Selamatkan Ibu dari Hiperemesis Gravidarum

oleh:   pada: 23 Feb 2012
Tags: , , ,

Kategori: Gizi


Surga di telapak kaki Ibu bukanlah suatu hadist yang tidak beralasan. Banyak pengorbanan yang dilakukan oleh para Ibu mulai dari kehamilan, pertaruhan nyawa pada saat melahirkan, hingga kewajibannnya dalam membesarkan sang buah hati. Sehingga, sudah saatnya kita mencoba keluar dari kebiasaan “Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah” dan menggantinya dengan kasih sayang tulus sepanjang hayat. Seorang (calon) Ibu yang sedang mengandung, akan merasakan hal-hal yang tidak nyaman, seperti mual, muntah, hingga hiperemesis gravidarum, nyeri ulu hati, flatulen (sering kentut), kaki bengkak, varises, hemoroid, kram kaki, nafas pendek, sakit punggung, hipersalivasi, serta beratnya menopang janin yang kian hari kian tumbuh. Salah stu hal yang harus kita perhatikan adalah Hiperemesis Gravidarum (HG). HiperemesisGravidarum (HG) adalah suatu keadaan pada awal kehamilan (sampai trisemester II) yang ditandai dengan rasa mual (nausea) dan muntah (vomitus) berlebihan dalam waktu relatif lama. Bila tidak teratasi akan menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, asidosis (karena kelaparan), alkalosis (akibat kekurangan HCl), serta hipokalemia. Penyimpangan ini setidaknya menimpa 56% ibu hamil. Jika kesakitan ini tidak terobati, gangguan ini biasanya berlanjut menjadi gagal ginjal dan hati.

Penyebab HG diduga dikarenakan faktor psikis dan endokrin (ketidakseimbangan hormon dibandingkan sebelum hamil, yaitu kadar hCG, estrogen, dan tiroksin meningkat). Pengidap HG seringkali dikateogorikan menderita depresi dan frustasi. Penyuluhan dan bimbingan harus dijadikan salah satu komponen penting dalam terapi. Terapis harus memberikan pengertian bahwa penderita bukanlah satu-satunya penderita HG, dan kemauan keras untuk sembuh memegang peranan penting dalam penyembuhan HG.
Hal-hal yang perlu diwaspadai dan segera diobati terkait dengan HG adalah kondisi (1) muntah lebih dari 12 jam, (2) bercak darah dalam muntahan, (3) tanda dehidrasi, (4) demam lebh dari 38,8 derajat Celcius, (5) berat badan berkurang >5%, (6) pusing, kepala terasa ringan, atau pingsan, dan (7) tidak terjadi perbaikan selama beberapa hari.
Adalah wajar apabila seorang wanita hamil mengalami mual dan muntah, namun hal yang harus diperhatikan adalah mencegah fase tersebut menjadi HG. Pencegahan HG diantaranya menyantap camilan sedikit-sedikit tapi sering, makanan yang kaya akan karbohidrat dan protein, banyak minum, menghindari bau tertentu yang menyebabkan mual, istirahat cukup, serta rutin berolahraga. Namun, jika sudah terlanjur mengalami HG maka pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian jahe, teh herbal, akupresur, dan pemberian obat sesuai petunjuk dokter, disamping upaya rehidrasi, pemberian vitamin B6, wild yam, dan yang tidak kalah penting adalah diet yang tepat untuk HG. Diet HG pada prinsipnya adalah pemberiaan makanan sumber karbohidrat kompleks, terutama pada pagi hari dan menghindari makanan yang berlemak dan goreng-gorengan untuk menekan rasa mual dan muntah. Makanan diberikan sedikit-sedikit namun sering, tidak dipaksakan agar mencegah muntah, serta air putih 7 – 10 gelas untuk mencegah dehidrasi.
Makanan yang dianjurkan yaitu roti panggang, biskuit, crackers, buah dan sayur segar, sari buah, sirup, kaldu tak berlemak, dan teh.
Makanan yang tidak dianjurkan yaitu makanan yang merangsang saluran cerna dan berbumbu tajam, bahan makanan yag mengandung alkohol, kopi, dan mengandung zat tambahan (pengawet, pewarna, dan bahan penyedap).

Contoh menu yang dianjurkan (dapat dimodifikasi sendiri): *air putih diberikan di sela-sela waktu makan (7-10 gelas per hari) ; porsi disesuaikan dengan penderita HG dan ditingkatkan perlahan-lahan (Jika penerimaan sangat sedikit, maka perlu dibawa ke rumah sakit untuk diberikan bantuan asupan energi dan zat gizi lain melalui infus).
Pagi : Roti panggang isi selai, telur rebus, teh
Pukul 10.00 : Selada buah+agar-agar, biskuit, susu
Siang : Nasi, perkedel daging panggang, tahu bacem, setup bayam, pepaya
Pukul 16.00 : Selada buah+agar-agar, biskuit, susu
Malam : Nasi, ayam semur, tempe semur, setup wortel, pisang
Pukul 20.00 : Roti panggang selai, teh

Sumber :
Arisman. 2010. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Penerbit EGC.
Almatsier S. 2005. Penuntun Diet. Jakarta: Penerbit Gramedia.

Artikel Terkait

Leave a Reply

*


7 + = 12

APR

16

Nutritalk: Alergi Protein Susu Sapi dan Upaya Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Restaurant Bebek Bengil, Jl. H. Agus Salim No. 132 Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta

  Cows milk protein allergy¬†(CMPA) atau alergi protein susu sapi adalah salah satu alergi makan…more

Lupa Password ? Register
GABUNG YUK
Stay connected