Kuis: Tips dan Trik Menghadapi Masalah Pasca Melahirkan

oleh:   pada: 19 Sep 2012
Tags: ,

Kategori: Persalinan


 

 

Sahabat nutrisi

Setelah menjalani masa kehamilan, waktu melahirkan adalah saat yang ditunggu-tunggu. Tidak ada kebahagiaan yang bisa menyaingi kebahagiaan ayah bunda yang baru dikaruniai bayi.

Akan tetapi, ternyata perjuangan bunda pasca melahirkan pun masih belum selesai.

Terkadang, ada beberapa masalah yang muncul usai persalinan, seperti keletihan, kontraksi rahim, masalah buang air kecil/besar, juga masalah psikis yang dapat mengakibatkan depresi atau baby blues.

Pada kesempatan ini, kami mengajak sahabat nutrisi untuk berbagi kiat, tips-tips, maupun resep sehat untuk menghadapi masalah maupun ketidaknyamanan bunda pasca melahirkan.

Tips-tips, kiat maupun resep sehat ini dapat sahabat tuliskan sebagai comment di website ini. Tentunya dengan menjadi member website Nutrisi Untuk Bangsa terlebih dahulu.

Kami tunggu tulisan sahabat nutrisi sampai dengan Kamis, 20 September 2012, pukul 15 siang.

Ada hadiah berupa gimmick menarik dari Nutrisi untuk Bangsa bagi 2 orang pemenang, lho. Dan setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan.

Jangan lupa me-like FB Page Nutrisi Untuk Bangsa dan mem-follow account Twitter @Nutrisi_Bangsa ya.

 

Artikel Terkait

29 Responses to “Kuis: Tips dan Trik Menghadapi Masalah Pasca Melahirkan”

  1. Nda Vita Tea says:

    Tips ala saya:
    1. Support dari keluarga sangat penting terutama dari suami guna menghindarkan kita terkena baby blues syndrome. Berkeluh kesahlah pada suami, berbagi tugas dan tanggung jawablah dengan suami akan meringankan beban kita.
    2. Berisitirahatlah selagi kesempatan untuk beristirahat itu ada. Merawat bayi memerlukan perhatian ekstra. Dibutuhkan tenaga dan pikiran yang tidak sedikit yang dapat membuat kita sangat letih. Oleh karena itu jika ada waktu istirahat manfaatkan dengan baik, atau mintalah pengasuhan sebentar baik oleh suami atau keluarga lainnya untuk memberikan kita waktu untuk beristirahat.
    3. Berbagi pengalaman dengan ibu-ibu yang lain dipercaya dapat mengurangi beban kita pasca melahirkan.
    4. Menjaga kebutuhan nutrisi dan vitamin kita. Selain untuk kualitas ASI, nutrisi dan vitamin yang terpenuhi akan membuat ibu makin tampil sehat pula.
    5. Jangan lupa berdoa, berserahlah kepada Yang Maha Kuasa karena segala sesuatu pasti ada di TanganNya. Berdoalah agar kehidupan keluarga kita senantiasa dalam lindungan dan berokahNya.

  2. asriwulantini says:

    Tips memulihkan kondisi fisik dan psikis pasca melahirkan

    Proses melahirkan adalah sebuah proses besar bagi seorang wanita. Dibutuhkan berbagai daya-upaya untuk melalui proses tersebut. Kita perlu menyiapkan tenaga, pikiran, psikologis, uang bahkan keberanian dan ketulusan. Namun biasanya pengorbanan tersebut akan terbayar tatkala proses melahirkan berjalan dengan lancar dan si mungil hadir dengan sehat. Rasa bahagia menyeruak setelah perjuangan yang melelahkan, kini hadir dalam dekapan ibu seorang bayi, harapan keluarga. Seolah-oleh perjuangan ibu selama 9 bulan mengandung hingga melahirkan telah usai.

    Memang betul, waktu-waktu perjuangan yang berat telah dilalui, namun jangan lupa setelah melahirkan diperlukan lagi perjuangan tahap kedua, yaitu memulihkan kondisi tubuh ke semula (ke sebelum hamil). Setelah melahirkan bukan berarti kita bebas beraktivitas seperti sebelum hamil. Kita mungkin akan mengalami berbagai hal yang kurang nyaman. Rasa sakit masih berlanjut, badan terasa pegal, baby blues syndrome dan hal lainnya yang membuat seorang wanita merasa kurang nyaman dan ini harus segera di atasi. Tapi jangan khawatir, ada berbagai cara/kiat agar proses pemulihan dapat berlangsung cepat dan mudah,yaitu:

    1. Jangan membawa beban berat. Kondisi ibu masih begitu lemah,belum pulih, dan rasa nyeri pasca melahrikan masih terasa.

    2. Hadapi masa nifas dengan tenang dan nyaman.
    Masa nifas adalah masa setelah melahirkan, kurang lebih dalam masa 6 minggu. Tetapi ibu akan pulih sempurna seperti sebelum hamil setelah 3 bulan. Untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis hingga keadaan normal,harus di barengi makanan yang bergizi,olah raga,dan istirahat yang cukup.

    3. Jangan berhubungan suami isteri terlebih dahulu.
    Tubuh kita perlu waktu untuk pulih, begitu pula organ intim. Tunggulah dulu 4-6 minggu pasca melahirkan.

    4. Banyak bergerak setelah memungkinkan.
    Lakukan secara bertahap dan ini akan membantu mempercepat proses pemulihan.

    5. Minta bergantian untuk menjaga bayi.
    Mintalah bantuan suami untuk membantu menjaga bayi, terutama saat tubuh mulai terasa letih dan ngantuk. Jangan biarkan rasa letih dan kantuk menumpuk, karena akan mempengaruhi ASI (fisik) dan mental (psikis) ibu.

    6. Minum teh peppermint hangat untuk mengatasi perut kembung.
    Kandungan mint pada daun peppermint di percaya memberikan kehangatan, sehingga mengurangi rasa kembung, yang artinya kandungan ASI ibupun akan hangat.

    7. Istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari untuk memulihkan kondisi.
    Istirahat (tidur) minimal 8 jam dalam sehari, akan sangat membantu ibu dalam memulihkan kesehatan baik fisik maupun psikis.

    8. Minumlah yang cukup agar tidak sembelit pasca melahirkan.
    Banyak minum air putih akan menghindarkan ibu dari sembelit dan akan menambah air ASI.

    9. Minta saran dari bidan atau perawat untuk posisi menyusui yang nyaman.
    Alangkah baiknya meminta saran atau petunjuk pada bidan atau perawat tentang tata cara menyusui/merawat bayi.

    10. Jangan panik jika keringat berlebihan.
    Menyusui akan merangsang pengeluaran hormone oksitosin untuk kontraksi otot rahim agar mengecil. Sehingga ini memompa otot jantung lebih kuat seperti olah raga hingga berkeringat.

    11. Mulai berlatih otot panggul bawah segera setelah memungkinkan (jangan lupa untuk minta izin dari dokter).

    12. Mungkin saja kita akan moosy. Kehamilan dan persalinan menyebabkan perubahan fisik dan psikologis ibu. Bagi beberapa wanita, bahkan bisa menimbulkan trauma psikologis hebat hingga menimbulkan masalah kejiwaan. Sehingga di butuhkan obat-obatan dan terapi psikologis untuk nenyembuhkannya. Jadi, jika kita mulai menangis, sangat lelah, atau perasaan lain yang sangat mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog.

    13. Rawat bekas luka jahitan
    Merawat luka bekas jahitan dengan selalu menjaga kebersihan luka dengan memberinya cairan anti septik, mandi dengan teratur dan membersihkan daerah kemaluan setelah BAB atau BAK dengan baik. Jika tidak di bersihkan bisa menimbulkan infeksi pada bekas luka.

    14. Jangan risau jika bekas luka terasa kencang dan gatal.
    Proses penyembuhan luka mengakibatkan luka terasa kencang dan gatal. Lebih baik luka cukup di bersihkan saja.

  3. ethie says:

    Saya termasuk salah satu ibu yang mengalami masalah psikis pasca melahirkan. Selalu merasa bersalah tiap kali mendengar ada teman atau tetangga yang bisa melahirkan secara normal. Sedangkan saya terpaksa harus melahirkan melalui operasi sectio (sesar) yang tentunya harus mengeluarkan biaya lebih besar dan aktivitas yang terbatas setelah sesar.
    Beberapa tips yang saya lakukan adalah dengan meyakinkan diri, bahwa pada saat melahirkan kondisinya sudah lemah dan diluar dugaan. Meyakinkan diri, bahwa jika tidak disesar, kemungkinan bayiku tidak selamat. Meyakinkan diri, bahwa sesar pada saat itu adalah jalan terakhir demi menyelamatkan anakku.
    Proses meyakinkan diri ini memakan waktu sampai semingguan lebih. Untung saja, suami juga memotivasi. Tidak menjudge saya ini-itu. Dialah yang membesarkan hati saya. Juga keluarga besar saya.
    Tips lainnya, saya mencoba melihat teman lain yang kurang beruntung dan harus kehilangan bayinya karena tidak cepat-cepat mengambil tindakan sesar. Dari situ lah, saya merasa sangat bersyukur karena pada saat itu saya mengambil keputusan untuk disesar. Satu hal, paling tidak saya tidak salah ambil keputusan untuk sesar. Dan yang paling penting, saya dan sang buah hati selamat. :)

  4. Ratih says:

    Proses kelahiran adalah proses yang paling ditunggu-tunggu oleh seorang calon ibu, kadang saat detik-detik kelahiran akan muncul kekhawatiran yang berlebihan namun tenang saja itu hal biasa, dengan dukungan dari suami , orang tua, dan saudara2 semua itu akan hilang. Tetap tenang, sampai stress takutnya malah berimbas sama calon bayi. Proses kelahiran emang membuat deg-degan dan takut tapi harus dijalani juga :)

    Setelah proses kelahiran pasti banyak hal akan dialami oleh ibu :
    - Menangis
    Setelah melahirkan, hormon masih naik-turun. Di satu saat bisa sangat bahagia, dan di saat lain akan merasa sedih sekali. bicara pada suami atau teman yang dipercaya. Membicarakan kasus baby blues ini bisa membuat perasaan lebih baik.
    -Banyak Keringat
    Tenang, Ini karena hormon yang belum stabil sehingga kita banyak berkeringat. dan kalau sudah banyak berkeringat jangan lupa ganti baju. soalnya kasian dong sama bayinya kalo kita berkeringat. nanti malah mengganggu proses menyusui :)
    -Sakit Punggung
    ini terjadi karena sebelumnya Otot-otot yang masih lemah itu juga semakin terasa sakit karena ibu melakukan aktivitas yang membebani tubuh, seperti menggendong bayi. sebaiknya ibu tidak mengangkat beban berat, susui bayi dengan posisi tubuh tegak, jemur punggung di pagi hari dan latihan otot perut ringan. Jika rasa nyeri di punggung semakin menjadi-jadi, temuilah fisioterapis.
    -Perut membesar
    Setelah melahirkan, perut ibu tidak akan langsung otomatis mengecil. Hal itu karena rahim ibu masih tetap berukuran sama dan perlahan mengecil setelah beberapa minggu bayi lahir. jangan terlalu buru-buru berolahraga setelah melahirkan hanya karena ingin perut segera langsing.
    -Rambut Rontok
    Setelah melahirkan, kadar estrogen akan menurun sehingga membuat banyak rambut memasuki tahap istirahat. Kadar estrogen yang turun ini akan membuat seseorang mengalami kerontokkan rambut yang lebih banyak daripada biasanya baik saat keramas atau sedang menyisir. tenang, akan kembali normal setelah 8bulan kok
    - Menyusui
    Tidak sedikit ibu yang merasa kesulitan untuk memberikan ASI pada bayi. Masalah menyusui ini bisa beraneka ragam, seperti bayi yang menolak menyusui, ASI tidak keluar, hingga rasa sakit pada puting dan payudara.

  5. Ratih says:

    Tugas berat masih tetap menghadang seorang ibu pasca melahirkan.
    - nyeri mules kuat. Keluhan ini sangat sering dikeluhkan para ibu pasca melahirkan terutama persalinan kedua. Sang ibu merasa perut menjadi mules akibat kontraksi kuat uterus yang hilang timbul disebabkan pelepasan oksitosin terutama saat bayi menyusui. Keluhan-keluhan ini akan menghilang memasuki nifas hari ke tiga, mengatasi nyeri hebat ini cukup dengan pemakaian obat antisakit (analgetik ). Dan bila setelah memakan obat-obatan antinyeri tidak hilang, sebaiknya berkonsultasi pada dokter keluarga.
    - pemberian Air Susu Ibu (ASI). Segerakan pemberian ASI bagi bayi, karena pemberian ASI selain bermanfaat untuk makanan bagi sang buah hati, juga memberi proteksi imunologis, melalui peran kolostrum yang ada pada ASI ibu. Kolostrum pada ASI masih tetap bertahan dalam 5 hari pertama. Pengisapan ASI oleh bayi segera berperan mencegah terjadi perdarahan pascasalin melalui perangsangan hipofise di otak untuk pelepasan oksitosin.
    Sebaiknya berikan anak anda program ASI eksklusif, dengan hanya memberikan ASI setiap saat anak haus, hindari pemberian makanan lain. Untuk mendukung produksi ASI tetap banyak, seorang ibu harus makan dan minum dengan cukup. Tidak perlu melakukan pembatasan makanan seperti banyak terjadi di dalam masyarakat, karena mustahil produksi ASI tetap ada kalau ibu tidak minum dan makan yang cukup. Pemberian ASI tidak dianjurkan kalau seorang ibu diketahui terinfeksi virus HIV, karena risiko dapat menularkan pada sang bayi. Kadang kala seorang ibu bisa demam akibat ASI tidak diisap bayi dan keluhan ini diatasi dengan melakukan pengeluaran ASI, baik dengan cara isapan bayi atau melului pompa.
    - ibu perlu menjaga kondisi fisik tetap fit dengan melakukan aktivitas fisik, misalnya bergerak aktif sedini mungkin tentunya bila persalinan berlangsung secara normal. Jangan takut terlepasnya jahitan (bila dijahit) karena benang yang dipakai tersebut cukup kuat. Dengan adanya aktivitas tubuh membuat peredaran darah lancar, sehingga otot-otot dasar panggul bekerja berat saat persalinan bisa relaks kembali. Bisa juga aktivitas dengan melakukan senam nifas. Perlu juga diingat, bagi ibu melahirkan dengan guntingan diperineum sangat perlu menjaga kebersihan luka. Sebaiknya berkonsultasi kembali ke dokter/rumah sakit dalam minggu kedua untuk perawatan luka (bila ada).
    - darah nifas. Darah nifas atau lochia suatu keadaan yang normal terjadi pada setiap ibu pasca melahirkan. Lochia yang mengandung sel darah merah, selaput sisa dari endometrium dan bakteri, dikenal beberapa gambaran darah nifas, dalam 2-3 hari pertama darah nifas berwarna kemerahan yang dikenal dengan lochia rubra, pada hari ke 3 dan 4 kepekatan warna darah mulai berubah ke arah lebih pudar yang dikenal lochia serosa dan setelah 10 hari warna darah nifas semakin jernih, bisa agak sedikit kekuningan yang dikenal lochia alba. Perlu diingat umumnya lockia ini akan tetap ada dalam 4 minggu pasca melahirkan, walau sebagian besar telah bersih dalam 2 minggu pasca salin. Cara persalinan, berat bayi lahir, usia ibu dan pemberian ASI tidak mempengaruhi cepat lambatnya lochia seorang ibu bersih. Bila masa keluar Lochia memanjang perlu dipikirkan ke arah perdarahan patologis, misalnya tidak lengkapnya plasenta keluar atau adanya infeksi.
    - pemakaian kontrasepsi. Rencanakan pemakaian kontrasepsi sedini mungkin demi perencanaan biaya dan perawatan bayi yang baru lahir, pemakaian alat kontrasepsi dilakukan 6 minggu pasca persalinan atau setelah datangnya haid. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter/bidan tentang hal kontrasepsi yang paling baik bagi kondisi tubuh anda, dan bertanyalah pada petugas keuntungan dan kerugian suatu alat kontrasepsi. Misal bagi seseorang yang ingin menjarangkan kehamilan, dan ingin haidnya normal setiap dengan teratur, mungkin alat kontarasepsi dalam rahim (IUD) pilihannya. Karena alat IUD ini relatif mudah perawatannya. Pada seorang ibu yang tidak siap memakai alat kontrasepsi dalam 6 minggu pertama, ibu tersebut tetap aman dari pembuahan selama dia memberi ASIi ,ASI ekslusif.
    - Kembalinya berat badan. Penurunan berat badan ibu pasca melahirkan akan terjadi selama masa nifas. Berat badan ibu hamil bertambah, akibat proses adaptasi tubuh dengan adanya kehamilan. Umumnya penambahan berat badan selama hamil berkisar 7-12 kilogram. Berat tersebut segera menyusut sekitar 5-6 kg pasca melahirkan berat. Seterusnya beratnya turun lagi 2 sampai 3 kilogram, melalui efeks diuresis (berkemih) yang banyak. Dari beberapa penelitian dilaporkan berat badan meningkat masih tetap bertahan pasca nifas, bila penambahan berat badan ibu selama hamil diatas 10 kg, sehingga ibu jangan terlalu memaksa diri untuk melakukan diet ketat.
    - hubungan intim suami istri. Sebaiknya hubungan intim dilakukan setelah kondisi ibu telah segar kembali. Biasanya setelah nifas selesai, akibat ibu kadang masih trauma akibat proses persalinan apalagi kalau ada guntingan perineum yang membuat dia merasa nyeri. Dalam kepustakaan umumnya hubungan badan suami istri dilakukan setelah 8 minggu pasca salin. Tentunya ibu telah merasakan tidak ada lagi darah yang keluar, walaupun hal ini dalam agama tidak dianjur.
    - Pemeriksaan laboratorium khusus, perlu dilakukan kalau ada kasus tertentu misal kematian janin dalam rahim, melahirkan dengan anak besar (bayi berat lebih 4.000 gr), bayi lahir cacat, dan keguguran yang berulang. Hindarilah pemakaian obat-obat tertentu kalau tidak berdasar, misalnya obat untuk toxoplasma sebaiknya digunakan kalau jelas ada infeksinya.

  6. Ratih says:

    SEMANGAT ^^
    1. Siapkan Mental jadi Ibu :) apalagi jika anak pertama.
    2. Share apapun yang dialami ibu bersama sang bayi. biar ibu merasa lega dan merasa jika suami ibu selalu ada. dan kegiatan share yang dilakukan diwaktu senggang sewaktu baby lagi tidur ini bisa bikin si ayah juga tahu betapa ribetnya jadi ibu baru :) hehe
    3. Ajak orang tua terutama ibu buat tinggal bareng, mungkin ibu(nenek) bisa membantu kerena beliau sudah berpengalaman.
    4. Jangan melakukan hal-hal yang membutuhkan tenaga ekstra bahkan jangan sampai stress karena bisa mempengaruhi ASI.
    5. Jaga kebersihan Selalu.
    6. Makan-makanan yang bergizi :) agar ASI lancar.

    Tips singkat dari saya :)
    Baca juga tips sebelumnya karena tips sebelumnya juga sangat penting :) Ok

  7. Tips dan Trik Menghadapi Masalah Pasca Melahirkan:
    Bunda melahirkan adalah sesuatu yang sangat luar biasa yang bunda alami,melahirkan selain mengalami rasa sakit yang luar biasa namun membawa satu kepuasan yang hebat,ada rasa bangga,bahagia dan juga pengharapan penuh atas anak yang baru saja kita lahirkan,namun ada juga beberapa masalah yang mengikuti bunda usai melahirkan seperti Baby blues,namun itu bisa di atasi koq bun,,asal yakin aja dengan diri sendiri,berikut beberapa tips dari saya,seorang Ibu yang telah 3 kali melahirkan :)
    1.Selalu bersyukur dan berpikiran positif,bayangkan betapa beruntungnya bunda bisa melahirkan seorang buah hati,disaat banyak orang yang begitu menginginkan untuk hamil namun menemui banyak kendala,dengan berpikiran demikian maka akan berpengaruh pada kondisi psikis bunda pasca melahirkan.
    2.Dukungan orang2 terdekat,terutama suami,ringankankan beban bunda pasca melahirkan dan selalu beri dukungan,untuk para suami nih,,jangan pernah lupa untuk selalu mengucapkan
    “terima kasih yah mah,,kamu memang wanita hebat,habis lahiran Mama makin cantik deh,,,Papa jadi makin sayang,,:”
    kata2 itu meskipun sederhananamun mampu membangkitkan rasa percaya diri bunda lho,,jangan dianggap sepele,karena bunda yang setelah melahirkan biasanya kondisi pisiknya lemah dan psikisnya kadang labil dan itu bisa jadi senjata untuk menguatkannya selalin itu suami harus mau membantu beberapa tugas istri yang bertambah seiring dengan bertambahnya buah hati,yah,,kompaklah
    3.Jangan mengikuti mitos yang dianggap tidak sesuai,di beberapa daerah Mitos setelah melahirkan banyak sekali,dan banyak diantaranya sudah tidak lagi relevan,seperti salah satu contoh : seorang ibu yang habis melahirkan dilarang banyak minum air putih dan makan-makanan berkuah ,padahal air putih dan makanan bergizi sangat diperlukan untuk pemulihan pasca melahirkan dan mengoptimalkan produksi ASI ,jadi hal2 yang seperti itu sebaiknya tidak diikuti,cari informasi yang benar dan komperehensif tentang apa saja yang baik dan tidak baik di lakukan oleh Ibu yang habis melahirkan baiki dari Bidan,Dokter maupun media Internet yang banyak mengangkat info mengenai hal tersebut,salah satunya webnya Nutrisi Untuk Bangsa yang sering memberi info mengenai kehamilan dan persalinan.
    4.Jangan melakukan pekerjaan berat terlebih dahulu,baik melahirkan secara sesar maupun normal,sama2 sakitnya ,maka dari itu hindari dulu melakukan pekerjaan yang melelahkan dan berat agar tidak terjadi hal2 yang tidak diinginkan
    5.Bulatkan tekad untuk memberikan ASI exclusif,pun untuk Ibu bekerja dengan banyak konsumsi makanan bergizi dan hindari stress.
    6.Istirahat yang cukup,karena biasanya bayi baru lahir masih sering menangis dan bangun di malam hari ,saat inilah Bunda harus berbagi tugas dengan suami,agar bunda bisa beristirahat dengan baik dan produksi ASI meningkat.

    Demikian beberapa Tips dari saya,Terma Kasih

  8. novitadps says:

    Setelah melalui masa kehamilan yang panjang dan persalinan yang berat, perjuangan seorang ibu masih belum usai. Terkadang akan ada masalah yang terkait dengan proses persalinannya. Oleh karena itu, supaya dapat mengatasinya dengan tepat, setiap ibu perlu mengetahui masalah apa saja yang biasanya muncul dan bagaimana solusinya.
    Berikut ini, beberapa masalah yang biasanya muncul setelah ibu melahirkan bayinya:
    1. Keletihan
    Jarang sekali ada ibu yang bisa terlepas dari rasa letih ini. Setelah melelui proses persalinan yang penuh perjuangan, ibu akan mengalami keletihan yang sepertinya tidak mereda dan biasanya merasa seperti tidak bertenaga. Hal ini tidak mengherankan, karena setelah melahirkan, seorang ibu dituntut untuk menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengurus bayi yang baru saja dilahirkannya. Tenaga ibu terkuras habis karena harus menyusui berkali-kali dalam sehari. Disamping itu, seringnya terbangun ketika malam hari menyebabkan ibu tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Apalagi ditambah dengan berbagai pekerjaan rumah tangga yang harus diselesaikan, dan ada pula yang masih harus mengurus anak-anaknya yang lain. Meskipun keletihan adalah hal yang biasa terjadi, namun ibu dapat sedikit menguranginya dengan melakukan usaha sebagai berikut:
    a. Pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk beristirahat, yaitu ketika bayi tertidur baik pada siang maupun malam hari.
    b. Jika memungkinkan, mintalah bantuan dari orang-orang terdekat (terutama suami) untuk membantu meringankan pekerjaan.
    c. Usahakan untuk makan makanan yang bergizi dan dalam jumlah yang cukup. Jika perlu, minum madu dan makan kurma, karena terbukti dapat memulihkan tenaga.
    d. Minum cukup air, karena kekurangan cairan akan membuat tubuh menjadi lemas.
    2. Kontraksi Rahim
    Kontraksi rahim setelah melahirkan, yang dirasakan seperti kejang atau kram perut, merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Kontraksi ini merupakan usaha untuk mengerutkan pembuluh darah yang terbuka karena terpisahnya plasenta (ari-ari) dan kembalinya rahim ke ukuran dan lokasi seperti sebelum melahirkan. Kontraksi ini akan makin terasa ketika ibu menyusui, karena pengisapan payudara oleh bayi akan melepaskan hormon oksitosin, yaitu hormon yang dapat merangsang terjadinya kontraksi.
    3. Mengeluarkan Darah
    Kebanyakan ibu telah mengetahui bahwa dirinya akan mengeluarkan darah selama masa nifas. Namun, beberapa ibu masih saja khawatir melihat banyaknya darah, terutama ketika alirannya deras dan tiba-tiba pada saat bangun tidur pada hari-hari awal setelah melahirkan. Jangan khawatir, karena itu merupakan suatu proses yang normal terjadi.
    Ibu juga tidak perlu khawatir ketika nampaknya jumlah pengeluaran darah sudah berkurang selama satu atau dua hari namun tiba-tiba mengalir lagi dengan deras. Hal tersebut biasanya terjadi karena ibu kecapekan setelah melakukan aktivitas tertentu. Oleh karena itu, ibu perlu segera beristirahat, mengingat kondisinya yang masih lemah.
    4. Bermasalah Saat Buang Air Kecil
    Selama 24 jam setelah melahirkan, banyak ibu yang mengalami kesulitan saat buang air kecil. Beberapa ibu sama sekali tidak merasa ingin buang air kecil, beberapa ibu yang lain merasa ingin tapi tidak dapat melakukannya, dan ada pula yang bisa melakukannya tapi dengan disertai rasa nyeri dan terbakar. Kandung kemih sangat perlu untuk dikosongkan dalam waktu 6 sampai 8 jam setelah melahirkan, untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kemih. Bagi ibu yang tidak bisa buang air kecil, ada beberapa cara yang bisa dicoba, antara lain:
    a. Jika keadaan memungkinkan, segera bangun dari tempat tidur dan berjalan-berjalan.
    b. Minum air dalam jumlah yang cukup.
    c. Ibu bisa memilih untuk duduk berendam di air hangat atau dengan mendinginkan menggunakan bungkusan es. Cara-cara tersebut dapat menimbulkan keinginan untuk buang air kecil.
    5. Sulit Buang Air Besar
    Beberapa faktor, baik fisik maupun psikologis (kejiwaan), dapat menunda kembalinya fungsi normal usus setelah melahirkan. Salah satu faktor adalah otot-otot perut yang membantu proses pembuangan telah mengalami peregangan selama kelahiran, sehingga menjadi kurang efektif dalam melakukan tugas ini. Selain itu, penyebab lainnya adalah karena usus besar mungkin mengalami trauma selama persalinan sehingga menjadi lamban dalam bekerja. Namun demikian, faktor terbesar yang menyebabkan hambatan untuk buang air besar adalah faktor psikologis seperti takut jahitan terbuka, malu, atau perasaan tertekan. Berikut ini beberapa cara untuk memperlancar proses buang air besar:
    a. Hendaknya ibu menghilangkan kekhawatiran untuk buang air besar, salah satunya adalah jangan terlalu takut jika jahitan akan terbuka.
    b. Makan makanan yang berserat (sayur dan buah) dan banyak minum air.
    c. Jika kondisi memungkinkan, segera bangun dan berjalan-jalan
    d. Usahakan untuk segera ke toilet (jangan menunda) saat merasakan dorongan untuk buang air besar.
    6. Wasir
    Wasir atau ambeyen disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada anus atau dubur. Keadaan ini bisa menyebabkan nyeri, gatal, panas, dan kadang berdarah. Wasir ada dua macam, yaitu wasir internal (berada di dalam) dan wasir eksternal (berada di luar). Seringkali ibu hamil mengalami wasir, terutama pada trimester (3 bulan) terakhir dari masa kehamilannya.
    Pada waktu persalinan, terjadi tekanan keluar yang kuat pada anus, dan tekanan ini dapat memperparah wasir yang sudah ada atau membentuk wasir yang sebelumnya belum ada. Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak enak dan mempercepat penyembuhan wasir, yaitu:
    a. Pertahankan keteraturan buang air besar supaya tidak terjadi sembelit (susah buang air besar, biasanya karena tinja yang keras) yang akan memperparah keadaan wasir.
    b. Ibu dapat memilih untuk melakukan kompres panas atau dingin, sesuai dengan kenyamanan masing-masing. Atau bisa juga melakukan kompres panas dan dingin secara bergantian. Ada beberapa ibu yang lebih nyaman dengan duduk berendam di air hangat selama 20 menit, namun ada juga yang justru lebih suka dengan kompres dingin.
    c. Tidur atau berbaring dalam posisi miring, dan hindari posisi telentang.
    d. Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Gunakan bantalan yang empuk ketika duduk.
    e. Jika wasir sangat mengganggu dan tidak kunjung reda, periksakan ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan obat yang dimasukkan lewat anus.
    7. Jalani Dengan Sabar dan Ikhlas
    Mengandung dan melahirkan anak merupakan pengalaman yang menakjubkan sekaligus melelahkan bagi seorang wanita. Hendaknya seorang ibu melakukan tugasnya dengan penuh kesabaran dan ikhlas untuk mengharap keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan begitu, tugas yang berat akan terasa lebih ringan dalam menjalaninya. Terlebih lagi jika mengingat bahwa mengasuh dan mendidik anak bisa menjadi ladang pahala bagi kita. Demikian penjelasan yang berkaitan dengan kondisi ibu setelah melahirkan, semoga bermanfaat.

  9. Saya sudah dua tahun menikah tapi belum dikaruniai momongan. Usia saya masih 23 tahun dan jujur saja ada ketakutan dari diri saya untuk mempunyai momongan dalam waktu dekat. Hal yang paling saya takuti adalah rasa ketidaksiapan saya menjadi seorang ibu yang akan mengakibatkan depresi atau baby blues pasca melahirkan. Hal ini tentu sangat meresahkan karena saya pikir sampai kapan perasaan ini harus saya alami, jadi saya mulai konsultasi ke dokter dan teman saya, seorang psikolog.
    Mereka hampir berkata hal yang sama, seperti :
    1. Sebelum melahirkan tentu harus ada persiapan dari fisik (peralatan bayi,dana,dll) serta mental seorang ibu dimana kita harus memiliki pengetahuan tentang perawatan juga kesehatan bayi.
    2. Mempunyai anak tentu bukan hanya tanggung jawab si ibu seorang tapi tentu harus ada dukungan dari suami serta keluarga lainnya, hal ini sangat penting untuk membuat ibu merasa bebannya tidak terlalu berat pasca melahirkan. Misalnya saj seperti, berbagi tugas dengan suami dan juga ungkapkan apa yang diinginkan jangan sampai dipendam karena hanya akan menimbulkan depresi.
    3. Mempunyai bayi akan menjadikan waktu tidur tidak teratur jadi usahakan Istirahat yang cukup jika ada kesempatan. Jangan sampai dipaksakan dan menjadikan ibu merasa letih mengurus anak, jika sampai terjadi mintalah bantuan suami, keluarga bahkan pengasuh anak agar si ibu pun memiliki waktu cukup untuk beristirahat.
    4. Be positif jangan berpikiran negatif karena hidup akan terasa ringan jika selalu positif thinking. Jangan berpikir mengasuh anak itu beban / pekerjaan yang berat tapi berpikirlah bahwa mengasuh anak itu mengasyikan. :)
    5. Jaga kesahat dengan makan yang teratur apalagi jika menyusui, makan makanan yang sehat dan baik untuk ASI.
    6. Jika merasa ada kesulitan dalam mengasuh bayi jangan segan untuk sharing dengan orang yang sudah berpengalaman seperti Orang Tua, mertua, keluarga,
    tetangga dan juga dokter agar kesulitannya bisa teratasi. :)
    Itulah kurang lebih yang mereka katakan pada saya untuk mempersiapkan diri sebelum melahirkan dan untuk menghindari depresi / baby blues pasca melahirkan. Hal ini tentu membuat saya tidak takut lagi dan ingin juga segera punya momongan. :D

  10. envirna rima yuliantari says:

    kalau trik dan tips menurut saya :
    1. Mental.
    Setelah melahirkan biasanya kita jadi sangat moody. jadi persiapkan mental kita untuk “sesuatu” yang tidak seperti kita bayangkan. jangan harap bisa tidur larut untuk melihat film kesukaan kita. ataupun sekedar menyelesaikan novel yang baru saja kita beli. semuanya serba tidak bisa diprediksi. mungkin hari ini si bayi manis sekali. tidak rewel dan gampang ditidurkan. tapi besoknya menjadi sangat rewel dan susah untuk ditidurkan. jadi…persiapkan diri untuk “kejutan” yang akan anda terima besok :D
    2. Manajemen waktu.
    Sebagai ibu baru, tentunya kita harus menyesuaikan dengan keadaan si bayi. baik itu waktu mandi, makan bahkan tidur. apalagi bagi ibu-ibu yang sudah mempunyai beberapa orang anak ( termasuk saya ). kita harus bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. misalkan waktu bayi masih tidur dipagi hari, kita harus bisa mandi dan sarapan pagi…secepatnya ! kalau tidak, mungkin kita akan “sarapan” pukul 10 dan “mandi pagi” pukul 11. belum lagi harus mengantar anak-anak yang lain ke sekolah. untuk urusan tidur pun kita harus bisa “mencuri” waktu. misalkan waktu si bayi tidur, kita juga harus bisa ikut tidur. kalau tidak, tenaga kita akan terkuras dan dampaknya produksi ASI pun terganggu. manajemen waktu yang baiklah solusinya. pintar-pintar mengatur waktu ya…
    3. suami dan keluarga.
    mungkin kedengarannya janggal. tapi memang begitulah kenyataannya. suami harus sangat sangat sangat mengerti tentang keadaan istrinya. dimana bekas luka melahirkan belum sembuh, sudah dihadapkan dengan harus sering terbangun dimalam hari untuk memberikan ASI. memang tidak banyak yang bisa dilakukan. tapi hanya dengan menemani terbangun sebentar untuk memperhatikan si ibu, sudah sangat berarti. atensi suami ini tidak hanya memperkuat bonding antara suami dan istri, tapi juga si bayi pun merasa bahwa kehadirannya bukan merupakan beban. tetapi merupakan suatu berkah untuk keluarga itu. selain itu, bila sudah ada anggota kelurga yang lainnya ( terutama kakak ) sebaiknya kita juga melibatkannya dalam proses pengasuhan adik baru ini. misalnya bisa membantu mendorong kereta bayi ( untuk kakak yang sudah berumur 7 tahun keatas ) namun tentu saja masih dalam pengawasan kita. bisa juga meminta tolong untuk bermain dengan si adik saat ibu sedang melakukan tugas yang lain. jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih ya bunda. hal itu bertujuan agar si kakak tidak merasa dibebani dan terlupakan. ucapan terima kasih setelah bantuan mereka, merupakan pengakuan dari kita bahwa si kakak sudah dewasa dan bisa diandalkan oleh adiknya. siapa coba anak kecil yang tidak suka jika dirinya dianggap sudah dewasa :D
    4. jangan malu bertanya.
    kita bisa melakukannya kepada siapapun. tidak hanya pada dokter obsgin waktu kita kontrol saja. bisa kepada teman, saudara bahkan ibu. namun alangkah baiknya bila kita pergi ke dokter, bertanyalah sebanyak-banyaknya tentang semua hal. tidak hal yang tabu untuk ditanyakan kepada dokter. agar tidak lupa, sebaiknya buatlah daftar pertanyaan yang akan kita ajukan ke dokter.
    5. memanfaatkan tekhnologi.
    mungkin kita tidak puas dengan jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan kita, carilah informasi lewat media internet. banyak hal yang dapat kita dapatkan disini. selain itu, bagi ibu-ibu yang mempunyai banyak tugas selain mengasuh anak, media handpone juga bisa berguna untuk mengingatkan kita bahwa sudah waktunya menidurkan, menyusui dan waktunya makan bagi si bayi. pergunakanlah tekhnologi sebaik-baiknya…

  11. ethie says:

    Permasalah pasca melahirkan yang kadang kurang bahkan tidak disadari sebagian besar ibu adalah ketika mereka terkena baby blues. Apalagi bagi ibu yang baru melahirkan anak pertamanya. Jika kondisi baby blues ini tidak segera ditangani, akan berujung pada kondisi yang lebih parah, yaitu postpartum depression.
    Beberapa hal yang bisa dilakukan bagi seorang ibu untuk melawan baby blues adalah:
    1. Siapkan mental untuk menghadapi kejadian yang mungkin tidak diduga, misalnya tiba-tiba harus caesar.
    2. Bekali diri dengan pengatahuan seputar persalinan dan komplikasi yang mungkin terjadi. Pengetahuan tentang baby blues juga salah satunya.
    3. Terimalah dengan lapang dada apabila anak harus dipisahkan untuk mendapatkan perawatan ekstra atau jika ternyata anak ada kelainan.
    4. Tidak terlalu kaku memegang idealisme dalam mengurus dan merawat bayi. Misal, ketika ASI sedikit. Kegagalan menyusui bukanlah tanda kegagalan sebagai ibu.
    5. Berbagi tugas dengan suami atau keluarga lain yang membantu urusan kegiatan rumah tangga dan mengurus si kecil, sementara ibu tidur. Istirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri melakukan semuanya akan mempercepat pemulihan ibu pasca persalinan
    6. Curhat dengan orang yang dipercaya juga akan sangat membantu mengurangi tekanan perasaan.
    7. Luangkan waktu untuk melakukan me time dengan pergi ke salon atau berduaan dengan suami, misalnya nonton film atau dinner di luar.
    8. Sabar dan menyadari bahwa proses ini adalah alamiah dan akan segera pulih.
    9. Jika ibu susah bercerita pada suami atau keluarga, bisa konsultasi ke dokter atau psikolog.
    10. Berolah raga selain untuk mengembalikan bentuk tubuh uga bisa mengurangi stres.
    11. Bersyukur atas kelahiran bayi yang selamat dan lancar
    12. Sadarilah bahwa anak adalah anugera dari Tuhan dan masa kecilnya akan berlalu dengan cepat tanpa bisa diulang.

    Tentu saja ada banyak tips lain untuk melawan baby blues.

  12. dwiaprily says:

    Saya ibu dari 2 anak, usia 8 dan 3 tahun.
    Senangnya dua kehamilan saya tidak bermasalah dan saya ingin berbagi tips pasca kehamilan.

    Tips untuk Kecantikan dan Kesehatan Badan :

    1. Patuhi nasehat dokter untuk kontrol jahitan baik melahirkan secara normal maupun bedah caesar. Keluhan nyeri meski kecil patut diinformasikan kepada SpOg. Pengalaman saya saat kelahiran pertama mengalami jahitan yang terlepas sehingga menderita infeksi, nifas hampir 2 bulan namun bisa segera teratasi

    2. Pasca melahirkan memang badan agak lemah tetapi tidak berarti bermalas-malasan. Tetaplah bergerak karena merawat bayi membutuhkan stamina tinggi. Ikuti senam nifas dan berjalan-jalan di sekitar rumah di pagi hari sambil menimang bayi akan membantu melemaskan otot dan mengenalkan bayi pada alam, menghirup udara segar.

    3. Jamu ibu melahirkan ala jamu jawa ternyata bermanfaat untuk meningkatkan stamina, selain itu juga membantu melancarkan produksi ASI

    4. Susah BAB seringkali menjadi keluhan utama pasca melahirkan, saya tak pernah mengkonsumsi obat pencahar hanya perlu memperbanyak minum, makan buah dan sayur berserat tinggi. Jika tak memiliki toilet duduk kursi plastik kecil yang dilubangi tengahnya atau posisi kaki ditekuk dan lutut dipakai sebagai tumpuan bisa mengurangi rasa nyeri sekaligus ngeri jahitan akan terbuka.

    5. Krim untuk pasca persalinan bisa dimanfaatkan untuk mengurangi stretchmark, bunda yang memiliki dana berlebih bisa memanfaatkan perawatan salon. Namun saya sendiri memilih perawatan tradisional, jamu, pijat untuk kesehatan , dana yang ada dimanfaatkan untuk sang buah hati :)

    Tips untuk Kenyamanan Jiwa

    1. Memiliki bayi jauh berarti harus bersiap menjalani jam tidur berbeda dengan biasanya, bayi baru lahir lebih sering terbangun di malam hari tentunya Bunda yang terbiasa bangun untuk sholat malam tidak banyak mengalami masalah, bagaimanapun kurang tidur menjadi penyebab utama terjadi baby blues. Usahakan menemani bayi tidur siang, nikmati cuti 3 bulan bagi wanita pekerja untuk menyesuaikan diri dengan jadwal tidur sang bayi tujuan utamanya menghindari baby blues dan emosional saat merawat bayi. Saat sudah kembali bekerja pergunakan waktu sebaik mungkin, rileks selama perjalanan ke kantor syukur jika bisa curi-curi tidur meski 15 menit saja.

    2. Keluhan pasca melahirkan bagi beberapa ibu (stress, kelelahan, khawatir berlebihan atas kondisi sang bayi dll) bisa dikurangi dengan bergaul di komunitas ibu-ibu, contohnya melalui jejaring maya seperti di nutrisi untuk bangsa. Selain menemukan banyak artikel menarik bertemu teman baru sama halnya membuka wawasan baru serunya lagi bisa berkonsultasi pada para ahli. Saling bertukar informasi tips dan kisah pasti membantu Bunda menemukan jawaban atas persoalannya.

    3. Upayakan selalu ada “me time” tetaplah menyalurkan hobi mungkin waktunya yang sedikit terkurangi, jangan lah Bunda merasa “repotnya kalau punya bayi” karena menjadi bunda adalah perantara meraih surga jika kita ikhlas menjalaninya. Sambil menyusui kita toh tetap bisa jalan ke mall, berwisata (tempat khusus untuk ibu menyusui dan baju khusus menyusui sudah banyak diproduksi tanpa kita merasa risih) atau mendengarkan musik lebih bagus lagi relaksasi dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat suci, dijamin ketenangan batin luar biasa akan mencerahkan jiwa kita :)

  13. Nizma Inayah says:

    Tips dan Trik Menghadapi Masalah Pasca Melahirkan menurut pengalaman saya pribadi,saya yakinkan diri dgn sepenuh hati bahwa ini hanyalah sebuah proses yg harus saya jalani dgn ikhlas. Karena moment pasca melahirkan semua menjalani dgn beda cerita. Waktu itu saya sempet merasakan yg namanya sindrom Baby blues,dan hampir semua ibu mengalaminya, tips saya hanya fokus bahwa semua yg saya jalani untuk & demi buah hati jd rasa sakit yg saya rasakan bisa sedikit terobati dgn mendengar tangisan & melihat wajah lucunya. Yakin dan percaya bahwa kita bisa menghadapinya dgn sabar dan ikhlas pasti kita enjoy dlm menghadapi masa2 nifas. Lakukan apa yg bisa kita lakukan,spt senam nifas,dan juga mengatur pola makan pasca melahirkan. Peran suamiku juga sangat membantu memulihkan staminaku saat itu,di kala aku merasa capek dan butuh istirahat suami menggantikan peranku. Hal ini sangat mempengaruhi psikologi aku saat itu. Dan yang terpenting nikmati masa2 pasca melahirkan dgn positif thingking.

  14. Helfira Anis Kurli says:

    Pengalaman yang paling berharga dan berkesan adalah melahirkan, memang itulah yang diharapkan oleh setiap perempuan. Setelah proses hamil selama kurang lebih 9 bulan 10 hari maka saat-saat melahirkanlah moment yang paling ditunggu, khususnya bagi New Mom seperti saya. Melahirkan jg bisa sebagai perjuangan antara 2 nyawa manusia, dimana rasa sakit yang luar biasa serta rasa senang karena ingin melihat buah hati qt.
    Tips pasca melahirkan cukup simple diantaranya sebagai berikut:
    1. Mom jangan takut makan buah dan sayur karena dengan makan buah dan sayur mayur itu membantu kita agar BAB tetap lancar serta memenuhi juga asupan gizi untuk buah hati kita.
    2. Banyak minum air putih, karena dengan banyak minum air putih tubuh kita akan kembali fit dan stamina dengan sendirinya akan pulih kembali. Jika suka bisa juga ditambahkan dengan 2 sendok madu pada saat minum air putih. karena madu juga membantu meningkatkan stamina tunuh.
    3. Untuk new mom khususnya biasa jam tidur malam hari terganggu, karena tangisan dan rengekan bayi, nah untuk menambah jam istirahat maka disaat bayi kita tidur maka mom juga harus istirahat karena dengan begitulah kita bisa dapat jam istirahat yang cukup dan stamina bisa tetap stabil.
    4. Bicarakan masalah – masalah new mom kepada Ibu anda apabila ada yang kurang kurang berkenan karena beliau yang lebih paham dan berpengalaman dan mungkin bisa memberi solusi sesuai dengan hati anda.
    Tips diatas mungkin bisa membantu new mom dan semoga bermanfaat bagi semuanya… Thx salam Hangat By Helfira New Mom :-)

  15. Masih jelas di ingatan saya betapa beratnya melahirkan yah bund, 2 bulan yang lalu saya baru saja melahirkan seorang bayi laki2 yang gagah dengan proses normal, disini saya akan memberi tips bukan hanya halangan setelah melahirkan tapi keseluruhan dari awal kehamilan sampai merawat bayi versi saya, yang semoga menjadi inspirasi buat calon ibu lainnya.
    1. Jika ingin memiliki ASI yang lancar, bergizi tinggi, dan deras calon ibu harus rutin memakan sayur dari awal kehamilan, demi sang bayi bund, suka gak suka harus makan sayur mayur dan makanan berprotein tinggi seperti ikan, tidak perlu membeli susu hamil kalo kecukupan gizi bunda sudah tercukupi di tukang sayur hehe.. Serius lho bund dokter saya bilang lebih baik merawat bayi dari awal kehamilan. Terbukti skrg ASI saya deras dan bergizi tinggi dibanding teman saya yg lain harus dicampur dgn sufor, sayang bayi kan?
    2. Jika ingin bayi anda berotak cerdas, saya meminum kapsul minyak ikan DHA, belum ketahuan hasilnya sih, tp saya yakin pasti ada hasilnya, saya konsumsi Kapsul DHA sejak trisemester ke2.
    3. Jika ingin proses persalinan lancar, minggu ke-36 saya sudah mulai berjalan2, ke mall, ke pasar, terbukti Alhamdulillah ga susah lho bund prosesnya, ke RS jam 12 malam,masuk ruangan jam 3, jam 4 pagi sudah melahirkan.
    4. Persiapkan mental dan istirahat yang cukup saat akan melahirkan, tanamkan suggesti ‘semua wanita pasti akan melewatinya, karena sudah kodratnya wanita walaupun beratnya melahirkan, harus semangat.
    5. Sesaat setelah melahirkan jangan langsung tidur ya bund, suruh suami atau orang terdekat mengajak ngobrol, katanya sih takut sel darah putihnya naik dan mengakibatkan kebutAan, ini berlangsung sampe beberapa minggu, pasca melahirkan ga boleh tidur pagi.
    6. Tidak ada dalam pikiran saya tentang baby blues, karena melahirkan bayi adalah saat2 paling membahagiakan buat saya dan suami, suami jadi tambah cinta lho bund.
    7. Oiya jangan lupa membersihkan alat reproduksi yah bund biar cepet kering, sakit sih tapi 2 hari sudah bisa jalan normal kok. :)
    Demikian tips melahirkan dari saya, semoga bermanfaat, hidup ASI, no SUFOR :D

  16. Nutrisi Bangsa says:

    Terima kasih banyak pada para Bunda yang telah memberikan tips dan kiat-kiat untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul pasca melahirkan.

    Penting sekali untuk segera menuntaskan masalah, begitu masalah itu timbul agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan depresi bagi bunda baru. Sehingga bunda dapat menikmati kebahagiaan bersama si kecil :).

    Sekarang, saatnya kami mengumumkan pemenangnya yaaaa… Bukan perkara gampang untuk memilih pemenang nih..

    Akan tetapi, setelah berunding, membaca, berunding lagi, dan lagi…
    Kami memutuskan yang kali ini mendapatkan 2 gimmick dari Sari Husada adalah Envirna Rima Yuliantari dan Asri Wulantini

    Kepada pemenang harap kirimkan data diri anda, nama, alamat, alamat email, username di web http://www.nutrisiuntukbangsa.org, nomor telepon dan nomor tanda pengenal ke admin@nutrisiuntukbangsa.org ya.

    Selamat!

    Untuk yang belum beruntung, ikuti terus web http://www.nutrisiuntukbangsa.org, twitter@Nutrisi_Bangsa dan FB fanpage Nutrisi Untuk Bangsa ya…

Leave a Reply

*


7 − 6 =

APR

16

Nutritalk: Alergi Protein Susu Sapi dan Upaya Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

Restaurant Bebek Bengil, Jl. H. Agus Salim No. 132 Menteng Jakarta Pusat DKI Jakarta

  Cows milk protein allergy (CMPA) atau alergi protein susu sapi adalah salah satu alergi makan…more

Empati Aksi dan Nutrisi bagi Korban Merapi (9 Photos)

Masalah yang dihadapi oleh seratus ribu lebih pengungsi… more
Lupa Password ? Register
GABUNG YUK
Stay connected