telah dikeringkan, termasuk buahnya, bisa
dikonsumsi untuk mengobati sakit pinggang, encok, pinggang terasa kaku dan
nyeri lainnya. Secara empiris tumbuhan ini bahkan mampu mengobati campak
atau cacar air, ketergantungan alkohol, gastritis dan bekas luka bakar.

 

Dan berdasarkan riset, telah terbukti 70% pasien sembuh dengan menggunakan leunca via infus. Hah, Leunca bias buat kanker? Kok bisa, Dil?

Menurut H.M Yusuf, dari Klinik Citra Insani, Sukabumi, Jawa Barat, infus leunca bisa dikombinasikan dengan tanaman buah makasar. Efek samping yang ditimbulkan dari pemberian infus ini adalah mual, muntah, nafsu makan berkurang, banyak buang air kecil, dan badan terasa lemas. Namun, hal ini akan segera hilang setelah 3 hari atau dengan pemberian obat penetralisir. Dr. Budi Sugiarto, dari Rumah Sakit Omni Medika Center, Jakarta, menyatakan bahwa tanaman yang buahnya renyah, sedikit pahit, dan agak langu ini sudah lama dimanfaatkan masyarakat Cina sebagai antibiotik, antiradang, diuretik (peluruh air kemih), menghilangkan bengkak, melancarkan darah, peluruh dahak, antipruritus (menghilangkan gatal), pereda batuk, dan penurun demam.


Penelitian yang dilakukan di RS Guangdong Yizhou, Cina, leunca via infus diujikan terhadap 10 penderita kanker leher rahim melalui injeksi 3 ampul masing-masing 10 ml, 2 kali sehari. Hasilnya, 70% pasien sembuh dengan bukti pemeriksaan ulang melalui foto scanning. Sisanya membutuhkan obat-obatan lain, seperti ginseng.

Sebagai pemakaian luar, seperti yang dianjurkan Dr. Setiawan, buah dilumatkan atau direbus untuk pemakaian setempat (topical). Airnya untuk mencuci bisul, radang kulit bernanah (ipetigo), eczema, gigitan ular. Sebagai tindakan kuratif, Anda yang sehat tak ada salahnya mengonsumsi kerecek leunca.

Terus Leunca bisa buat obat apa lagi? Gimana komposisinya kalau mau buat ramuan dari Leunca?

1. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi bakteri yang menyerang wanita 10
kali dari pria. Diperkirakan 10% sampai 20% wanita menderita infeksi saluran
kemih paling tidak sekali. Pada pria infeksi ini dikaitkan dengan kelainan
fisik lainnya, lebih dari 80% semua infeksi saluran kemih disebabkan oleh
bakteri yang berawal di usus. Infeksi saluran kemih yang kebanyakan
menyerang wanita disebabkan karena uretra wanita lebih rentan terhadap
kontaminasi bakteri. Wanita mempunyai uretra yang pendek, sehingga bakteri
dengan mudah masuk, berasal dari vagina, rektum, daerah pudenda, daerah
perineal atau dari partner hubungan kelamin, masuk ke dalam kandung kemih
melalui uretra. Pria mempunyai uretra yang panjang dan terdapat cairan
prostat yang digunakan sebagai pelindung antibakteri. Baik pada pria maupun
wanita, infeksi biasanya masuk ke dalam kandung kemih melalui uretra. Gejala
yang sering timbul pada penyakit infeksi saluran kemih, selalu ingin buang
air seni (sering), terasa sakit dengan kram kandung kemih dan terasa gatal
atau panas sewaktu buang air seni.

 

Bahan dan cara pakai: leunca, rumput lidah ular, meniran, masing-masing 30 gram, direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.


2. Radang Kulit

Bahan dan cara pakai: 60 gram herba segar atau 30 gram herba kering digodok dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum sehari 2 kali.


3. Disentri

Bahan dan cara pakai: 50-60 gram daun segar ditambah 25 gram gula putih direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.


4. Keputihan

Bahan dan cara pakai: daun leunca, bunga putih jengger ayam, masing-masing 30 gram, direbus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas. Minum sehari 2 kali.


5. Biduran

Bahan dan cara pakai: seluruh tanaman (tanpa akar) dilumatkan, kemudian digosokkan ke bagian yang tubuh biduran hingga warna kulit menjadi hijau. Lakukan sehari 2-3 kali.


6. Mata kering

Bahan dan cara pakai: 15 buah leunca yang telah masak dicuci, lalu ditelan. Lakukan sehari 3 kali.

Namun kita juga harus hati-hati, ternyata buah Leunca juga bisa menjadi racun bagi kita lho. Tanaman leunca juga mengandung racun, baik buah dan daunnya.. Mengkonsumsi leunca, buah maupun daunnya dapat menyebabkan keracunan. Pada daun yang tua mengandung glikoalkaloid solanin. Begitu juga buah yang dikonsumsi mentah konsentrasi alkaloid sangat tinggi.

Mengkonsumsi daun maupun buah lenuca dalam jumlah banyak atau besar dapat menyebabkan muntah, iritasi lambung, banyak keluar air liur , mengantuk, sakit perut, diare, lemas, gemetar serta gangguan pernafasan.

Cara buat Ulukutek Leunca :

Bahan:
2 kotak oncom, remas-remas.
3 bh cabai merah, iris serong
3 bh cabai hijau, iris serong
5 bh bawang merah, iris tipis
3 bh bawang putih, iris tipis
1 ruas lengkuas, memarkan
2 btg serai, memarkan
1 ikat kemangi, ambil daunnya
1 btg daun bawang iris serong.
2 sdm leunca
1 btr telur, kocok lepas.
100 ml air

Cara membuat:
1.Panaskan minyak sayur di wajan, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harus, masukkan irisan cabai hijau dan cabai merah, tumis sebentar.
2. Masukkan oncom, lengkuas dan serai, aduk rata, beri sedikit air, aduk-aduk biarkan oncom matang, masukkan telur kocok, aduk rata biarkan telur tercampur, beri daun bawang dan leunca, tumis hingga masak. Angkat.

Nah, di bahan disebutkan oncom. Karena kebetulan oncom juga merupakan khas dari Bandung, sekalian saya akan bahas tentang oncom. Oncom adalah makanan asal Indonesia yang terutama populer di Jawa Barat. Makanan ini adalah produk fermentasi yang dilakukan oleh beberapa jenis kapang, mirip dengan pengolahan terhadap tempe. Perbedaaannya adalah bahwa pada oncom hasil olahan dinyatakan siap diperdagangkan setelah kapang menghasilkan spora, sementara pada tempe hasil olahan diperdagangkan sebelum kapang menghasilkan spora (baru dalam tahap hifa).

OncomOncom

Ada dua jenis utama oncom: oncom merah dan oncom hitam. Oncom merah didegradasi oleh kapang oncom Neurospora sitophila atau N. intermedia sedangkan oncom hitam didegradasi oleh kapang tempe Rhizopus oligosporus dan/atau jenis-jenis Mucor.

Oncom adalah satu-satunya bahan makanan manusia yang diolah dengan melibatkan jenis Neurospora. Adapun kandungan gizi dari oncom yang relatif baik dan dapat menjadi sumber alternatif asupan gizi yang baik karena harganya murah. Kandungan karbohidrat dan protein tercerna cukup tinggi pada oncom dari bungkil kacang tanah. Selain itu, populasi kapang diketahui dapat menekan produksi aflatoksin dari Aspergillus flavus yang telah mencemari substrat (bungkil). Degradasi yang dilakukan oleh kapang menyebabkan beberapa oligosakarida sederhana seperti sukrosa, rafinosa, dan stakhiosa menurun pesat kandungannya akibat aktivitas enzim α-galaktosidase yang dihasilkan kapang (terutama N. sitophila). Hal ini baik bagi pencernaan karena rafinosa dan stakhiosa bertanggung jawab atas gejala flatulensi yang dapat muncul bila orang mengonsumsi biji kedelai atau kacang tanah.

Hal yang perlu disempurnakan agar daya terima masyarakat meningkat terhadap oncom adalah yang menyangkut penampilan, bentuk, serta warnanya. Untuk lebih meningkatkan daya terima oncom di masyarakat luas, perlu diperhatikan masalah sanitasi bahan baku, peralatan pengolah, dan lingkungan, serta kebersihan pekerja yang menangani proses pengolahan.

Dalam kaitan dengan aflatoksin, penggunaan kapang N. sitophila dalam proses fermentasi bungkil kacang tanah dapat mengurangi kandungan aflatoksin sebesar 50 persen, sedangkan penggunaan kapang Rh. oligosporus dapat mengurangi aflatoksin bungkil sebesar 60 persen. Aflatoksin dihasilkan pada kacang-kacangan dan biji-bijian yang sudah jelek mutunya. Untuk mencegah terbentuknya aflatoksin, sangat dianjurkan menggunakan bahan baku yang bermutu baik. Namun sayang, Oncom dianggap masih kurang termanfaatkan meskipun berpotensi besar sebagai pemasok protein bagi kalangan menengah ke bawah karena harganya yang lebih rendah daripada tempe.

Karena itu, jika datang ke Bandung, pasti banyak ditemukan olahan dari Leunca dan oncom, contohnya Keripik Oncom, Burger Oncom, Nasi tutug Oncom, Nasi Goreng Leunca, dll…*cape ngetiknya soalnya banyak banget…hihihi.

Buat yang mau bikin Nasi Goreng Leunca, nih saya kasih bocoran resepnya juga :

Nasi goreng leunca

Bahan:
– 500 gr Nasi putih
– 2 btr Telur ayam
– 100 gr Leunca
– 100 gr Oncom
– 2 bh Cabai merah
– 5 lbr Daun jeruk
– 1 bks Sajiku Nasi Goreng Rasa Ayam
– 6 sdm Minyak goreng

Pelengkap: Bawang goreng, acar, dan emping

Cara membuat:
– Cincang daun jeruk, iris cabai merah, potong-potong oncom, dan kocok telur.
– Tumis oncom hingga matang.
– Masukkan daun jeruk, cabai merah, dan leunca, masak hingga harum. Masukkan telur, orak-arik.
– Masukkan nasi putih dan bumbu Nasi Goreng Rasa Ayam, aduk rata, masak hingga matang, angkat dan sajikan.

Ssekian dulu ya, tulisan tentang Leunca dan oncom dari saya. Semoga tulisannya bisa bermanfaat. Mohon komentar dan kritiknya ya. Salam Kompetisi… :)

 

Artikel Terkait

One Response to “Ulukutek Leunca Si Primadona dari Sunda”

  1. dofi says:

    gambar buah yang sebelah kiri urang sunda nyebutnya buah takokak. leunca dan takokak berbeda….

Leave a Reply


9 + 9 =

 

JUL

17

Buka Puasa Bersama Sarihusada

The Cone, Fx Plaza, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta.

Dalam rangka mempererat hubungan Sarihusada dengan mitra media dan blogger guna melanjutkan program u…more

Lupa Password ?Register
GABUNG YUK
Stay connected