<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nutrisi Untuk Bangsa</title>
	<atom:link href="http://nutrisiuntukbangsa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nutrisiuntukbangsa.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2013 09:34:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>2 Artikel Terbaik dan Pemenang Kuis Pasca Jelajah Gizi 2</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/2-artikel-terbaik-dan-pemenang-kuis-pasca-jelajah-gizi-2/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/2-artikel-terbaik-dan-pemenang-kuis-pasca-jelajah-gizi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 12:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nutrisi Bangsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Gizi 2]]></category>
		<category><![CDATA[Pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman Pemenang Lomba Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=21370</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Sahabat nutrisi, Pasca petulangan Jelajah Gizi 2, masing-masing peserta diwajibkan untuk menuliskan pengalamanannya selama mengikuti kegiatan ini. Setiap peserta harus mengirimkan 2 (dua) artikelnya, untuk memperebutkan hadiah sebesar &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/Logo-Jelagi2.jpg"><img class="alignleft  wp-image-20771" title="Logo Jelagi2" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/Logo-Jelagi2.jpg" alt="" width="483" height="233" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sahabat nutrisi,</p>
<p>Pasca petulangan Jelajah Gizi 2, masing-masing peserta diwajibkan untuk menuliskan pengalamanannya selama mengikuti kegiatan ini.</p>
<p>Setiap peserta harus mengirimkan 2 (dua) artikelnya, untuk memperebutkan hadiah sebesar masing-masing Rp 2500000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).</p>
<p>Setelah melalui beberapa kali penilaian oleh tim dari Sarihusada, akhirnya diperoleh 2 (dua) artikel terbaik, dari 20 artikel keren yang dikirimkan para petualang Jelajah Gizi.</p>
<p>Artikel pemenang berdasarkan <em>total voting</em> di <em>facebook</em> dan <em>website</em> <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org">Nutrisi Untuk Bangsa</a> adalah <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/island-hopping-asiknya-menjelajah-gizi-di-kepulauan-seribu/">Island Hopping, Asiknya Menjelajah Gizi di Kepulauan Seribu</a> karya <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/author/nengbiker1/">Dwi Ariyani</a>.</p>
<p>Artikel pemenang berdasarkan pilihan tim juri dari Sarihusada adalah<a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/pulau-seribu-pulau-yang-tidak-hanya-menyimpan-sejuta-keindahan/"> Pulau Seribu: Pulau yang Tidak Hanya Menyimpan Sejuta Keindahan</a> karya <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/author/siharharianja/">Sihar Harianja</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pemenang Kuis Pasca Jelajah Gizi</strong></p>
<p>Sementara itu, sahabat nutrisi juga diberikan kesempatan untuk memperoleh 1 (satu) buah kamera digital, dengan memberikan suara pada 2 (dua) artikel yang paling menarik menurut sahabat nutrisi.</p>
<p>Nah, setelah 5 hari sejak Kuis Artikel Pasca Jelajah Gizi 2 diadakan, maka kini saatnya kami mengumumkan pemenangnya.</p>
<p>Sekali lagi kami sampaikan bahwa bukan hal yang mudah untuk menentukan pemenang kuis lho. Jawaban yang menarik dan kreatif banyak sekali, dan sementara kamera yang diperebutkan hanya ada satu.</p>
<p>Akan tetapi, akhirnya diperolehlah pemenang kuis kedua Jelajah Gizi 2 yaitu<a href="https://twitter.com/putricon"> @putricon</a>. </p>
<p>Jangan lupa untuk mengirimkan data-data berupa nama, alamat, telepon, nomor KTP ke <a href="admin@nutrisiuntukbangsa.org">admin@nutrisiuntukbangsa.org</a>.</p>
<p>Oiya, bagi yang belum beruntung, pantau terus Nutrisi Untuk Bangsa baik di Twitter, Facebook dan website. Akan ada kuis-kuis lain dari <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org">Nutrisi Untuk Bangsa.</a></p>
<p>Tunggu ya.</p>
<p>Selamat untuk para pemenang!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/2-artikel-terbaik-dan-pemenang-kuis-pasca-jelajah-gizi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rajungan Telor Asin Dengan Saus Kacang ala Chef Opik</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/rajungan-telor-asin-dengan-saus-kacang-ala-chef-opik/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/rajungan-telor-asin-dengan-saus-kacang-ala-chef-opik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 07:45:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nengbiker</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=21354</guid>
		<description><![CDATA[Masih teringat belum sebulan lalu kaki ini berpetualang di Kepulauan Seribu. Bersama teman-teman Petualang Jelajah Gizi 2 dan sahabat-sahabat dari Nutrisi Bangsa, serta seorang master chef yang hitam tapi senyum &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih teringat belum sebulan lalu kaki ini berpetualang di Kepulauan Seribu. Bersama teman-teman Petualang Jelajah Gizi 2 dan sahabat-sahabat dari Nutrisi Bangsa, serta seorang master chef yang hitam tapi senyum manisnya selalu terkembang.  Suatu kebanggaan pernah menjadi bagian dari orang-orang yang <em>concern</em> dengan masalah gizi di Indonesia.</p>
<p>Mempelajari gizi makanan itu gampang-gampang susah. Gampang karena Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam yang mudah didapat, diolah dan harganya murah. Namun sekali lagi, gaya hidup kita yang membuat makanan-makanan penuh gizi itu tampak jauh di luar jangkauan dan memilih makanan cepat saji untuk dimakan setiap hari. Di Jelajah Gizi kemarin, selain belajar langsung ke sumber-sumber penghasil makanan penuh gizi, bersama Profesor yang lucu dan master chef yang baik, kami dimasakkan salah satu menu yang mahal jika dibeli di daerah asal, tapi murah jika membeli langsung di Pulau Lancang, yup TERI dan RAJUNGAN.</p>
<p>Kalau kemarin sudah membahas <a href="http://nengbiker.com/2013/06/2-menu-kreatif-dari-rumput-laut-ala-chef-opik/" target="_blank"><strong>RESEP KREATIF CHEF OPIK DARI RUMPUT LAUT</strong></a>, bagaimana dengan menu rajungan yang juga kami coba ini? Mau resepnya kan? Scroll aja ke bawah&#8230;</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img src="https://pbs.twimg.com/media/BLgAOk5CcAAA0ZZ.jpg" alt="" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Yang sini rajungan yang sana teri kacang</p></div>
<p><strong><img src="http://nengbiker.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />RAJUNGAN TELOR ASIN dengan SAUS KACANG</strong></p>
<p><em>Bahan A</em></p>
<p>2 ekor Rajungan<br />1 pcs Telor asin mentah<br />100 gr Kacang Tanah</p>
<p><em>Bahan B</em></p>
<p>8 pcs Bawang Merah<br />5 batang Serai<br />6 pcs Cabe Rawit<br />1 pcs Lombok Merah<br />4 helai Daun Jeruk</p>
<p><em>Bahan C</em></p>
<p>10 gr Terasi<br />3 sendok teh Minyak bawang<br />Garam secukupnya<br />Air Jeruk Limo secukupnya</p>
<p>Cara memasak:</p>
<p>1. Kocok telor asin mentah sampai rata lalu masukan rajungan ke dalamnya dan aduk sampai rata</p>
<p>2. Siapkan wajan dengan minyak, setelah panas masukan rajungan yang sudah dicampur dengan telor asin goreng sampai matang lalu angkat dan dinginkan</p>
<p>3. Haluskan kacang tanah yang sudah digoreng</p>
<p>4. Iris tipis-tipis bahan &#8220;B&#8221; lalu campurkan dengan bahan &#8220;C&#8221; kemudian masukkan kacang tanah yang sudah dihaluskan</p>
<p>5. Sajikan</p>
<p>Rajungan adalah salah satu sumber gizi karena hewan bercapit ini kaya akan omega 3 dan zinc atau seng yang diperlukan tubuh untuk membantu masa pertumbuhan. Namun karena rajungan mengandung kolesterol cukup tinggi, sebaiknya makan rajungan cukup satu kali seminggu. Imbangi dengan memperbanyak konsumsi sayur serta buah-buahan.</p>
<p>Resep yang sama bisa kamu pakai juga untuk kepiting atau seafood lainnya. Buat ibu hamil dan menyusui, rajin mengonsumsi seafood terutama ikan secara umum berguna banyak. Jika rajin makan ikan kandungan DHA di dalam ASI jadi lebih tinggi. Ikan juga mengandung asam linolenat yang dibutuhkan untuk perkembangan otak. Ibu yang rajin mengonsumsi ikan asin, juga jarang mengalami depresi karena ikan bisa meningkatkan EPA (eicosapentaenoic acid). Beberapa jenis ikan yang kaya akan nutrisi-nutrisi tersebut di antaranya salmon, sarden, mackerel, kembung, tongkol juga ikan teri.</p>
<p>Jadi, masih mau makan fast food hari ini? <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/rajungan-telor-asin-dengan-saus-kacang-ala-chef-opik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuis: Artikel Pasca Jelajah Gizi 2</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/kuis-artikel-pasca-jelajah-gizi-2/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/kuis-artikel-pasca-jelajah-gizi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2013 23:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nutrisi Bangsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Gizi 2]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Kuis]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Seribu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=20770</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Sahabat nutrisi, Mau dapat digital camera dari Nutrisi Untuk Bangsa? Coba simak artikel di bawah ini&#8230; Jelajah Gizi 2 yang baru lalu telah membuka mata kita semua bahwa &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/Logo-Jelagi2.jpg"><img class="alignleft  wp-image-20771" title="Logo Jelagi2" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/Logo-Jelagi2.jpg" alt="" width="671" height="324" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">Sahabat</span> <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">nutrisi</span>,</p>
<p><span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">Mau</span> <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">dapat</span><em> digital camera</em> <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">dari</span> Nutrisi Untuk Bangsa?</p>
<p>Coba simak artikel di bawah ini&#8230;</p>
<p>Jelajah Gizi 2 yang baru lalu telah membuka mata kita semua bahwa Kepulauan Seribu memiliki potensi kearifan lokal yang luar biasa.</p>
<p>Selain pemandangan alamnya yang indah, wilayah DKI Jakarta yang dipisahkan oleh laut ini, ternyata menyimpan banyak sekali potensi. Pariwisata, merupakan potensi Kepulauan Seribu yang sudah dikenal luas.</p>
<p>Akan tetapi, mungkin tidak banyak yang tahu, selain pariwisata, Kepulauan Seribu juga memiliki potensi lain, yang tak kalah pentingnya. Misalnya saja pembudidayaan rumput laut dan ikan teri, yang merupakan sumber makanan dengan kandungan gizi yang sangat tinggi.</p>
<p>Begitulah, sahabat nutrisi, ternyata potensi Kepulauan Seribu tidak bisa dipandang sebelah mata.</p>
<p>Oleh karena itu, pasca Jelajah Gizi 2 ini, kesepuluh peserta membuat dua artikel tentang perjalanan mereka di Kepulauan Seribu.<br />. <br />Kami ingin agar para sahabat nutrisi memilih 2 (dua) artikel favorit dari 20 artikel.</p>
<p>Keduapuluh artikel tersebut adalah:</p>
<p>Keduapuluh artikel tersebut adalah:</p>
<p>1. <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">Dwi Ariyani Nurfajari <a href="https://twitter.com/nengbiker">@n</a></span><a href="https://twitter.com/nengbiker">engbiker</a>:</p>
<p>a.<a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/island-hopping-asiknya-menjelajah-gizi-di-kepulauan-seribu/"> Island Hopping, Asiknya Menjelajah Gizi <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">di</span> Kepulauan Seribu</a><br />b. <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/rahasia-sehat-dan-pintar-anak-anak-di-kepulauan-seribu/">Rahasia Sehat dan Pintar Anak-anak di Kepulauan Seribu</a></p>
<p>2. Harris Maulana<a href="https://twitter.com/harrismaul"> @harrismaul</a></p>
<p>a.<a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-hari-pertama-kepulauan-seribu-kami-datang/"> Jelajah Gizi Hari Pertama : Kepulauan Seribu Kami Datang!</a><br />b. <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-hari-kedua-menjadi-anak-seribu-pulau/">Jelajah Gizi Hari Kedua : Menjadi Anak Seribu Pulau</a></p>
<p>3. <span class="GINGER_SOFATWARE_correct"><span class="GINGER_SOFATWARE_correct">Sihar</span> Harianja <a href="https://twitter.com/sihar_deanova">@sihar_deanova</a></span></p>
<p>a.<a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-makan-delapan-ons-ikan-setiap-minggunya/"> Jelajah Gizi 2: Makan Delapan Ons Ikan Setiap Minggunya.</a><br />b.<a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/pulau-seribu-pulau-yang-tidak-hanya-menyimpan-sejuta-keindahan/"> Pulau Seribu: Pulau yang Tidak Hanya Menyimpan Sejuta Keindahan</a></p>
<p>4. Putra Adnyana <a href="https://twitter.com/andyputera">@andyputera</a></p>
<p>a. <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/mengakrabi-hasil-laut-lancang/ ">Mengakrabi Hasil Laut Lancang</a><br />b.<a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jejak-jejak-jelajah-gizi-2-di-tanah-pari/"> Jejak-jejak Jelajah Gizi 2 di Tanah Pari</a></p>
<p>5. Adi <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">Satyawidi</span><a href="https://twitter.com/adhistwd"> @adhistwd</a></p>
<p>a. <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/10-dari-ribuan-keseruan-di-jelajah-gizi-2/">10 dari Ribuan Keseruan di Jelajah Gizi 2</a><br />b. <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/membedah-kuliner-jelajahgizi-2-dari-kacamata-professor-master-chef/"><span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">Membedah</span> Kuliner #JelajahGizi 2 <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">dari</span> Kacamata Professor &amp; Master Chef</a></p>
<p>6. <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">Ibnu Anshari <a href="https://twitter.com/rusabawean">@rusabawean</a></span></p>
<p>a.<a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-pulau-harapan-pulau-pramuka-dan-nutrition-hunt-2-juta-rupiah/"> <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">Jelajah</span> Gizi 2: Pulau Harapan, Pulau Pramuka <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">dan</span> Nutrition Hunt 2 Juta Rupiah </a><br />b. <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-seribu-keseruan-di-kepulauan-seribu/">Jelajah Gizi 2: Seribu Keseruan di Kepulauan Seribu</a></p>
<p>7. <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">Mehdia</span> Nailufar<a href="https://twitter.com/multimehdia"> @multimehdia</a></p>
<p><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/rebutan-cobek-di-jelajah-gizi-2/">Rebutan Cobek di Jelajah Gizi 2</a><br /><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-cara-beda-untuk-traveling/"><span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">Jelajah</span> Gizi, Cara Beda <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">untuk</span> Traveling</a></p>
<p>8. Defi Laila Fazr <a href="https://twitter.com/TraveLafazr">@TraveLafazr</a></p>
<p><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-1-bukan-wisata-biasa/">Jelajah Gizi (#1) : Bukan Wisata Biasa</a><br /><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-ayo-melek-gizi/">Jelajah Gizi (#2) : Ayo Melek Gizi</a></p>
<p>9. Iqbal Kautsar <a href="https://twitter.com/iqbal_kautsar">@iqbal_kautsar</a></p>
<p><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/makin-akrab-pada-gizi-kepulauan-seribu/">Makin Akrab pada Gizi Kepulauan Seribu</a><br /><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/berburu-gizi-kepulauan-seribu/">Berburu Gizi Kepulauan Seribu</a></p>
<p>10. <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">Nesa Tasya Asmarany <a href="https://twitter.com/nesatasyaa">@nesatasyaa</a></span></p>
<p>a. <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/yuk-melirik-potensi-budidaya-rumput-laut-di-pulau-pari-kep-seribu/">Yuk Melirik Potensi Budidaya Rumput Laut di Pulau Pari, Kep. <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">Seribu</span> </a><br />b. <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/keindahan-pulau-harapan-yang-melebihi-harapan/ "><span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">Keindahan</span> Pulau Harapan yang Melebihi Harapan</a></p>
<p><strong>Syarat-syaratnya adalah:</strong></p>
<ul>
<li>Follow Twitter <a href="https://twitter.com/Nutrisi_Bangsa">@Nutrisi_Bangsa</a></li>
<li>Like FB page <a href=" http://facebook.com/nutrisi.untuk.bangsa">Nutrisi Untuk Bangsa</a></li>
<li><span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">Menjadi</span> member <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org">nutrisiuntukbangsa.org</a></li>
</ul>
<p><strong>Cara <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">menjawab</span>:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Pilih 2 artikel pilihan sahabat nutrisi beserta alasan memilih artikel tersebut di dalam komentar di bawah ini.</strong></li>
<li>Sertakan juga <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">akun</span> twitter Anda <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">di</span> <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">komentar</span>.</li>
<li>Kuis berlangsung sejak Kamis 13 sampai Senin 17 Juni 2013.</li>
</ul>
<p>Ada hadiah berupa <em>digital camera</em> dari Nutrisi Untuk Bangsa bagi 1 (satu) orang pemenang, lho.</p>
<p>Ayo ikut sekarang juga!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/kuis-artikel-pasca-jelajah-gizi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jelajah Gizi 2: Pulau Harapan, Pulau Pramuka dan Nutrition Hunt 2 Juta Rupiah</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-pulau-harapan-pulau-pramuka-dan-nutrition-hunt-2-juta-rupiah/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-pulau-harapan-pulau-pramuka-dan-nutrition-hunt-2-juta-rupiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 17:17:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rusa Bawean</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Gizi 2]]></category>
		<category><![CDATA[Jelajah Gizi 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrition Hunt]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Pramuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=20646</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah lanjutan dari cerita Seribu Keseruan di Kepulauan Seribu. Karena saking serunya dan banyak banget, jadi tak cukup untuk diceritakan dalam 1 postingan. Jadi kalau belum baca posting yang sebelumnya, &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ini adalah lanjutan dari cerita <a title="Jelajah Gizi Hari Pertama" href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-seribu-keseruan-di-kepulauan-seribu/" target="_blank">Seribu Keseruan di Kepulauan Seribu</a>. Karena saking serunya dan banyak banget, jadi tak cukup untuk diceritakan dalam 1 postingan. Jadi kalau belum baca posting yang sebelumnya, silahkan baca <a title="Jelajah Gizi Hari Pertama" href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-seribu-keseruan-di-kepulauan-seribu/" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pulau Harapan yang tak Memberikan Harapan Palsu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan 2 pulau yang sudah disinggahi di<a title="Hari Pertama Jelajah Gizi" href="http://rusabawean.com/seribu-keseruan-di-kepulauan-seribu.html" target="_blank"> hari pertama</a>, di hari ke 2 ini (Jumat 31 Mei 2013) Jelajah Gizi mengunjungi pulau yang sudah lebih maju dibanding pulau Pari dan Lancang (Ini sih menurut <a title="Rusa Ganteng" href="http://rusabawan.com/" target="_blank">Rusa</a>). Hal ini terlihat dari sejak boat yang mengantarkan kami dari Pulau Putri (tempat kami menginap) berlabuh. Dari dermaga langung kita dihadapkan Balai desa  dan rumah-rumah penduduk yang sudah bagus-bagus dan padat.</p>
<p><div id="attachment_5567" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5567 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/P5310295.jpg" alt="Bertanduk di Pulau harapan, dengan harapan segera dapat jodoh. Ritual khusus di Pulau Harapan #hoaxtodemax" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Bertanduk di Pulau harapan, dengan harapan segera dapat jodoh. Ritual wajib di Pulau Harapan #hoaxtodemax</p></div> <div id="attachment_5565" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5565 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/P5310247.jpg" alt="" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Gerbang Pulau harapan. Di sebelah kiri adalah balai Desa </p></div>
<p style="text-align: justify;">Kami disambut oleh Pak Ali, selaku lurah di Pulau Harapan. Pak Ali memperkenalkan apa dan bagaimana Pulau Harapan. Kata Pak Ali, luas wilayah Pulau Harapan 244,74 Ha dengan jumlah 30 pulau, 2  pulau di antaranya yang berpenghuni. Ada 3 RW dan 15 RT di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Produk unggulan di Pulau Harapan adalah kerupuk ikan, budidaya mangrove, kerupuk sukun dan pembuatan kapal kayu. Ada 398 rumah di pulau yang berpenduduk kurang lebih 2.200 jiwa ini, tapi jangan hawatir masalah home stay, jika kehabisan homestay, rumah penduduk pun bisa dijadikan homestay. Seperti yang disampaikan oleh Pak Lurah, yang ruang kerjanya langsung menghadap laut ini. Kapan ya punya ruang kerja yang bisa melihat deburan obak dan lalu lalang perahu nelayan dan speed boat ya?</p>
<p><div id="attachment_5566" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5566 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/P5310263.jpg" alt="Seperti ini dermaga Pulau harapan dari dalam ruang kerja Pak Lurah (Foto by @iqbal_kautsar)" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Seperti ini dermaga Pulau harapan dari dalam ruang kerja Pak Lurah (Foto by @iqbal_kautsar)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Di Pulau Harapan peserta Jelajah Gizi diajak menanam mangrove, mengunjungi PAUD setempat serta melihat contoh rumah sehat milik Pak Muntaha. Rumah sehat ini adalah rumah yang memanfaatkan halamannya dengan menanam aneka sayur-sayuran dan buah-buahan. Warga Pulau harapan ini mengaku sangat jarang membeli sayur, karena sudah tersedia di halaman rumahnya. Keren ya?! Keren banget!</p>
<p><div id="attachment_5554" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5554 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/MG_8479.jpg" alt="" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Menanam mangrove di pantai Pulau Harapan (Foto by @Nutrisi_Bangsa)</p></div> <div id="attachment_5560" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5560 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/DSC00626.jpg" alt="" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Wajah anak-anak PAUD di Pulau Harapan</p></div> <div id="attachment_5553" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5553 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/MG_8448.jpg" alt="Di sini rumah sehat warga yang di halamannya terdapat anekla sayuran dan buah-buahan (Foto by @Nutrisi_Bangsa)" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">i sini rumah sehat warga yang di halamannya terdapat anekla sayuran dan buah-buahan (Foto by @Nutrisi_Bangsa)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Di Pulau harapan Chef Opik memasak Singkong Ketan Saus Santan dipadu mangga dan rumput laut. Saus santan ala Chef  runner up Mas Ter Chef 2 ini enak banget. Aku suka, sayang dapetnya sedikit. Jadinya seperti foto di bawah ini. Tinggal santan sama singkongnya aja. Gak kebagian, hihihi.</p>
<p><div id="attachment_5570" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5570 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/Chef-Opik.jpg" alt="" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Chef Opik ngajarin masak enak Ibu-Ibu Pulau Harapan </p></div> <div id="attachment_5569" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5569 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/DSC00654.jpg" alt="Singkong Saus Santan  yang kehabisan mangga dan rumput laut :D" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Singkong Saus Santan yang kehabisan mangga dan rumput laut <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (Ala Chef Opik)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Karena selain penghasil rumput laut, Pulau Harapan juga penghasil sukun, maka Profesor Ahmad Sulaeman, pakar gizi dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB menyarakan untuk mengganti singkong dengan sukun. Jika singkong diganti dengan sukun maka nilai gizinya akan menjadi lebih baik. Ditambahkan lagi sama prof Ahmad bahwa selain karbohidrat, sukun mengandung protein, dan lemak. Buah sukun juga mengandung vitamin B1, B2, dan vitamin C, serta mineral (kalsium, fosfor, dan zat besi).  Kandungan air dalam buah sukun cukup tinggi, yaitu sekitar 69,3 %.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumput laut di sini digunakan untuk mengurangi kolesterol, dan ketannya mengandung karbohidrat yang baik untuk tubuh. Wah selain enak, berarti masakan dari Chef Opik tadi emmang bergizi banget ya! Hihi! Chef mintak lagi Cehf! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nutrition Hunt 2 Juta Rupiah di Pulau Pramuka</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai semua kegiatan di Pulau Harapan, penjelajahan dilanjutkan di Pulau Pramuka. Nah kalau di pulau-pulau sebelumnya yang berinteraksi langsung dengan penduduk setempat adalah Chef Opik yang mengajari masak penduduk dan Profesor Ahmad yang menjelaskan kandungan gizi, di Pulau Pramuka justru peserta yang harus berinteraksi langsung dengan penduduk setempat.</p>
<p><div id="attachment_5572" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5572 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/DSC00668.jpg" alt="" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Bertanduk di gerbang Pulau Pramuka</p></div>
<p style="text-align: justify;">Yak, di Pulau Pramuka ini peserta Jelajah Gizi harus berkompetisi dalam “Nutrition Hunt”. Di mana setiap kelompok harus membuat Sate Gepuk ala Kepulauan Seribu. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok, dan setiap kelompok dibekali Rp 150 ribu untuk belanja bahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sini peserta harus bisa berinteraksi dengan penduduk setempat di mana semua bahan harus dibeli di warung-warung peduduk. Mulai ikan sampai bumbu-bumbu. Dalam batasan waktu kuirang lebih 1 jam peserta harus menyelesaikan Sate Gepuk yang siap dihidangkan.</p>
<p><div id="attachment_5573" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5573 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/MG_8701.jpg" alt="" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">1.. 2.. 3! Langsung lari nyari bumbu (Foto by Nutrisi_Bangsa) </p></div> <div id="attachment_5555" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5555 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/MG_8717.jpg" alt="Belanja Bumbu di warung penduduk. Dari kiri ke kanan @rusabawean - @multimehdiah - @iqbal_kautsar (Foto by @Nutrisi_Bangsa)" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Belanja Bumbu di warung penduduk. Dari kiri ke kanan @rusabawean - @multimehdiah - @iqbal_kautsar (Foto by @Nutrisi_Bangsa)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya mencari bahan dalam waktu singkat dan harus segera dimasak, alat-alat dapur yang kurang juga harus meminjam kepada masayarakat setempat. Di sinilah kita harus pintar bagaimana cara berinteraksi dengan baik kepada penduduk setempat. Kompetisi ini dijuri langsung oleh Chef Opik dan Profesor Ahmad Sulaeman. Wow! Berasa peserta Master Chef ya! Huihihi!</p>
<p><div id="attachment_5568" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5568 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/P5310354.jpg" alt="" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Rusa bertugas ngupas bawang putih, bawang merah dan bumbu-bumbu <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (Foto by @Nutrisi_Bangsa) </p></div> <div id="attachment_5562" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5562 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/DSC00665.jpg" alt="Sibuknya kelompok D waktu kompetisi bikin Sate Gepuk :D (Foto by @Nutrisi_Bangsa)" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Sibuknya kelompok D waktu kompetisi bikin Sate Gepuk <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (Foto by @Nutrisi_Bangsa)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Memperebutkan juara pertama yang berhadiah Rp 2 Juta , setiap kelompok harus mendapat nilai tertinggi mulai dari pemilihan bahan yang tepat, rasa dan penyajian. Daaannn.. kelompok D di mana <a title="Rusa di Jelajah Gizi" href="http://rusabawean.com/seribu-keseruan-di-kepulauan-seribu.html" target="_blank">Rusa</a> tergabung bersama <a title="Neng Biker" href="http://nengbiker.com/2013/06/island-hopping-asiknya-menjelajah-gizi-di-kepulauan-seribu/" target="_blank">Neng Biker</a>, <a title="Iqbal" href="http://diasporaiqbal.blogspot.com/2013/06/berburu-gizi-kepulauan-seribu.html" target="_blank">Iqbal</a> dan <a title="Mehdiah" href="http://mehdia-multimehdia.blogspot.com/2013/06/rebutan-cobek-di-jelajah-gizi.html" target="_blank">Mehdia </a> mendapatkan juara 2 yang behadiah Rp 1 Juta 500 ribu, lumayan lah ya. Dibanding harus juara 3 dan 4 yang masing-masing mendapatkan Rp 500 ribu <del><span style="color: #000000;">dan teriakan huuuu.</span></del><span style="color: #000000;"> </span><span style="color: #000000;"> </span>Hihihi… *digepuk semua peserta kelompok A dan C*.</p>
<p><div id="attachment_20647" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/BLlXxFJCIAA4mWF1.jpg"><img class=" wp-image-20647  " src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/BLlXxFJCIAA4mWF1.jpg" alt="" width="500" height="350" /></a><p class="wp-caption-text">Sate Gepuk dengan ikan bandeng ala Kelompok D (Foto by @nengbiker)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sate Gepuk yang terkenal di Kepulauan Seribu ini ternyata enak, karena sate ikan yang dihaluskan, dicampur dengan aneka bumbu kemudian dipangang ini adalah macam lauk yang berbahan ikan tongkol atau tuna (pake bandeng juga bisa sih). Enak dan tentunya bergizi. Kandungan gizi pada ikan bikin pintar, anak yang pintar bikin bangsa maju. Hahahahahahahaha…………… asal gak korupsi (mulai ngelantur).</p>
<p style="text-align: justify;">Selesai acara Nutrition Hunt di Pulau Pramuka, penjelajah jarus kembali ke Pulau Putri, di mana kita tinggal dan dari Pulau Putri dilanjutkan dengan pindah boat dan keliling lautan Kepulauan Seribu untuk mengejar sunset yang seru banget dan tak terlupakan. Mengenai mengejar sunset ini akan dibahas secara terpisah ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan di hari ke 3, hari terakhir petualangan dilanjutkan di pulau Nusa Keramba. Petualangan <a title="Jelajah Gizi 2013" href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-seribu-keseruan-di-kepulauan-seribu/" target="_blank">Jelajah Gizi 2013 </a>ditutup di resto atas laut dengan pemandangan dan suasana yang awesome, dengan penyerahan hadiah untuk pemenang Nutrition Hunt, 3 Live Tweet terpilih yang masing-masing mendapatkan Rp 1 juta. Serta tak lupa penganugrahan Peserta paling Aktif dan Peserta Paling Seru. Daaannn…… Rusa Bawean yang emang seru banget anaknya ini, mendapatkan penghargaan Peserta Paling Seru. Wah Rusa Bawean emang seru banget anaknya ya! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div id="attachment_20651" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/935875_10201297906228909_680901015_n.jpg"><img class=" wp-image-20651 " src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/935875_10201297906228909_680901015_n.jpg" alt="" width="500" height="350" /></a><p class="wp-caption-text">Di Pulau Nusa Keramba makan di resto atas laut <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (Foto by @andyputera)</p></div> <div id="attachment_5574" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5574 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/D3-Peserta-Paling-Seru.jpg" alt="Ini bukti nyata penyerahan penghargaan Peserta Paling Seru jelajah Gizi 2013 oleh @yeniniye (Foto by @Nutrisi_Bangsa)" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Ini bukti nyata penyerahan penghargaan Peserta Paling Seru jelajah Gizi 2013 oleh @yeniniye (Foto by @Nutrisi_Bangsa)</p></div> <div id="attachment_5575" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="wp-image-5575 " src="http://rusabawean.com/wp-content/uploads/2013/06/DSC007391.jpg" alt="" width="500" height="350" /><p class="wp-caption-text">Ini dia hadiah Peserta Paling Seru #terpampang_nyata #bukan_bualan #instagram </p></div>
<p style="text-align: justify;"><a title="Jelajah Gizi" href="http://rusabawean.com/tag/jelajah-gizi" target="_blank">Jelajah Gizi</a> ini adalah acara yang keren banget. Seru dan tak akan pernah terlupakan. Jalan-jalan mengelilingi pulau-pulau, belajar  mengenal kebudayaan setempat, makan-makan masakan enak, sampai mengenal kandungan gizinya. Keseruan lain bisa dibaca di blognya 9 peserta lainnya. Mereka adalah <a title="Neng Biker dari Malang" href="http://nengbiker.com/" target="_blank">@nengbiker</a> <a title="Mehdia Fotografer Pribadi" href="http://mehdia-multimehdia.blogspot.com/" target="_blank">@multimehdia</a> <a title="Harris Raja Kuis Berbahaya Maul" href="http://harrismaul.com/" target="_blank">@harrismaul</a> <a title="Adhi Jago Nebak Lagu" href="krazier.blogdetik.com" target="_blank">@adhistwd</a> <a title="Sihar yang Tak Sigar #roaming #bawean" href="http://sihardejournal.wordpress.com/" target="_blank">@sihar_deanova</a> <a title="AA dari Bali" href="http://priatanpasayap.wordpress.com" target="_blank">@andyputera </a><a title="Cacing Cantik" href="http://defilailafazr.wordpress.com/" target="_blank">@TraveLafazr</a> <a title="Nesa Nesa Nesayalalala.." href="http://nesatasya.wordpress.com/" target="_blank">@nesatasyaa</a> dan <a title="Iqbal Tukang Jalan-Jalan Kautsar" href="http://www.diasporaiqbal.blogspot.com/" target="_blank">@iqbal_kautsar</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti kata Pak Arif oleh Corporate Affair Sarihusada, bahwa ini bukan melulu wisata laut, tapi Jelajah Gizi adalah sebuah perjalanan yang lebih dari itu. Misi kita adalah sharing. Jadi sharing tak berhenti ketika acara ini selesai, tapi terus menerus sampai nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih <a title="Sarihusada" href="http://nutrisiuntukbangsa.org/" target="_blank">Sarihusada </a>untuk Jelajah Gizi 2013! Sampai ketemu di Jelajah Gizi 2014! Semoga Jelajah Gizi tetap selalu ada dan makin seru lagi di tahun-tahun berikutnya! Follow <a title="Twitter Nutrisi untuk Bangsa" href="http://twitter.com/Nutrisi_Bangsa" target="_blank">@Nutrisi_Bangsa</a> di Twitter dan like <a title="Facebook Nutrisi untuk Bangsa" href="http://www.facebook.com/Nutrisi.untuk.Bangsa" target="_blank">Nutrisi untuk Bangsa</a> di Facebook, siapa tahu nanti kamu yg terpilih menjadi blogger Jelajah Gizi berikutnya! \o/\o/\o/</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun depan ke mana ya? Ke <a title="Pulau bawean" href="http://rusabawean.com/category/bawean" target="_blank">Pulau Bawean</a> aja yuk! #Tetep #Promosi #Digepuk #PakeSateGepuk #EnakDonk!</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-pulau-harapan-pulau-pramuka-dan-nutrition-hunt-2-juta-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membedah Kuliner #JelajahGizi 2 dari Kacamata Professor &amp; Master Chef</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/membedah-kuliner-jelajahgizi-2-dari-kacamata-professor-master-chef/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/membedah-kuliner-jelajahgizi-2-dari-kacamata-professor-master-chef/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 04:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=20451</guid>
		<description><![CDATA[Yes.. di tulisan kali ini saya akan membahas satu demi satu menu andalan persembahan Master Chef Opik @MCOpik_dardi #JelajahGizi kemarin serta memaparkan manfaat dan nilai gizi yang terkandung di dalamnya, &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 483px"><img src="https://sphotos-b.xx.fbcdn.net/hphotos-ash4/1004020_603017839723092_1220027465_n.jpg" alt="Chef Opik &amp; Professor Ahmad" width="473" height="350" /><p class="wp-caption-text">Chef Opik &amp; Professor Ahmad</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpFirst">Yes.. di tulisan kali ini saya akan membahas satu demi satu menu andalan persembahan Master Chef Opik <span><a href="http://twitter.com/MCOpik_dar" target="_blank">@MCOpik_dar</a></span>di #JelajahGizi kemarin serta memaparkan manfaat dan nilai gizi yang terkandung di dalamnya, sesuai dengan penerawangan kaca mata-nya Professor Ahmad! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3><strong>Salad Rumput Laut</strong></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Di tepi Pantai Perawan yang cantik dan memesona, Chef Opik yang merupakan Runner Up Master Chef Indonesia Season 2 ini memperlihatkan kepiawaiannya dalam masak memasak di hadapan peserta #JelajahGizi dan juga Ibu-ibu PKK di sekitar Pulau Pari. Adalah Salad Rumput Laut ala Chef Opik yang didemonstrasikan di siang itu.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 434px"><img src="https://sphotos-b.xx.fbcdn.net/hphotos-frc3/993015_602959226395620_1689453974_n.jpg" alt="salad rumput laut" width="424" height="305" /><p class="wp-caption-text">salad rumput laut</p></div>
<p>Salad Rumput Laut ini dipadukan dengan ikan baronang yang di-fillet, kemudian di-garnish dengan nanas dan kacang. Hasilnya? Rasa salad rumput laut terasa kuat bumbunya. Rasa manis ikan baronang bercampur mantap dengan bumbunya. Pas. Yummy! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormalCxSpLast">Berikut ini adalah kebaikan-kebaikan dari Rumput Laut, yang berhasil saya simpulkan dari penjelasan Profesor Ahmad:</p>
<ul>
<li>rumput laut bisa dijadikan pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat, karena mengandung banyak fiber (serat) yang bisa mengenyangkan perut &amp; baik untuk kesehatan pencernaan. Aha! Berita bagus nih buat kamu-kamu-kamu yang lagi diet <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>rumput laut kaya akan gizi, rendah kalori pula. Enak untuk dipadupadankan bersama makanan sehat lainnya; seperti sup, sushi dan salad.</li>
<li>Di Indonesia, khususnya di Pulau Pari, rumput laut diolah menjadi Dodol, Manisan, Asinan, Lalap, Agar-agar, Es Campur hingga Keripik.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Teri Nasi Bumbu Kacang dan Rajungan Saus Padang</strong></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Lompat ke Pulau Lancang, ternyata Chef Opik dengan LANCANGNYA sudah menyediakan 2 menu penggoda iman sebagai sajian food tester di sore itu. Lancang sekali kamu Chef Opik! Hehehe..</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 419px"><img class=" " src="https://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-prn1/936370_602959273062282_206064264_n.jpg" alt="teri nasi bumbu kacang" width="409" height="305" /><p class="wp-caption-text">teri nasi bumbu kacang</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Teri Nasi yang merupakan sumber penghasilan utama penduduk Pulau Lancang ini diolah dengan bumbu kacang dan dimasak dengan sangat apik oleh Chef Opik. Rasanya? Gurih-gurih empuk! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormalCxSpLast"><strong><strong>Kebaikan Ikan Teri</strong></strong></p>
<ul>
<li>Ikan teri mengandung 17% protein. Jika dikeringkan akan bertambah lagi proteinnya.</li>
<li>Ikan teri mengandung Kalsium dan Flour dalam bentuk senyawa CaF2, dalam konsentrasi yang cukup besar.</li>
</ul>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 415px"><img src="https://sphotos-b.xx.fbcdn.net/hphotos-frc3/5835_602959223062287_1680887235_n.jpg" alt="rajungan saus padang" width="405" height="307" /><p class="wp-caption-text">rajungan saus padang</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Nah kalau yang ini adalah Rajungan rebus yang dilumuri Saus Padang yang rasanya lancang banget bikin nagih lagi dan lagi! Soal masak-memasak, percaya deh chef Opik memang Master-nya.. *usap-usap perut*</p>
<p class="MsoNormalCxSpLast"><span style="font-weight: bold;">Manfaat Rajungan</span></p>
<ul>
<li>daging rajungan mempunyai nilai gizi tinggi. Protein yang dikandung cukup tinggi dan sangat potensial.</li>
<li>daging rajungan memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang rendah. Sehingga sangat baik untuk kamu yang memang membatasi konsumsi pangan berlemak tinggi.</li>
</ul>
<p><strong>Rajungan VS Kepiting </strong></p>
<ul>
<li>rajungan hidup di satu alam (dalam air) sementara kepiting hidup di dua alam</li>
<li><span>r</span>ajungan akan mati tidak lama setelah dikeluarkan dari air</li>
<li>kaki rajungan yang paling belakang berbentuk pipih, kaki kepiting paling belakang berbentuk runcing</li>
<li>rajungan punya totol-totol, dan rasanya lebih empuk &amp; gurih daripada kepiting</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Singkong Lapis Ketan dengan Mangga dan Kuah Santan Rumput Laut</strong></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Lain pulau, lain pula menu makanannya. Lompat ke Pulau Harapan, Chef Opik membeberkan menu andalannya yang lain. Apa jadinya kalau singkong, ketan, mangga dan kuah santan rumput laut berkoalisi menjadi 1 makanan? Jawabnya simpel: WUEANAK!!! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 437px"><img src="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/6519_602959259728950_531943751_n.jpg" alt="Singkong Lapis Ketan dengan Mangga dan Kuah Santan Rumput Laut" width="427" height="309" /><p class="wp-caption-text">Singkong Lapis Ketan dengan Mangga dan Kuah Santan Rumput Laut</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpLast"><strong>Manfaat Singkong, Ketan dan Mangga</strong></p>
<ul>
<li>singkong merupakan sumber karbohidrat dan juga memiliki kandungan Protein yang tinggi.</li>
<li>jika singkong diganti dengan sukun maka nilai gizinya akan menjadi lebih baik.</li>
<li>mengkonsumsi beras Ketan putih bisa membantu menyembuhkan batuk.</li>
<li>mangga merupakan sumber Antioksidan Alami karena mengandung kalsium, betakaroten, serta vitamin A, dan C.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Seneng luar biasa, bisa terpilih menjadi peserta di #JelajahGizi 2 ini, selain ditemani oleh 9 Blogger yang gokil, teman-teman media yang seru dan tim panitia+Sari Husada yang solid, makin lengkap juga dengan kehadiran seorang Ahli Gizi dan Ahli Masak di tengah-tengah kami semua. KOMPLIT!</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Nah nah itu dia rekap dari pembedahan kuliner #JelajahGizi 2 kemarin. SERUUUUU!! NGILER kan? Pengen ikutan kan? Makanya pantengin terus timeline Twitter <a href="http://twitter.com/nutrisi_bangsa">@Nutrisi_Bangsa</a> , Facebook <a href="http://www.facebook.com/Nutrisi.untuk.Bangsa" target="_blank">Nutrisi Untuk Bangsa</a> dan websitenya <a href="http://www.nutrisiuntukbangsa.org/">www.nutrisiuntukbangsa.org</a> , siapa tau #JelajahGizi 3 berikutnya bakal diadain dalam waktu dekat-dekat ini. <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img class=" " src="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/7275_603023219722554_136055113_n.jpg" alt="kucing di pulau harapan yang merindu masakan ala chef opik" width="432" height="254" /><p class="wp-caption-text">kucing di pulau harapan yang merindu masakan ala chef opik</p></div>
<p>Foto: pribadi, @Nutrisi_Bangsa, Google Images</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/membedah-kuliner-jelajahgizi-2-dari-kacamata-professor-master-chef/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jelajah Gizi (#2) : Ayo Melek Gizi</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-ayo-melek-gizi/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-ayo-melek-gizi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 04:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Defi Laila Fazr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=20439</guid>
		<description><![CDATA[&#160; “You are what you eat!” Entah siapa yang mengatakan kalimat ini pertama kali, yang pasti saya telah mendengarnya berulang kali, mengutip ratusan kali, juga mengkhianatinya berkali-kali.    Kenapa orang &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><em><span style="font-family: 'Cambria','serif';">“You are what you eat!” </span></em><span style="font-family: 'Cambria','serif';">Entah siapa yang mengatakan kalimat ini pertama kali, yang pasti saya telah mendengarnya berulang kali, mengutip ratusan kali, juga mengkhianatinya berkali-kali.  <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Kenapa orang Jepang memiliki otak cemerlang? <em><span style="font-family: 'Cambria','serif';">Because you are what you eat, baby!</span></em> Karena mereka doyan sekali makan ikan, bahkan meski dalam keadaan mentah sekalipun. Saking doyannya makan ikan, mereka bahkan berani mengkonsumsi ikan fugu, ikan yang kalau nggak diolah dengan benar bisa mengakibatkan kematian bagi yang memakan. Tentu kita semua tahu bagaimana hebatnya gizi yang terkandung dalam ikan laut hingga mampu merangsang kecerdasan seseorang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Selain berkorelasi positif terhadap kecerdasan, kandungan omega 3 pada ikan juga dipercaya bisa membuat kita awet muda. Budaya mengkonsumsi ikan laut ternyata tidak hanya membuat orang Jepang memiliki otak cemerlang, tapi juga berumur panjang. Menurut fakta yang saya baca dibuku <em><span style="font-family: 'Cambria','serif';">Shocking Japan</span></em> karya Junanto, rata-rata pria di Jepang memiliki angka harapan hidup hingga 76 tahun, sedangkan wanitanya bahkan bisa mencapai 83 tahun. Tingginya angka harapan hidup di Jepang ini menjadikan orang-orang di Jepang dengan usia 60 sampai 70 tahun masih dikategorikan sebagai usia muda karena mereka masih produktif dan aktif bekerja.</span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Malangnya, saya dan mungkin banyak dari anda yang lidahnya terbiasa dimanjakan dengan aneka bumbu dan rempah-rempah, keburu enggan duluan begitu dijejali ikan. Alasan saya, sih, sederhana. Saking seringnya kecewa dengan olahan ikan yang masih berasa amis, maka kalau disuruh memilih, saya mending milih makan mie instan daripada ikan. Katro, kan?! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Dan juga miris tentu saja, secara kita tinggal di negara maritim yang sangat melimpah hasil tangkapan lautnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: 'Cambria','serif';">Barangkali fenomena serupa inilah yang menjadi pencetus misi Sarihusada dengan program ‘Ayo Melek Gizi’ -nya, yakni mengedukasi saya dan jutaan orang malang lainnya agar makan tidak hanya asal makan yang penting kenyang. Dalam event bertajuk ‘Jelajah Gizi’, saya bersama sembilan blogger terpilih dan sejumlah wartawan dari berbagai media diajak mengeksplorasi kekayaan kuliner di Kepulauan Seribu, mengetahui kandungan gizi juga manfaatnya, serta mempelajari bagaimana cara mengolahnya agar bisa menggugah selera.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/Logo-Jelagi22.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-20622" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/Logo-Jelagi22.jpg" alt="" width="959" height="463" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Sebagai kabupaten yang 3/4 wilayahnya didominasi oleh lautan, hasil tangkapan dan budidaya laut tentu menjadi komoditas utama Kepulauan Seribu. Meskipun disebut Kepulauan seribu, tapi ternyata kepulauan ini hanya memiliki seratus sekian pulau, dimana 11 diantaranya merupakan pulau berpenghuni. Di hari pertama jelajah gizi, kapal cepat kami pun merapat di salah dua pulau berpenghuninya, yakni Pulau Lancang dan Pulau Pari untuk mengenal dan mempelajari seluk-beluk komoditas utama kedua pulau ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Rumput laut merupakan komoditas utama Pulau Pari. Selama ini pikiran lugu saya mengira kalau rumput laut merupakan tumbuhan laut yang hidup berdampingan dengan terumbu karang. Ternyata, apa yang saya sangkakan pada rumput laut selama ini adalah salah besar. Rumput laut ternyata tidak tumbuh begitu saja di dasar laut, melainkan mesti dibudidaya. Sedangkan bibit rumput laut sendiri ternyata tak lain adalah sejumput rumput laut yang baru saja dipanen, yakni rumput laut basah yang belum mengalami proses lebih lanjut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/IMG_6717.jpg.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-20445" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/IMG_6717.jpg-1024x575.jpg" alt="" width="590" height="331" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Proses menanam rumput laut dimulai dengan memetik sejumput tunas rumput laut yang memiiki banyak cabang, lalu diikat renggang di sepanjang tali, dengan jarak antar ikatan sekitar 20 cm. Rumput laut yang telah terikat ini kemudian ditanam mengambang di lautan dangkal dengan cara direntangkan, dimana setiap ujung tali diikatkan pada tiang pancang. Sejumlah gabus juga turut diselipkan disepanjang tali untuk menjaga agar rumput laut tetep mengambang. Selama tidak tercemar oleh limbah dan sampah, hanya dalam waktu 45 hari, lima puluh gram bibit rumput laut tadi bisa berkembang hingga mencapai dua kilogram, rumput laut pun siap dipanen. Sebagian hasil panen kemudian akan menjadi bibit lagi, dan sebagian lainnya dikeringkan untuk dijual sebagai bahan dasar industri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-20453" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-4.jpg" alt="" width="673" height="510" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Proses pengeringan rumput laut sendiri bisa memakan waktu hingga lima hari. Mulai dari proses perendaman di air tawar selama dua malam agar rumput laut tidak lagi asin dan berbau amis, hingga proses penjemuran yang akan memakan waktu 1 sampai 3 hari, tergantung tingginya intensitas matahari. Rumput laut yang telah melalui proses pengeringan biasanya akan menyusut beratnya hingga lebih dari setengahnya. Tak heran bila kemudian harga jual rumput laut kering jauh lebih tinggi dari rumput laut basah. Bila rumput laut basah harga per kilogramnya hanya 3 ribu rupiah, rumput laut kering bisa mencapai 50 ribu per kilogram. Oleh warga Pulau Pari, biasanya rumput laut kering ini akan dijual ke perusahaan penghasil agar-agar bubuk dan kosmetik, atau diolah sendiri menjadi dodol rumput laut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-20454" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-5.jpg" alt="" width="674" height="227" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Tak hanya mempelajari cara membudidaya rumput laut, di jelajah gizi kami pun dibuat melek akan gizi yang terkandung di dalamnya. Menurut Prof. Ahmad, salah satu pakar gizi Indonesia yang turut mendampingi rombongan kami, rumput laut mengandung probiotik yang bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Rumput laut yang kaya akan serat juga bisa dijadikan menu alternatif diet sehat yang mampu mencukupi kebutuhan asupan karbohidrat sebagai pengganti nasi. Dengan kata lain, rumput laut juga bisa berfungsi sebagai obat pelangsing alami. Lalu bagaimana cara mengolah rumput laut ini agar semakin menggugah selera, giliran Chef Opik, jebolan MasterChef Indonesia, yang unjuk gigi dengan salad rumput laut dan <em><span style="font-family: 'Cambria','serif';">fillet</span></em> ikan baronang <em><span style="font-family: 'Cambria','serif';">garnish</span></em> nanas dan kacangnya yang langsung menjadi magnet bagi ibu-ibu PKK Pulau Pari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-20455" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-6.jpg" alt="" width="672" height="205" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Selepas dari Pulau Pari, kami pun melompat ke Pulau Lancang yang memiliki komoditas utama teri dan rajungan. Ada dua jenis ikan teri yang menjadi komoditas andalan Pulau Lancang, yakni teri belah dan teri nasi atau yang biasa kita kenal dengan sebutan teri medan. Disini kami sempat mengunjungi sentra pengolahan teri, dan melihat langsung bagaimana proses pengawetannya. Bukan dengan<em><span style="font-family: 'Cambria','serif';"> formalin, borax,</span></em> atau jenis pengawet kimia lain yang berbahaya bagi kesehatan, melainkan cukup direbus dalam air garam selama kurang lebih dua jam, lalu dijemur selama empat jam, selesai. Teri pun bisa awet hingga tiga bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-20456" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-7.jpg" alt="" width="674" height="312" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Menurut Prof. Ahmad, ikan teri mengandung protein, kalsium, magnesium, serta asam omega esensial yang baik untuk kesehatan jantung. Tapi, ikan teri juga tinggi akan kandungan sodium dan natrium yang tidak bagus dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. Jadi bagi penderita darah tinggi yang tetap ingin mengkonsumsi ikan teri, disarankan agar memilih ikan teri segar yang kandungan garamnya jauh lebih rendah. Sedangkan bagi ibu hamil, mengkonsumsi ikan teri justru sangat dianjurkan karena kandungan yodiumnya yang sangat baik bagi pertumbuhan fisik dan kecerdasan janin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/IMG_6800.jpg.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-20457" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/IMG_6800.jpg-1024x575.jpg" alt="" width="581" height="327" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Di sentra pengolahan rajungan, kami bertemu dengan Ibu Ika Atika yang banyak bercerita tentang seluk beluk usaha rajungannya yang telah dimulai sejak tahun 2002. Sepintas pandang, bisa jadi kita akan terkecoh dengan penampilan rajungan yang terlihat sangat mirip dengan kepiting. Tapi bila keduanya disandingkan, maka akan terlihat jelas perbedaan keduanya yang terletak pada kaki paling belakang. Selain itu, bila kepiting hidup di dua alam (darat dan laut), rajungan hanya bisa bertahan hidup di dalam air dan akan segera mati tak lama setelah ditangkap. Menurut Ibu Ika, hasil tangkapan satu kelompok nelayan disini bisa mencapai satu kuintal rajungan per harinya. Di bulan ketika musimnya, yakni antara Juli sampai Desember, hasil tangkapan rajungan bahkan bisa mencapai tiga kuintal per hari. Di sentra inilah rajungan kemudian direbus, di-es-kan, lalu dipacking sebelum kemudian dijual.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-20458" src="http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/06/untitled-8.jpg" alt="" width="674" height="202" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Menurut Prof. Ahmad, habitat hidup rajungan yang senang terkubur dalam pasir dan lumpur membuat kandungan merkuri (yang mungkin dimiliki) rajungan sangat rendah. Rajungan juga kaya akan zink yang bila dikonsumsi oleh ibu hamil akan sangat bermanfaat dalam masa pertumbuhan janinnya.  Kekurangan zink selama masa kehamilan selain dapat mempengaruhi fungsi kekebalan pada janin juga bisa menyebabkan terganggunya pertumbuhan fisik dan intelektual janin.</span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Tapi, meskipun kandungan zinknya kaya akan manfaat, rajungan juga berkolesterol tinggi yang nggak baik bagi kesehatan jantung bila dikonsumsi secara berlebihan. Prof. Ahmad pun menganjurkan agar mengkonsumsi rajungan cukup sekali saja dalam satu minggu yang juga harus diimbangi dengan asupan sayur dan buah-buahan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;">Tak cukup hanya mengetahui kandungan gizi beserta manfaatnya, petualangan jelajah gizi di Pulau Lancang pun dibuat klimaks dengan mencicipi rajungan saus padang dan teri nasi hasil olahan Chef Opik yang tak perlu diragukan lagi kelezatannya. Saking nikmat dan larisnya masakan Chef Opik ini, saya pun harus rela berbagi seporsi rajungan dan teri nasi dengan @andyputera (petualang jelajah gizi dari Bali) dan @iqbal_kautsar (petualang jelajah gizi dari Jogja) yang gak kebagian jatah dan cuma bisa ngelap iler dengan pasrah. <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  <br /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Cambria','serif'; font-size: medium;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium; line-height: 115%; font-family: 'Cambria','serif';">Source: <a href="http://defilailafazr.wordpress.com/2013/06/10/jelajah-gizi-2-ayo-melek-gizi/" target="_blank">TraveLafazr</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium; line-height: 115%; font-family: 'Cambria','serif';"><br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-ayo-melek-gizi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makin Akrab pada Gizi Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/makin-akrab-pada-gizi-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/makin-akrab-pada-gizi-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 04:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iqbalkautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Kep. Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Karamba]]></category>
		<category><![CDATA[P. Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[P. Pramuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=20414</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan perburuan gizi di Kepulauan Seribu masih berlanjut. Hari pertama adalah tentang perkenalan. Hadir untuk meraba-raba di Pulau Pari dan Pulau Lancang. Hari kedua dan ketiga adalah tentang semakin mengakrabkan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/1002737_10201274202319648_1864665837_n.jpg" alt="" width="614" height="303" /></p>
<p>Kegiatan perburuan gizi di Kepulauan Seribu masih berlanjut. Hari pertama adalah tentang perkenalan. Hadir untuk meraba-raba di Pulau Pari dan Pulau Lancang. Hari kedua dan ketiga adalah tentang semakin mengakrabkan . Melakukan penelusuran lebih dalam pada realitas masyarakat, upaya pemenuhan gizi, cara pengolahan makanan di Kepulauan Seribu.</p>
<p>Dan, tidak ketinggalan, juga tentang makin mengintimkan persahabatan di antara peserta Jelajah Gizi. Orang-orang yang ‘menyepi’ ke Kep. Seribu dalam Jelajah Gizi ibarat sudah selayak satu keluarga besar. Kehangatan dan keramahan ada dimana-mana. Mudah merekat mencipta ikatan tak terpisahkan. Setelah satu hari di Kepulauan Seribu, saya juga mulai melebur. Larut pada alam, gizi dan realitas masyarakat Kep. Seribu. Sudah tertambat cinta pada kehidupan laut Kepulauan Seribu.</p>
<p>Hari-hari selanjutnya adalah tentang mendulang cerita-cerita di Pulau Harapan, Pulau Pramuka, dan Pulau Nusa Karamba.  </p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Inspirasi dari Daratan Pulau Harapan</strong></p>
<p>Kepulauan Seribu tidak sekedar memiliki kekayaan pangan dari hasil lautnya. Mengulik pangan dari daratan pulau-pulaunya pun tak kalah memberi pengalaman luar biasa. Bagaimanapun juga, meski dikelilingi lautan, masyarakat Pulau Seribu juga memiliki sumber pangan yang dihasilkan di darat. Pada sebuah pagi yang muram tapi tetap dengan perasaan riang, Jelajah Gizi mengeksplorasi Pulau Harapan sebagai awal jelajah hari ke II di Kep. Seribu.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/946487_10201274198239546_1727288920_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Bersih. Tertata rapi pesisir Pulau Harapan. Sebuah kebanggaan masyarakat kepulauan.</p></div>
<p>“Keripik sukun  menjadi salah satu produk unggulan masyarakat Pulau Harapan.” tutur M. Ali, lurah Pulau Harapan saat penyambutan Jelajah Gizi di Kantor Kelurahan P. Harapan.</p>
<p>Kress&#8230; Kress.. Kress&#8230; Begitu renyah keripik sukun yang saya kunyah. Rasa asin dan gurih begitu membekas di lidah. Ada rasa yang khas dari kerupuk sukun P. Harapan yang tak dimiliki daerah di daratan. Rasa amis khas laut turut mewarnai rasa kerupuk ini. Bentuk keripik sukun dari P. Harapan lebih besar. Warna kuningnya menyiratkan kesegaran dari buah sukun yang diolah. Keripik sukun juga tepat menjadi camilan yang merekatkan keakraban saat kami duduk-duduk di tepian pantai Pulau Harapan.</p>
<p>Prof. Ahmad Sulaeman menerangkan, meski sekedar keripik yang sering dipandang sebelah mata, ternyata keripik sukun memiliki kandungan gizi yang lumayan. Ada karbohidrat, protein dan lemak yang terkandung pada keripik sukun ini. Lemak berasal dari minyak yang digunakan untuk menggoreng sukun. Kandungan karbohidrat sukun begitu tinggi tetapi rendah kalori sehingga bagus sebagai menu diet. Sukun juga berkhasiat dikonsumsi penderita jantung, ginjal, liver, dan diabetes.</p>
<p>Adanya sumber pangan yang bergizi di daratan, membuat masyarakat pulau akan aman pangan ketika musim-musim laut sedang bergejolak. Saat musim ombak tinggi tentu menyulitkan transportasi untuk pemenuhan kebutuhan pangan bagi pulau-pulau kecil seperti Pulau Harapan. Dengan konsumsi sumber pangan daratan seperti sukun, kebutuhan pangan dan gizi penduduk setidaknya tetap bisa tercukupi. Masyarakat Pulau Harapan patut beruntung karena pohon sukun bisa tumbuh dengan baik di pulaunya dan diolah menjadi makanan bergizi.</p>
<p>Menyusuri perkampungan Pulau Harapan sungguh mengasyikkan. Suasana kampung begitu asri dan bersih. Jalanan kampung ber-<em>paving block</em> tertata rapi dengan pagar-pagarnya. Rumah-rumah penduduk harmonis berimpitan dengan tanaman di halamannya. Di pantai, kondisinya bersih dari taburan sampah yang merapat ke daratan. Setiap kali berjumpa dengan warga, senyum dengan mudah merekah dari wajah-wajah ceria mereka. Dan anak-anak kecil, selalu saja keluguannya mengusik saya untuk menggoda mereka. </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/5237_10201273805509728_175903140_n.jpg" alt="" width="614" height="384" /><p class="wp-caption-text">Keluguan dan keceriaan anak-anak Pulau Harapan.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc3/954856_10201274199719583_1284406525_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Jelajah Gizi 2 melakukan CSR di PAUD Tunas Harapan</p></div>
<p>Pulah Harapan menjadi sepenggal kisah sukses tentang kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sebuah pulau.Pulau seluas 6,7 Hektar pun ditetapkan sebagai pulau terbersih dan terapi di Kepulauan Seribu. Ada sebuah taman yang menjadi simbol prestasi kebersihan, kesehatan dan kerapian Pulau Harapan, yakni Taman Terpadu di dermaga.</p>
<p>Muntaha (51) bisa menjadi secuil cerita warga P. Harapan yang sangat peduli terhadap kesehatan dan keasrian pulau tercintanya. Rumahnya disulap menjadi semacam ‘Rumah Sehat’. Di pekarangannya yang tak begitu luas, disulaplah menjadi perkebunan. Beragam tanaman buah-buahan, sayuran dan obat bisa tumbuh dengan subur. Rumahnya yang sederhana pun menjadi teduh dan sangat asri. Betul-betul penggunaan lahan yang sangat efektif dan efisien.</p>
<p>Kebutuhan pangan dan gizi Muntaha sudah bisa dipenuhi dari kebunnya. Ada tanaman seperti belimbing, sawo, anggur, aneka sayuran, sukun menghias di pekarangannya. Bahkan, ada pohon tulung yang daunnya bisa dimanfaatkan sebagai obat banyak penyakit, seperti sakit kepala dan darah tinggi.</p>
<p>“Saya jarang beli sayuran dan buah-buahan karena di kebun sudah tersedia untuk kebutuhan sehari-hari. “ ujar pria tekun dan ramah yang juga mengabdi menjadi guru SD Pulau Harapan.</p>
<p>Kini, upaya Muntaha pun mulai banyak diikuti oleh para tetangganya. Masyarakat P. Harapan sadar bahwa di tengah laut cuaca yang panas dan tak menentu, paling aman adalah memenuhi kebutuhan gizi dimulai dari pekarangannya sendiri. Membuat kebun sendiri adalah jaring pengaman pangan dan gizi yang bisa bernilai ekonomis.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/1001835_10201274202639656_1021504192_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Pak Muntaha dengan Rumah Sehatnya. Kebun menghiasi pekarangannya.</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn2/992857_10201274399004565_1606377627_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Antusiasme ibu-ibu PKK Pulau Harapan dalam belajar memasak bersama Chef Opik</p></div>
<p>Di Pulau Harapan, Jelajah Gizi juga mengadakan acara memasak bersama Chef Opik.  Seperti biasa, ibu-ibu PKK hadir untuk menyaksikan acara yang sekaligus dirangkai sebagai CSR Sari Husada. CSR Sari Husada juga dilakukan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Harapan Pulau Harapan. Emmm, Apa ya yang akan dimasak oleh Chef Opik?</p>
<p>Kali ini Chef Opik akan memasak Singkong Ketan Saus Santan dipadukan dengan Mangga dan Rumput Laut. Kreasi masakan ini punya nuansa kental dengan bahan pangan dari daratan. Ada singkong, ketan, kelapa, dan mangga yang notabene bisa didapatkan di Pulau Harapan. Kombinasinya dengan rumput laut memberi kesan bahwa masakan lezat ini juga tetap punya hubungan dengan lautan, tempat kehidupan warga Pulau Harapan tak bisa dipisahkan darinya.</p>
<p>“Bagaimana kalau singkong diganti dengan sukun saja? <em>Kan</em>, sukun lebih mudah didapatkan di Pulau Harapan” pinta Pak Lurah.</p>
<p>Menurut Prof. Ahmad Sulaeman, malahan lebih bagus kalau menggunakan sukun sebagai pengganti singkong. Dari sisi gizi, jauh lebih bagus sukun dibandingkan singkong. Kandungan karbohidrat lebih banyak dan rendah kalori. Protein lebih tinggi.</p>
<p>Pulau Harapan dikenal juga sebagai pulau pembudidaya mangrove. Hampir setiap kampung memiliki budidaya mangrove. Di pesisir P. Harapan, sebagian telah ditanami Hutan Mangrove. Hutan Mangrove ini berfungsi untuk melindungi daratan Pulau Harapan dari abrasi perairan Kep. Seribu yang kian hari kian parah. Mangrove juga bermanfaat untuk melindungi dari terjangan badai atau angin kencang di lautan. Jelajah Gizi berkesempatan juga menanam Pohon Mangrove bekerja sama dengan Balai Pengelola Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pulau Harapan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/580464_10201273804949714_374170072_n.jpg" alt="" width="614" height="383" /><p class="wp-caption-text">Menanam Pohon Mangrove di Pulau Harapan.</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img src="http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/184455_10201274200639606_488650803_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Salah satu sisi P. Harapan yang ditumbuhi mangrove.</p></div>
<p>“Buah mangrove ada yang bisa dimakan lho. Dari jenis mangrove api-api.” ungkap Prof Ahmad. “Ada kandungan gizi seperti betakaroten dari vitamin A dan protein. Hanya saja belum banyak masyarakat yang bisa mengolahnya karena perlu dihilangkan dulu kandungan racun asam sianida “</p>
<p>Namun, di Pulau Harapan tidak ada jenis mangrove api-api (<em>Avicennia marina</em>). Kebanyakan adalah jenis <em>Rhizophora Stylosa</em> yang biasa dikenal dengan tanaman bakau biasa. Mangrove api-api di Kep. Seribu banyak ditemukan di Pulau Penjaliran, letaknya tidak jauh dari Pulau Harapan. Tapi. Tak menutup kemungkinan, jika mangrove api-api bisa dilirik masyarakat sebagai sumber pangan, pesisir Pulau Harapan bisa ditanami jenis mangrove api-api. Sebuah kabar baik. Ada satu lagi harapan sumber pangan di Pulau Harapan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>‘Kreasi’ Sate Gepuk di Pulau Pramuka</strong></p>
<p>Kehidupan bahari masyarakat turut menginsipirasi terciptanya ragam kuliner khas yang berasal dari laut. Tak terkecuali dengan masyarakat Kepulauan Seribu. Ada satu kuliner dari Kep. Seribu yang begitu tersohor, yakni Sate Gepuk. Sate Gepuk adalah olahan ikan terbungkus daun pisang yang dibakar, berwujud mirip pepes.  Setiap orang yang datang ke Kep. Seribu belum lengkap rasanya kalau tidak mencicipi Sate Gepuk Kep. Seribu.</p>
<p>Dan, Jelajah Gizi tidak sekedar mencicipi. Namun, akan membuat langsung masakan Sate Gepuk!</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/942821_10201274203599680_1131995118_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Pulau Pramuka dari dermaga. Ibukota Kab. Kepulauan Seribu.</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img src="http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/1004568_10201274397324523_11196423_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Seekor ikan sedang asyik berenang di antara ikan-ikan kecil di kolam Pulau Pramuka.</p></div>
<p>Pulau Pramuka dipilih sebagai lokasi memasak rombongan Jelajah Gizi. Pulau yang menjadi ibukota Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu pun adalah tujuan Jelajah Gizi setelah Pulau Harapan. Meskipun aslinya berasal dari Pulau Panggang – tetangga Pulau Harapan, masyarakat Pulau Harapan juga mahir membuat Sate Gepuk. Sate Gepuk sudah menjadi identitas kuliner masyarakat Kep. Seribu pada umumnya.</p>
<p>Kegiatan memasak Sate Gepuk ini diberi tajuk <em>Nutrition Hunt</em>. Dari segi namanya saja, sungguh keren dan menantang. Ada nuansa perburuan. Ya, memang benar karena para peserta akan melakukan kegiatan berburu. Berburu berbagai bahan untuk pembuatan Sate Gepuk di pelosok-pelosok Pulau Pramuka. Berburu alat yang diperlukan untuk memasak Sate Gepuk kepada masyarakat. Sebelum bergerak, peserta <em>Nutrition Hunt</em> dibekali dulu informasi bahan dan tentunya uang belanja.</p>
<p>Seorang ibu PKK Pulau Pramuka bersemangat menjelaskan apa saja bahan-bahan Sate Gepuk. Disertai juga dengan cara memasaknya. Sate Gepuk bisa menggunakan ikan laut apa saja. Paling baik adalah ikan tongkol yang memiliki tekstur yang halus dan banyak dagingnya. Bumbu-bumbu sate Gepuk antara lain adalah cabe merah, cabe rawit, bawang putih, ketumbar, lada, pala, jahe, kayu manis, daun talak dan gula merah. Tidak lupa untuk sediakan parutan kelapa dan daun pisang untuk membungkus Sate Gepuk.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img src="http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/419061_10201274393404425_1297946484_n.jpg" alt="" width="614" height="410" /><p class="wp-caption-text">Berlari penuh semangat untuk mencari bahan Sate Gepuk. Photo: @Nutrisi_Bangsa</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn2/970742_10201274393244421_1860365731_n.jpg" alt="" width="614" height="410" /><p class="wp-caption-text">Membuat rusuh di toko penduduk. Berburu bumbu. @iqbal_kautsar</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/9347_10201273804789710_1619660527_n.jpg" alt="" width="614" height="384" /><p class="wp-caption-text">Nutrition Hunt di Pulau Pramuka! Tiga srikandi Kelompok D. Photo: @Nutrisi_Bangsa</p></div>
<p>Empat kelompok langsung menyerbu ke penjuru kampung Pulau Pramuka. Saya tergabung dalam kelompok D bersama @nengbiker, @multimehdia, @rusabawean, <a href="https://twitter.com/heniwiradimaja">@heniwiradimaja</a> dan kang Asep. Target pertama adalah ikan tongkol. Ah, bukan perkara mudah mendapatkan ikan tongkol yang saat itu sedang sepi musim tongkol. Kami pun menggantinya dengan bandeng. Perburuan bumbu berhasil, sampai membuat rusuh sebuah toko warga. Sayangnya, satu bumbu penting yakni Pala tidak didapat.</p>
<p>Memasak dalam waktu terbatas dengan bahan dan peralatan minim sudah barang tentu menjadi absurdisitas tersendiri. Harus berebut alat sana-sini. Ya cobek lah, parutan, apapun itu. Ini menyiratkann sebuah pembelajaran untuk bertindak efisien dan efektif. Hingga waktu yang ditentukan, dilakukanlah penjurian oleh Chef Opik. Penjurian sesi pertama adalah menilai bumbu terlebih dulu.</p>
<p>Emmmm.. Rasanya Chef nyaman-nyaman saja, yang artinya hasil racikan bumbu kami paling tidak aman-aman saja. Kalau dikatakan enak, juga meragukan karena masih sekedar bumbu yang belum ‘terlihat’.</p>
<p>Proses selanjutnya adalah membuat adonan sate, yakni mencampurkan bumbu dengan <em>fillet</em> ikan yang sudah dipisahkan dari tulangnya. Pencampuran dilakukan dengan menggepuk-gepuknya, menumbuk-numbu antara ikan dengan bumbu. Inilah yang kemudian menjadi muasal nama sate ini disebut sate gepuk. Masalahnya adalah menggunakan apa? Tidak ada alat penggepuk. Mau alu, cobek atau apa lah yang bisa menggepuk itu tak ada. Tak ada juga kompor untuk menyangrai untuk ‘mengeluarkan’ minyak dari adonan Sate Gepuk.</p>
<p>Untungnya panitia ‘berbaik hati’. Peserta tidak perlu membuat adonan sate gepuk. Sekarang yang dinilai bukanlah kesempurnaan rasa Sate Gepuk. Tapi, kreasi penyajian garnis Sate Gepuk yang menggoda mata dan lidah. “Masakan juga harus sedap dipandang dan memiliki seni penyajian”, begitu pesan Chef Opik yang waktu ikut Master Chef jago sekali meng-<em>garnis</em> berbagai masakan.</p>
<p>Kami pun tinggal memasukkan adonan milik panitia ke dalam daun pisang, membakar lalu merias secantik mungkin sajian Sate Gepuk. Lagi-lagi Chef Opik yang menjurinya. Lagi-lagi Chef Opik juga nyaman-nyaman saja. Emmm..</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img src="http://sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/998777_10201274401244621_1371576016_n.jpg" alt="" width="600" height="450" /><p class="wp-caption-text">Sate Gepuk Kelompok D. Terlihat menggoda. Photo: @nengbiker</p></div>
<p>Kami beruntung. Di tengah segala keterbatasan alat dan bahan, cukup mengejutkan kami bisa menjadi Juara II. Dan, tahukah apa yang membedakan dengan Juara I yang diraih kelompok B? Ya, karena Pala. Rempah satu ini memang menjadi pembeda rasa yang signifikan. Ada pala berarti juara. Kelompok B memang menjadi satu-satunya tim yang mendapatkan pala dalam <em>Nutrition Hunt</em>. Aroma pala memang sangat kuat yang membuat kaya cita rasa Sate Gepuk.</p>
<p>Dari segi gizi, Sate Gepuk pantas dibanggakan. Ikan tongkol dan bandeng yang digunakan, jelas kaya kandungan protein hewani. Kandungan protein pada ikan lebih tinggi daripada sumber protein lain seperti ayam, daging, telor. Protein adalah zat yang sangat esensial bagi kesehatan tubuh.</p>
<p>Tidak diragukan pula, ikan laut mengandung omega-3 yang kaya. Asam lemak Omega-3 bisa menurunkan kadar kolesterol darah dan menghambat proses terjadinya penyumbatan pembuluhan darah. Dan, tentunya omega-3 pada ikan sangat baik untuk menghambat penuaan dan merawat daya ingat. Bagi anak, Omega-3 penting untuk kecerdasan otak dan perkembangan tubuh. Bagi ibu hamil dan menyusui, ikan mengandung yodium untuk mencegah cacat janin, anak kerdil, pertumbuhan terhambat, dan keterbelakangan mental.</p>
<p><em>Nutrition Hunt</em> di Pulau Pramuka memberi banyak pelajaran penting. Ada persahabatan dan soliditas di antara anggota tim untuk mewujudkan ‘misi’ Sate Gepuk. Ada persentuhan langsung dengan masyarakat lokal dengan ‘blusukan’ mendekat dan menyapa mereka. Ada pengetahuan baru yang sangat bermakna tentang kekayaan dan keunikan sumber pangan dari masyarakat pesisir. Dan, ada cerita-cerita gizi yang bisa menjadikan hidup kita lebih sehat dan enak dari lezatnya kuliner Sate Gepuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bandeng Nusa Karamba</strong></p>
<p>Cuaca Kepulauan Seribu hari itu begitu galau. Gamang dalam menyongsong hari terakhir Jelajah Gizi.</p>
<p>Pagi dibuka dengan mendung yang muram. <em>Sunrise</em> yang diharapkan hanyalah bualan. Selanjutnya hujan mengguyur deras, membuat enggan beranjak dari nyamannya kasur Pulau Putri. Juga membatalkan impian bersnorkeling ria. Dan, mentari baru mau bersinar setelah awan-awan hitam berbaik hati membuka tabirnya saat Jelajah Gizi akan lepas dari dermaga Pulau Putri menuju Nusa Karamba.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/994270_10201274400804610_21783444_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /></p>
<p>Saat tiba di Nusa Karamba, cuaca sepertinya akan baik-baik saja. Awalnya, cerah mentari membuat beningnya air bisa mempertontonkan ikan-ikan yang berkejaran di karamba-karamba. Tapi. Ketika sudah masuk di Nusa Resto, hujan mengguyur deras lagi. Ah, alam Kepulauan Seribu sepertinya masih galau melepas Jelajah Gizi untuk mengakhiri petualangannya.  Pulau Nusa Karamba adalah tujuan terakhir dari Jelajah Gizi.</p>
<p>Pulau Nusa Karamba sebenarnya bukanlah pulau, melainkan sebuah gosong. Terletak di antara Pulau Pramuka, Pulau Panggang dan Pulau Karya. Nusa Karamba memiliki pengelolaan <em>Aquaculture</em> oleh PT Nuansa Ayu Karamba. Pulau ini menjadi tempat budidaya berbagai ikan, seperti bandeng, kerapu, bawal bintang, kerapu macan dan kakap putih. Di pulau ini juga terdapat Nusa Resto, rumah makan terapung untuk menikmati sajian hidangan laut langsung dari tempat asalnya.</p>
<p>Keunikan lain di Nusa Karamba adalah adanya beberapa kolam aneka ikan laut dan ikan laut hias. Sebuah pemandangan yang cukup menghibur untuk bisa melihat kejar-kejaran ikan tanpa perlu basah-basahan berenang di air. Makin menariknya, di salah satu kolam ada hiu. Dia tampaknya suka ‘mengganggu’ ikan lain, tapi tetap baik hati, jauh dari kesan sebagai sang predator. Hiu bisa hidup harmonis bersama ikan lain. Nusa Karamba juga cocok bagi orang yang suka memancing karena ada kolam khusus pemancingan. Biasanya, pengunjung senang memancing Ikan baronang dan bandeng.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/945918_10201273804669707_302081890_n.jpg" alt="" width="614" height="384" /><p class="wp-caption-text">Nusa Karamba.</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/1001177_10201274526527753_1411027524_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Kehangatan di Nusa Resto saat penutupan Jelajah Gizi.</p></div>
<p>Tim Jelajah Gizi melakukan santap siang di Nusa Resto, Pulau Nusa Karamba. Acara ini sekaligus menjadi penutupan Jelajah Gizi. Pesta makan laut pun dilakukan. Aneka masakan laut dihidangkan. Namun, paling spesial adalah sajian ikan bandeng. Bandeng adalah komoditas paling khas di Nusa Karamba.</p>
<p>Saya antusias mencoba bandeng. Tentu jauh lebih terasa segar rasa ikan, jika menikmati ikan bandeng di tempat budidayanya. Emmmm., Masakan bandeng walaupun hanya digoreng kering asin saja, tetapi rasanya sangat membekas di lidah. Bandeng memang menjadi salah satu ikan favorit banyak orang. Rasa bandeng terkenal begitu gurih, tapi rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut). Selain itu, bandeng mudah diolah menjadi masakan, dari yang sederhana sampai yang ribet berbanyak bumbu.</p>
<p>Gizi bandeng juga membuat banyak orang memfavoritkannya. Seperti ikan laut lainnya, Asam lemak Omega-3 yang terkandung pada bandeng sangat kaya. Belum lagi kandungan protein, vitamin A dan B 1, mineral seperti kalsium, fosfor, besi. Rajin mengonsumsi bandeng akan membuat tercukupi kebutuhan protein, meningkatkan kecerdasan, mencegah jantung koroner, membantu pertumbuhan otak pada janin, dan meningkatkan daya tahan tubuh.</p>
<p>Ikan bandeng Nusa Karamba telah banyak dijual di toko dan supermarket Jakarta, yakni dengan label Farm &amp; Hatchery. Ikan bandeng ini dikenal sebagai bandeng cabut duri karena telah dipresto untuk menghilangkan durinya. Satu keunggulan Bandeng Nusa Karamba adalah tidak memiliki bau lumpur yang biasanya terjadi pada bandeng yang dibudidayakan di daerah selain dari lingkungan air laut. Bandeng di Nusa Karamba dibudidayakan menggunakan air laut di karambanya.</p>
<p>Rasanya tak lengkap kalau ke Nusa Karamba tidak membungkus pulang bandeng khasnya. Beberapa peserta Jelajah Gizi menjadikannya sebagai oleh-oleh petualangan Kep. Seribu. Per kilogram ikan bandeng cabut duri dihargai Rp 50.000.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekarang, kegalauan cuaca Kep. Seribu akhirnya sirna. Sudah rela. Lepas dari Nusa Karamba kembali ke daratan ibukota teriring bersama cuaca cerah. Sekarang, kedamaian kompleks Pulau Pramuka, Nusa Karamba, Pulau Karya, Pulau Panggang dan Kep. Seribu yang perlahan melirih, selanjutnya membisu. Tergantikan dengan sayup pandang gedung-gedung tinggi Jakarta yang kian mendekat.  Kami pulang menyeberang lagi kepada gegap gempita Jakarta.   </p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">***</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/8568_10201274196439501_640342409_n.jpg" alt="" width="614" height="410" /><p class="wp-caption-text">Jelajah Gizi bersama masyarakat Pulau Harapan. Mengenalkan gizi dari pangan warga kepulauan untuk konsumsi yang lebih sehat dan bergizi bagi masyarakat Indonesia. Harapan untuk Indonesia yang lebih sehat dan cerdas! @Nutrisi_Bangsa</p></div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/1005884_10201274196399500_1688781216_n.jpg" alt="" width="614" height="410" /></p>
<p>Sebuah perjalanan, penjelajahan, apapun itulah namanya, tentu tak sekedar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tak sekedar loncat dari satu pulau ke pulau lain. Tak sekedar mengorek keindahan yang tertuang. Ada makna yang terkandung di dalam perjalanan. Ada tujuan dari tiap penjelajahan.</p>
<p>“Dari Jelajah Gizi ini, diharapkan kita akan membanjiri masyarakat dengan semakin banyak informasi gizi dari sumber pangan laut Indonesia. “ ungkap Pak Arif Mujahidin.</p>
<p>Tiga hari Jelajah Gizi di Kepulauan Seribu membawa misi penting. Kekayaan sumber laut Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa meningkatkan gizi masyarakat Indonesia. Harus diakui, kesadaran masyarakat masih rendah dalam mengonsumsi ikan dan sumber pangan dari laut. Rata-rata konsumsi ikan orang Indonesia adalah 30 kg per kapita per tahun. Bandingkan dengan negara maju Asia, Jepang, mencapai 150 kg per kapita per tahun.</p>
<p>Upaya penyadaran yang dikemas lewat Jelajah Gizi adalah langkah kreatif sebagai bagian dari kepedulian perusahaan nutrisi, Sari Husada, terhadap gizi masyarakat Indonesia. Dengan mengajak blogger dan jurnalis, syiar gizi akan lebih mudah dan luas menyebar. Jelajah Gizi di Kepulauan Seribu pun bisa menyuguhkan contoh pelajaran berharga tentang berlimpahnya sumber pangan kaya gizi dari laut kita. Diharapkan masyarakat Indonesia bisa melek gizi, sehingga gencar mengkonsumsi ikan, rumput laut, dan hasli laut lainnya.</p>
<p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 269px"><img class=" " src="http://sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc3/971075_10201274192479402_1343038182_n.jpg" alt="" width="259" height="346" /><p class="wp-caption-text">Prof. Ahmad Sulaeman. Pakar gizi IPB yang banyak memberi pelajaran gizi untuk peserta Jelajah Gizi 2.Kocak suka ngebanyol.</p></div>
<p>Jika kita makin sering dan banyak makan sumber pangan laut, bukankah kita makin pintar, makin sehat, makin semangat? Tidak kah nelayan makin senang, makin sejahtera? Dan bukankah bangsa Indonesia pun bisa makin maju dan produktif dalam menghasilkan karyanya? Jelas tegas jawabannya adalah TENTU SAJA!</p>
<p>“Kita tidak perlu lagi impor sapi, karena kebutuhan gizi sudah terpenuhi dari kekayaan sumber pangan laut kita sendiri!” ungkap Prof. Ahmad Sulaeman, seperti menyindir kebijakan pangan pemerintah selama ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/makin-akrab-pada-gizi-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 dari Ribuan Keseruan di Jelajah Gizi 2</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/10-dari-ribuan-keseruan-di-jelajah-gizi-2/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/10-dari-ribuan-keseruan-di-jelajah-gizi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 04:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan 1000]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=20429</guid>
		<description><![CDATA[Yes! Alhamdulillah, proposal saya tentang kuliner otak-otak yang diikutkan untuk terbang bebas di dunia maya dan bersaing dengan ratusan tulisan yang masuk di Blog Writing Competition Jelajah Gizi 2 ternyata &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormalCxSpFirst">Yes! Alhamdulillah,<a href="http://krazier.blogdetik.com/2013/05/19/sekotak-otak-otak-yang-bikin-ketagihan/" target="_blank"> proposal</a> saya tentang kuliner otak-otak yang diikutkan untuk terbang bebas di dunia maya dan bersaing dengan ratusan tulisan yang masuk di<a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/jelajah-gizi-2-2/" target="_blank"> Blog Writing Competition Jelajah Gizi 2</a> ternyata mendarat mulus di meja juri <strong>PT. Sari</strong><strong>husada</strong>, dan terpilih sebagai 1 dari 10 petualang yang diajak berwisata #JelajahGizi ke kepulauan 1000, 30 Mei 1 Juni kemarin .. <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">Kesan</span>-<span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">kesannya</span>? <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">Senang</span>, <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">seru</span> and happy to the max! <strong>*nyengir lebar*</strong> He he he <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Di kesempatan ini, saya gak akan menulis jurnal perjalanan #JelajahGizi, karena jurnal lengkapnya bisa dilihat di website <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/" target="_blank">Nutrisi Untuk Bangsa</a> dan juga dibahas secara menarik &amp; ciamik di blognya <a href="http://priatanpasayap.wordpress.com/" target="_blank">@andyputera</a>, <a href="http://nengbiker.com" target="_blank">@nengbiker</a>, <a href="http://harrismaul.com/" target="_blank">@harrismaul</a>, <a href="http://mehdia-multimehdia.blogspot.com/" target="_blank">@multimehdia</a>, <a href="http://sihardejournal.wordpress.com/" target="_blank">@sihar_deanova</a>, <a href="http://nesatasya.wordpress.com/" target="_blank">@nesatasyaa</a>,<a href="http://rusabawean.com/" target="_blank">@rusabawean</a><a href="http://defilailafazr.wordpress.com/" target="_blank"> @TraveLafazr</a>, <a href="http://www.diasporaiqbal.blogspot.com/" target="_blank">@iqbal_kautsar</a> . Yang akan saya tulis adalah 10 hal SERU yang nempel di ingatan kepala saya dan mencuat begitu membaca tagar <a href="https://twitter.com/search?q=%23jelajahgizi&amp;src=typd" target="_blank">#JelajahGizi</a> di timeline Twitter! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<h3> </h3>
<h3><strong>#1 Petualang Gizi = 10 Blogger Haus [<span class="GINGER_SOFATWARE_correct">ilmu</span>] Gizi</strong></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Ya namanya aja lomba blog untuk jelajah kuliner, sudah tentu dong jawara-jawara yang kepilihnya pasti suka banget traveling sambil kulineran.. dan otomatis haus asupan dalam bentuk makanan ber-GIZI dan juga ilmu GIZI-nya .. <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">hehee</span>.. Siapa saja mereka?</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Yuk <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">mari</span> <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">mengenal</span> 10 Blogger Petualang Gizi.. <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">berpacu</span> dalam #JelajahGizi <em>*Koes Hendratmo tone*</em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: center;"><em><img class="aligncenter" src="https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/970367_602959216395621_249360214_n.jpg" alt="" width="560" height="319" /> </em></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: center;"><span>(<span class="GINGER_SOFATWARE_correct">berdasarkan</span> huruf abjad)</span></p>
<ul>
<li><strong>A.A Gede Ngurah Putra Adnyana</strong>; lebih akrab dipanggil GungDe, tipikal kakak-kakak yang punya wibawa Ketua OSIS di sekolahan.. <span class="GINGER_SOFATWARE_correct">twitternya</span> <a href="http://twitter.com/AndyPutera" target="_blank">@AndyPutera</a></li>
<li><strong>Adhi Satyawidi;</strong> <span class="GINGER_SOFATWARE_noSuggestion GINGER_SOFATWARE_correct">twitternya</span> <a href="http://twitter.com/adhistwd" target="_blank">@adhistwd</a> no comment &#8212; <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Defi Laila Fazr;</strong> yang di #JelajahGizi kemarin mendapat gelar Mbak Cacing, hmm.. kita lihat saja nanti apa twitternya <a href="http://twitter.com/TraveLafazr" target="_blank">@TraveLafazr</a> akan berubah menjadi @TravelCacing ? <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Dwi Ariyani Nurfajari;</strong> biasa dipanggail Mbak Ai, dan kesohor malang melintang di dunia maya dengan nama twitter <a href="http://twitter.com/nengbiker" target="_blank">@NengBiker</a></li>
<li><strong>Harris Maulana;</strong> mau berguru tips n trik biar selalu menang lomba blog? Monggo dicolek twitternya <a href="http://twitter.com/harrismaul" target="_blank">@harrismaul</a> biar ketuleran hoki <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Ibnu Anshari;</strong> akrab dipanggil Ucha a.k.a Rusa alias <a href="http://twitter.com/Rusabawean" target="_blank">@RusaBawean</a> Sifatnya emang kayak rusa, gak bisa diem dan suka nyeruduk-nyeruduk kocak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Gak heran kalau dia dinobatkan jadi Peserta Paling Seru di #JelajahGizi kemarin <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Iqbal Kautsar;</strong> yang nampaknya sudah menguasai betul seluk beluk kota Jogja. Ada plan ngetrip ke Jogja? Monggo dimention aja kakak <a href="http://twitter.com/Iqbal_Kautsar" target="_blank">@Iqbal_Kautsar</a></li>
<li><strong>Mehdia Iffah Nailufar;</strong> si disainer interior yang doyan traveling. Seperti nama twitternya, <a href="http://twitter.com/multimehdia" target="_blank">@multimehdia</a>, dia multitalented dan juga berjiwa sosial. Social Mehdia? <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Nesa Tasya Asmarany;</strong> blogger #jelajahgizi paling muda dan juga yang paling pasrah buat dikerjain pas maen cangkulan di Pulau Putri kemarin <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Nama Twitternya <a href="http://twitter.com/nesyatasyaa" target="_blank">@nesatasyaa</a></li>
<li><strong>Sihar Harianja;</strong> di hari pertama #JelajahGizi 2 lalu, bang <a href="http://twitter.com/sihar_deanova" target="_blank">@sihar_deanova</a> ini terlihat sangar dengan tato yang menempel di kedua lengan tangannya. Setelah liat dari dekat, ternyata baru ketauan kalo itu cuma glove lengan bermotif tato saja.. Drop drop dropp!! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<h3> </h3>
<h3><span style="font-size: large;"><strong>#2 Island Hopping Tajir dari Marina Ancol </strong></span></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Kalau ditanya udah berapa kali Island Hopping ke Kepulauan 1000 sebelum trip #jelajahgizi? Jawabnya 2 kali. Tapi kalau ditanya berapa kali Island Hopping ke Kepulauan 1000 dari dermaga Marina Ancol? jawabnya BELUM PERNAH. Selalu berangkatnya dari dermaga Muara Angke. Jadi begitu tau #JelajahGizi berangkatnya dari dermaga Marina Ancor dan menggunakan speed boat, wah seneng banget! Langsung hilang bayangan &amp; kekhawatiran berjam-jam menyebrangi lautan + terkekap di kapal kayu yang penuh sesak </span>itu.. Obat Anti Mabok .. go away! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 492px"><img class=" " src="https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/1002092_602959156395627_485867366_n.jpg" alt="BERANGKAT! :)" width="482" height="359" /><p class="wp-caption-text">BERANGKAT! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Sebagai perbandingan: perjalanan Jakarta &#8211; Pulau Pari dengan menggunakan kapal kayu dari Muara Angke ditempuh dalam waktu 3-4 jam dan tarif tiketnya Rp. 35.000 per-orang, sedangkan bila berangkat dari Marina Ancol dengan menggunakan speed boat, Jakarta-Pulau Pari bisa ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 1 jam saja, dan tarif tiketnya Rp. 300.000 Rp. 500.000 per-orang. See? Mewwaah dan tajir banget kan? :</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Eits, jangan seneng dulu.. selain Pulau Pari, masih ada Pulau Lancang, Pulau Putri, Pulau Harapan, Pulau Pramuka dan juga Pulau Nusa Keramba yang tercatat di list itinerary #jelajahgizi kemarin. Jadi, dari sekitar 113 pulau yang berada di Kepulauan 1000, tim Jelajah Gizi sudah menancapkan jangkar di 6 pulau yang berbeda.. and its all free! TAJIRRRRRR!! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<h3><span style="font-size: large;"><strong>#3 Konvoi Gowes di Pulau Pari</strong></span></h3>
<p>&nbsp;</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 477px"><img src="https://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-ash3/5346_602959019728974_2122290330_n.jpg" alt="konvoi gowes di pulau pari" width="467" height="330" /><p class="wp-caption-text">konvoi gowes di pulau pari</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Selama di Pulau Pari, kami menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi untuk berkeliling mengunjungi beberapa tempat budi daya rumput laut. Seru deh pokoknya berkeliling di Pulau Pari yang jauh dari namanya polusi mobil dan kemacetan lalu lintas. </span></p>
<h3><span style="font-size: large;"><strong>#4 Kuliner Edukasi &#8211; Lezat Bergizi!</strong></span></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Namanya juga #JelajahGizi, ya artinya kita tidak hanya diajak mencicipi menu-menu pesisir di setiap pulau/daerah yang dikunjungi, tapi juga mempelajari proses pembuatannya, menggali manfaatnya dan juga membedah kandungan nutrisi + gizi yang terkandung di dalamnya.</span></p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img src="https://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-ash3/943614_602958999728976_1851382612_n.jpg" alt="jelajah kuliner penuh edukasi" width="450" height="355" /><p class="wp-caption-text">jelajah kuliner penuh edukasi</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Ada menu makanan apa saja?</span></p>
<ul>
<li>Ada menu olahan dari Rumput Laut di Pulau Pari</li>
<li>Ada menu olahan Teri dan Rajungan di Pulau Lancang,</li>
<li>Ada menu olahan Sukun di Pulau Harapan</li>
<li>Ada menu olahan ikan tongkol (sate gepuk) di Pulau Pramuka dan Nusa Keramba</li>
<li>dan sajian lezat lainnya sebagai bagian dari menu makan pagi,siang, dan malam kami di setiap pulau. <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Asik kan? NGILER KAN? Hehe..</li>
</ul>
<h3> </h3>
<h3><span style="font-size: large;"><strong>#5 Foto Loncat!</strong></span></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Sebagai 10 blogger petualang #jelajahgizi yang kebetulan tema kegiatannya gak jauh dari pantai dan laut, kami dituntut untuk eksis di online juga offline, dan ngerasa wajib banget nih buat punya foto dengan pose loncat di pantai.. (ngeles, padahal emang defaultnya aja pengen narsis .. hehehe ) Jadi akhirnya moment kebersamaan dengan latar belakang pasir putih Pantai Perawan &#8211; Pulau Pari yang indah menawan itu kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk..narsis jamaah! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 506px"><img src="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/425319_602959043062305_159668613_n.jpg" alt="ayo itung ada berapa orang yang nggak loncat? :))" width="496" height="365" /><p class="wp-caption-text">ayo itung ada berapa orang yang nggak loncat? <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Banyak adegan lucu dan seru ketika sesi pengambilan foto loncat-loncat itu.. karena ternyata banyak yang gak ikutin komando fotografer pas loncatnya.. alhasil ada yang loncatnya bagus banget.. eh tapi beberapa orang di sebelahnya ternyata kakinya masih napak di pasir .. <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span><span style="font-size: 1.17em;"> </span></p>
<h3> </h3>
<h3><span style="font-size: large;"><strong>#6 Challenge Super Seru di #JelajahGizi</strong></span></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Gak cuma pelesiran, pemaparan teori nilai gizi dan icip-icip makanan semata, di #JelajahGizi juga kita dikasih tantangan seru buat masak Sate Gepuk secara estafet berkelompok, dan hanya dikasih waktu 45 menit lho. Nama tantangannya #NutritionHunt Semua peserta #JelajahGizi yang terdiri dari blogger dan kawan-kawan media dileburkan menjadi satu dan dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok dibekali uang Rp. 150.000 sebagai modal yang bisa dipakai buat membeli bahan-bahan yang diperlukan. Saya kebetulan kedapetan bergabung di kelompok A, barengan sama @AndyPutera.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Membuat Sate Gepuk ini gampang-gampang susah. Dari susahnya dulu aja ya: SUSAH dapetin bahan-bahan dasarnya yang paling PENTING: Ikan Tongkol dan bumbu Pala. Justru 2 item paling krusial ini yang gak berhasil kami temukan. Sementara untuk bahan dan kelengkapan lainnya, untungnya dimudahkan. Gak dapet garam? bisa minta ke kelompok sebelah. Gak dapet ulekan? bisa minjem LESUNG ke penduduk sekitar di Pulau Pramuka <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><img src="https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/936417_602959166395626_1992015298_n.jpg" alt="#NutritionHunt sate gepuk kelompok A yang di-PHP-in sama Chef Opik " width="460" height="344" /><p class="wp-caption-text">#NutritionHunt sate gepuk kelompok A yang di-PHP-in sama Chef Opik</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: left;">Awalnya kita sempet GeEr kalo Chef Opik sang Master Chef bakalan ngasih Point tinggi ke kelompok kita, karena beberapa kali dia bolak-balik nyicipin bumbu racikan kelompok A, ternyata eh ternyata kita malahan di-PHP sama Chef Opik <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Challenge-challenge seru dilanjutin lagi di malam harinya. Ada lomba yel-yel, lomba tebak lagu dan juga lomba tebak kata. Lomba Tebak Lagu: Kita diminta untuk menebak judul lagu beserta penyanyi yang pertama kali mempopulerkannya. Intro lagu dimainkan dengan kece oleh kibordis Bang Juki. Lomba tebak lagu sih lumayan cincai lah buat kelompok A, pokonya kalo lagunya masih di kisaran 90s dan 2000s awal sih, Insya Allah bisa deh diborong sama kita-kita <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  , saingan terberat kita adalah Kelompok D. Untuk lomba tebak kata, kita diminta untuk nebak suatu kata (bisa nama tokoh, benda, judul film) yang hanya boleh diperagakan dalam 4 kali kesempatan saja. Yang paling ajaib,, adalah tebakan GUNDALA PUTRA PETIR yang berhasil ditebak dengan sukses oleh kelompok B. Sungguh #TebakanPenyingkapUsia banget yaaa.. haha <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 434px"><img src="https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/971981_602959096395633_1322293583_n.jpg" alt="Soal tebak lagu &amp; tebak gaya + kata di #JelajahGizi" width="424" height="305" /><p class="wp-caption-text">Soal tebak lagu &amp; tebak gaya + kata di #JelajahGizi</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: left;">Dan ternyata setelah penjumlahan Point yang diakumulasikan dari #nutritionhunt di sore harinya, kelompok A harus berbangga hati menduduki peringkat ke-4 dan mengakui keunggulan kelompok C di peringkat ke-3, kelompok D di peringkat runner up dan kelompok B yang dinobatkan menjadi juara pertama. SELAMAT YA kakak-kakak! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 406px"><img src="https://sphotos-b.xx.fbcdn.net/hphotos-frc3/1511_602959309728945_1153729579_n.jpg" alt="yel-yel kelompok A" width="396" height="345" /><p class="wp-caption-text">yel-yel kelompok A</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Oiya, banyak yang gak tau, kalau yel-yel kelompok A sudah mulai dibikin di dalam kapal di perjalanan pulang dari Pulau Pramuka ke Pulau Putri lho! So, kalau untuk kekompakan, tidak diragukan lagi deh kelompok A juaranya! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<h3> </h3>
<h3><span style="font-size: large;"><strong>#7 La Bambaaaa!!</strong></span></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><strong><img src="https://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-frc1/1003851_602959079728968_324081216_n.jpg" alt="La bambaaa!!" width="468" height="361" /></strong><p class="wp-caption-text">La bambaaa!!</p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Eh eh ada apa dengan La Bamba? <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Jadi gini.. Waktu dinner di resto resortnya Pulau Putri, sambil menikmati hidangan buffet makan malam, semua yang ada di resto tersebut disuguhi hiburan dari home band yang mana vokalisnya adalah seorang mbak-mbak yang suaranya sangatlah membahana. Kebetulan pada malam itu hujan turun deras sekali. Seolah tidak mau kalah dengan suara gemuruh hujan di luaran sana, si mbak-mbak ini nyanyinya <em>&#8211; minjem istilah dari kak @titiwakmar &#8211;</em> <strong>NGEGAS banget</strong>. Jadinya kita malah lebih konsen komenin suaranya dia daripada nikmatin makanannya. <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Nah dari sekian lagu #random yang dia nyanyiin, mulai dari Andaikan Kau Datang Kembali-nya Ruth Sahanaya, Terajana-nya Bang Rhoma Irama, ya menurut saya sih gongnya itu lagu LA BAMBA.. pokoknya gak ada yang bisa nandingin suara dia deh. Selamat ya mbak biduan Pulau Putri .. perhatian kita malam itu bener-bener tercurah pada-mu! La Bambaa.. <span>ay arriba arriba! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<h3> </h3>
<h3><span style="font-size: large;"><strong>#8 Free Time di #JelajahGizi = Nyebur di Kolam dan Main Kartu Semalam Suntuk</strong></span></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Buat sebagian blogger dan peserta #JelajahGizi lainnya, nyebur di kolam renang di Resort Putri kayaknya hanya sebuah wacana saja. Tapi nggak begitu buat saya, @rusabawean, @andyputera, @harrismaul, @sihar_deanova, @iqbal_kautsar @nengbiker, @multimehdia Di sore hari sebelum waktu makan malam, meski gak lama-lama banget, kami sempat nyebur dan main-main di kolam anak-nya lho..Hihihi! Sayang sekali keadaan airnya kurang begitu mendukung untuk kami-kami yang ingin eksis berfoto underwater.. He he he</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 413px"><img class=" " src="https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/996725_602959059728970_1148013585_n.jpg" alt="klub kartu #JelajahGizi :D" width="403" height="271" /><p class="wp-caption-text">klub kartu #JelajahGizi <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Sebelum kantuk datang menyerang, kami juga sempat bercengkrama dan bermain kartu di teras kamar nomor 38. Bosan dengan kartu gapleh, kami pun akhirnya asyik bermain kartu remi, bergantian main Cangkulan dan juga Geprokan. Om @blacknomar @andyputera dan @nesatasyaa nampak pasrah kalau mesti sering kalah &amp; dikerjain terus. <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Selain itu ada @sihar_deanova dan @harrismaul yang mempertunjukkan kebolehannya dalam bermain sulap kartu. Pokoknya gak akan berhenti kalo belum bener-bener ngantuk.. <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</span></p>
<h3> </h3>
<h3><span style="font-weight: bold; font-size: large;">#9 Beware of Biawak di Pulau Putri!</span></h3>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Ya walaupun namanya resort, tapi jangan bayangkan bahwa untuk menuju kamar dari lobby bisa ditempuh dengan perjalanan mulus dan singkat dalam hitungan langkah kaki saja. Karena jaraknya cukup berjauhan lho. Dan selain itu kita mesti waspada dengan kondisi sekitarnya, apalagi di sana biawak dibiarkan berkeliaran dengan bebas. Ya walaupun tidak termasuk hewan reptil yang berbahaya, hanya me</span><span>makan serangga, kepiting, katak dan beberapa mamalia kecil saja; tetap sajalah kita harus waspada, terutama untuk bagian ekornya.</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span> <img class="aligncenter" src="https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/p206x206/970176_602959016395641_452703356_n.jpg" alt="" width="323" height="206" /> </span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span>Nah karena pengalaman pernah sekali berpapasan dengan biawak yang cukup besar di Pulau Putri inilah, agak membuat saya sedikit parno kalau harus berjalan dari kamar ke resto resort &#8212; visa versa oleh karena itu saya gak mau jalan di urutan barisan paling belakang, dan sering was-was kalau mau injek akar/potongan dahan pohon, karena warna dan ukurannya yang mirip-mirip badan biawak. Sorry ya biawak, im not a fan of yours :</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span style="font-weight: bold; font-size: large;">#10 Team #JelajahGizi dan Sari Husada Yang Super </span><span style="font-size: large; font-weight: bold;">Jempolan</span></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">#JelajahGizi kemarin sukses nutup bulan Mei saya sekaligus mengawali bulan Juni ini dengan perasaan BAHAGIA. Demi Tuhan!! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Setulus hati saya mengucapkan terima kasih atas sambutan, dedikasi dan kerja keras-nya yang luar biasa kepada tim #JelajahGizi : Kakak-kakak Admin <a href="http://twitter.com/nutrisi_bangsa" target="_blank">@Nutrisi_Bangsa</a>, MC, EO, Professor Achmad Sulaeman, Chef Opik dan Tim Sari Husada: Pak <a href="http://twitter.com/ColekArif" target="_blank">@colekarif </a>Om <a href="http://twitter.com/blacknorma" target="_blank">@blacknorma</a> Kakak-kakak cantik <a href="http://twitter.com/aghniasofyan" target="_blank">@aghniasofyan</a><a href="http://twitter.com/nuri_rachma" target="_blank"> @nuri_rachma</a> <a href="http://twitter.com/desytha" target="_blank">@desytha</a> dan kakak <a href="http://twitter.com/yeniniye" target="_blank">@yeniniye</a> semoga sukses di tempat baru-nya! It was the wonderful moment that i cannot forget<strong>#JelajahGizi <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 548px"><img class=" " src="https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/931323_602959293062280_1078687529_n.jpg" alt="Thanks Sari Husada untuk #JelajahGizi 2-nya yang KEREN! :)" width="538" height="378" /><p class="wp-caption-text">Thanks Sari Husada untuk #JelajahGizi 2-nya yang KEREN! <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><strong>Foto: Koleksi Pribadi + Nutrisi Untuk Bangsa + @HarrisMaul</strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/10-dari-ribuan-keseruan-di-jelajah-gizi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Gizi Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/berburu-gizi-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/berburu-gizi-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 04:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iqbalkautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Kep. Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[P Lancang]]></category>
		<category><![CDATA[P Pari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=20338</guid>
		<description><![CDATA[Tidak perlu jauh-jauh dari Jakarta! Kehidupan masyarakat maritim yang bersumber dari kekayaan laut bisa dijumpai di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Gugusan pulau-pulau yang berada di utara ibukota negara ini menyediakan &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/1004717_10201272847525779_271130232_n.jpg" alt="" width="614" height="377" /></p>
<p>Tidak perlu jauh-jauh dari Jakarta! Kehidupan masyarakat maritim yang bersumber dari kekayaan laut bisa dijumpai di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Gugusan pulau-pulau yang berada di utara ibukota negara ini menyediakan keanekaragaman dan potensi hasil laut yang melimpah.</p>
<p>Adalah program Jelajah Gizi 2, yang akan mengeksplorasi informasi tentang kekayaan sumber pangan, kuliner, dan kandungan gizi yang bersumber dari laut Kepulauan Seribu. Jelajah Gizi 2 merupakan “Jalan-jalan Unik” yang diselenggarakan Sari Husada untuk mengenalkan keragaman makanan khas pesisir sekaligus cerita dan gizi yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Berbeda dari kegiatan wisata kuliner lainnya, Jelajah Gizi juga mempelajari proses pembuatan hingga memahami nilai pada makanan tersebut dengan mengundang pakar di bidang gizi. Beruntung, saya diundang untuk berpartisipasi dalam Jelajah Gizi 2 Kepulauan Seribu bersama 9 blogger pilihan, puluhan wartawan dan tim Sari Husada. Turut serta juga Prof. Ahmad Sulaeman sebagai pakar gizi pangan dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB)</p>
<p>Kini, gegap gempita Jakarta perlahan terlihat samar. Hiruk pikuknya melirih seiring makin menjauhnya <em>speedboat</em> Bidadari Ekspress lepas dari Pelabuhan Marina Ancol. Meski termasuk wilayah DKI jakarta, Kep. Seribu adalah sebuah kontras dibandingkan Jakarta daratan. Menyeberang ke Kepulauan Seribu berarti menyeberang ke realitas lain Jakarta. Menyeberang menuju dunia sunyi lautan dari sebuah daratan megapolitan dimana jutaan orang berdesak-desak di dalamnya.</p>
<p>Sesungguhya, Kepulauan Seribu adalah kabupaten administratif DKI Jakarta yang mayoritas wilayahnya berupa perairan. Ibaratnya, semacam Laut Jawa yang bertaburkan pulau-pulau di utara Jakarta.  Meski gahar bernama seribu, jumlah pulau ternyata ‘hanya’ ada 110 buah. Sebanyak 11 di antaranya berpenghuni. Jumlah penduduknya sekitar 22.700 jiwa. Wilayahnya dibagi menjadi 2 kecamatan: Kecamatan Kep Seribu Utara dan Kecamatan Kep. Seribu Selatan, serta terdiri dari 6 kelurahan.</p>
<p>Sebagai daerah kepulauan, sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah nelayan. Kehidupan masyarakat tak bisa terpisahkan dari laut yang melingkupinya. Kepulauan Seribu dikenal menghasilkan aneka hasil laut yang melimpah. Kebutuhan ikan laut DKI Jakarta dan sekitarnya seperti ikan tongkol, kerapu, tenggiri, baronang, teri dan aneka ikan lainnya dipasok dari Kep. Seribu. Dihasilkan juga kepiting, rajungan,cumi-cumi, kerang-kerangan dan rumput laut di Kep. Seribu.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/1006256_10201272847485778_1742142911_n.jpg" alt="" width="614" height="258" /><p class="wp-caption-text">Blogger-blogger Pilihan Jelajah Gizi 2 Kep. Seribu</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/1000904_10201273177094018_1718526339_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Pemberangkatan dari Marina, Ancol. Menyeberang dari Jakarta.</p></div>
<p>Selama 3 hari, 30 Mei – 1 Juni 2013, Jelajah Gizi 2 akan menjelajahi beberapa pulau di kawasan Kepulauan Seribu, yakni P. Pari, P. Lancang, P. Harapan, P. Pramuka, P. Putri dan P. Nusa Karamba. Bagi saya, jujur baru kali ini ikut dalam sebuah perjalanan unik yang mengeksplorasi suatu tempat dari sisi gizinya. Loncat dari pulau ke pulau untuk berburu gizi di Kepulauan Seribu.</p>
<p>“Kita belajar tentang bagaimana masyarakat Kep. Seribu memenuhi pangan, mengolah pangan, mengungkap gizi serta membuat makanan bisa enak.” ungkap Bapak Arif Mujahidin, Head of Corporate Affairs PT Sarihusada.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pulau Pari: Pulau Rumput Laut </strong></p>
<p>Pulau Pari terkenal sebagai pulau budidaya rumput laut. Pulau yang berlokasi di Kelurahan Pulau Pari, Kec. Kepulauan Seribu Selatan menjadi tujuan pertama perburuan dari Jelajah Gizi. Satu setengah jam perjalanan dari Jakarta melalui perairan tenang Teluk Jakarta mengantarkan kami belajar tentang budidaya, pengolahan dan gizi rumput laut di Pulau Pari. Lalu, dengan bersepeda, kami menyusuri kampung menuju Pusat Penelitian Oseanografi Pulau Pari milik LIPI, tempat budidaya rumput laut hijau.</p>
<p>Adalah Nurhayat (40) yang menjadi ‘guru’ budidaya rumput laut. Lelaki yang menjadi ketua RW Pulau Pari ini mengajarkan proses dari persiapan menanam hingga mengeringkan rumput laut. Kami diajak untuk memotongi ujung tunas rumput laut. Lalu, jari jemarinya lincah memasang dan membimbing kami mengikat satu per satu pucuk rumput laut muda jenis <em>Eucheuma Cotonii</em> pada tambang sepanjang 7 hingga 12 meter dengan jarak antar ikatan 20-25 cm.</p>
<p>Beberapa tali tambang rumput laut ini kemudian akan ditanam di sebuah <em>lagoon</em> tak jauh dari pesisir P. Pari. Rumput laut paling baik hidup di tempat yang airnya tenang, tetapi tetap memiliki sirkulasi air laut. Semakin baik sirkulasi airnya, semakin cepat dan besar rumput laut itu bisa tumbuh. </p>
<p>“Rumput laut akan dipanen setelah 45 hari. 100 gram rumput laut yang ditanam bisa menghasilkan 2 kg rumput laut basah. Biasanya setiap kami panen, bisa mencapai 1 ton.” ungkap Nurhayat.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn2/v/973235_10200655381098813_1518182618_n.jpg?oh=2ce87518683883cd00655431cfc51843&amp;oe=51B751EE&amp;__gda__=1371008019_f0b2c1f3c0b5c338725a2d8adb50291a" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Nurhayat sedang menjelaskan penanaman rumput laut. Photo: @Nutrisi_Bangsa</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img src="http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/931310_10201273213854937_69643275_n.jpg" alt="" width="614" height="410" /><p class="wp-caption-text">Menanam rumput laut di lagoon P. Pari . Photo: @Nutrisi_Bangsa</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/935919_10201273177494028_1093555521_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Keprihatinan kita. Sampah mengancam budidaya rumput laut.</p></div>
<p>Tapi, sebenarnya ada yang dirisaukan Nurhayat. Sampah-sampah dari Jakarta menjadi ancaman utama keberlangsungan budidaya rumput laut di P. Pari. Sebagai Ketua Kelompok Tani Pari Karya, Nurhayat paham benar sampah ibukota ini mengganggu pertumbuhan dan kesehatan rumput laut. Kondisi ini membuat makin sedikit penduduk P. Pari yang mau berbudidaya rumput laut.</p>
<p>Seiring berkembangnya wisata di Pulau Pari, para penduduk lebih memilih menjadi pemandu atau nelayan untuk wisatawan. Budidaya rumput laut baru menghasilkan setelah tiga bulan. Adapun dari wisata, setiap akhir pekan bisa mengantongi ratusan ribu rupiah.</p>
<p>Untungnya, saat musim tanam rumput laut, penduduk akan ramai-ramai berbudidaya rumput laut. Dia sendiri akan mempekerjakan tetangganya untuk mengikat bibit rumput laut. Butuh banyak tenaga karena paling tidak Nurhayat akan menanam ‘tambang’ rumput laut sebanyak 100 buah.</p>
<p>Pak Ubaidilah (55) dan Fadillah (65) telah menanti kami di tempat pengeringan rumput laut. Kakak beradik ini akan menjelaskan tentang proses pengeringan rumput laut. Saat itu sedang tidak musim sehingga tak banyak rumput laut yang dikeringkan. Deretan papan untuk menempatkan rumput laut dijemur sinar matahari lebih banyak kosong.</p>
<p>Sebelum dijemur, rumput laut terlebih dulu dibekukan pada suatu mesin pendingin untuk menjadikannya bisa berwarna putih. Warna putih ini berasal dari rendaman air garam yang berfungsi  juga untuk mengawetkan secara alami rumput laut. Proses ini memakan waktu semalam. Setelah itu, rumput laut ini dijemur sampai kering. Kalau matahari sedang terik sehari penuh saja sudah bisa kering. Sepuluh kg rumput laut basah akan menghasilkan 1 kg rumput laut kering.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img src="http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/993534_10201272845885738_115371477_n.jpg" alt="" width="614" height="384" /><p class="wp-caption-text">Proses pengolahan rumput laut di Pulau Pari.</p></div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc3/972282_10201273178294048_1561642541_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /></p>
<p>Masyarakat Pulau Pari biasanya menjual rumput laut basah kepada para pembeli besar dari Jakarta untuk dijadikan bahan baku kosmetik. Untuk rumput laut kering, para ibu-ibu akan mengolahnya menjadi dodol dan manisan. Kalau tidak, rumput laut ini bisa sekedar dijadikan campuran minuman,seperti es buah dan sirup serta masakan, seperti sup. Olahan rumput laut ini layak menjadi oleh-oleh khas jikalau wisatawan berkunjung ke Pulau Pari.  Kami beruntung bisa mencoba manisan rumput laut.</p>
<p>Saat ini rumput laut adalah primadona bagi orang yang ingin hidup sehat. Prof. Ahmad Sulaeman menjelaskan bahwa rumput laut memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Rumput laut sangat baik untuk pencernaan dan metabolisme kita karena memiliki zat prebiotik. Rumput laut juga rendah kalori sehingga bagus untuk penderita diabetes. Dan, bagi yang ingin diet tapi tetap sehat dan alami, rumput laut adalah jawabannya. Rumput laut mengandung sumber karbohidrat dari serat yang bisa mengenyangkan perut.   </p>
<p>Selain itu, rumput laut ternyata sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Rumput laut sangat kaya unsur yodium, 2.400-155.000 kali lebih banyak yodium sayuran daratan.  Yodium berguna untuk mencegah cacat janin, anak kerdil, pertumbuhan terhambat, dan keterbelakangan mental. Rumput laut juga kaya akan omega-3 dan omega-6, yang bagus untuk kecerdasan bayi dan pertumbuhan bayi.</p>
<p>“Agar bisa dikonsumsi masyarakat, makanan tak sekedar sehat dan bergizi tapi harus juga bisa dibuat enak.” Jelas Pak Arif.</p>
<p>Jelajah Gizi 2 pun menghadirkan Chef Opik, <em>runner-up</em> Master Chef 2. Sebuah siang yang begitu panas mengantarkan rombongan Jelajah Gizi di Pantai Perawan. Di pantai cantik pasir putih kebanggaan Pulau Pari ini, diadakanlah kegiatan memasak bersama  Chef Opik. Para pesertanya adalah ibu-ibu PKK Pulau Pari dan peserta Jelajah Gizi. Emmm&#8230; Masakan apa ya yang akan dibuat?</p>
<p>Tentu tidak jauh-jauh dari rumput laut yang khas Pulau Pari. Chef Opik akan memasak Salad Rumput Laut!        </p>
<p>Salad Rumput Laut adalah kreasi spesial dari Chef yang pembawaannya <em>cool</em> ini. Masakan ini khusus dipersembahkan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pulau. Jadi, bahan-bahannya bisa mudah didapatkan oleh ibu-ibu di Pulau Pari dan Kep. Seribu.</p>
<p>Salad Rumput Laut menyajikan sebuah <em>fillet</em> ikan baronang dengan taburan <em>garnis</em> nanas dan saus kacang spesial. Tak hanya Chef saja yang jago, ibu-ibu PKK ternyata hebat dalam meracik sehingga rasa yang dihasilkan pun tak kalah lezat.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/580423_10201272845845737_1779970304_n.jpg" alt="" width="614" height="384" /></p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn2/10584_10201273178614056_980582752_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Salad Rumput Laut yang menggoda.</p></div>
<p>Saya tak mau ketinggalan. Ya, bukan untuk memasak, tapi tak mau ketinggalan untuk mencicipi. Begitu sentuhan lidah menyentuh ikan baronang. Emmmm, rasa garnis yang meriah bumbu sedikit asam manis ini cocok berpadu dengan rasa ikan Baronang segar yang khas ‘manis’ ikan. Rasa pedasnya juga lumayan nendang. Kreasi ini pun begitu menancap di lidah sehingga tak butuh waktu lama Salad Rumput Laut langsung tandas dikerubung peserta Jelajah Gizi.</p>
<p>Ikan Baronang bisa juga diganti dengan ikan lain yang mudah ditemui di perairan Kepulauan Seribu. Bisa seperti kerapu, tongkol, tenggiri. Ikan-ikan laut ini mengandung omega 3 yang bagus untuk memperlambat penuaan, meningkatkan kecerdasan serta merawat daya ingat. Ikan laut juga memiliki protein tinggi yang bagus untuk antibodi pembentuk imunitas tubuh penangkal penyakit, sebagai sarana kontraksi otot, dan sebagai penghasil berbagai enzim untuk menimbulkan reaksi proses kehidupan.</p>
<p>Kreasi Chef Opik Salad Rumput Laut pun menambah ilmu baru mengolah rumput laut bagi ibu-ibu PKK Pulau Pari, yang selama ini hanya membuat dodol dan manisan dari rumput laut. Dan, lebih dari itu, kreasi ini membuat makanan dari rumput laut makin variatif, lezat dan tentunya sehat! <em>Yummy&#8230;</em></p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/421299_10201273177934039_2082210975_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Pantai Pasir Perawan Pulau Pari. Virgin Beach!</p></div>
<p style="text-align: center;"><strong><img class="aligncenter" src="http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn2/972006_10201273179294073_1498143986_n.jpg" alt="" width="614" height="462" /></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Teri dan Rajungan Khas Pulau Lancang</strong></p>
<p>Sebuah kapal nelayan baru saja mendarat di dermaga Pulau Lancang. Memboyong berkilo-kilo ikan teri dalam beberapa keranjang yang habis dijaring dari laut. Ikan teri ini buru-buru langsung dibawa ke tempat pengolahan. Tak dinyana, kedatangan Jelajah Gizi di Pulau Lancang ‘disambut’ bersamaan dengan kepulangan nelayan ikan teri.</p>
<p>Pulau Lancang terkenal sebagai pulau penghasil ikan teri. Sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan ikan teri. Terhitung di Pulau Lancang ada 16 tempat pengolahan ikan teri yang dikelola oleh masyarakat setempat. Jelajah Gizi mendatangi salah satu tempat pengolahan ikan teri yang terbesar di Pulau Lancang.</p>
<p>Andi Bado’ tampak sibuk. Tidak terlihat lelah sedikitpun meski berulang kali mengaduk-aduk air pada sebuah tempat perebusan. Ya, lelaki bersuku Bugis ini sedang merebus ikan teri pada sebuah bak besar. Perebusan ini dilakukan untuk membuat ikan teri menjadi ‘kering’, membuang basah lautnya. Mula-mula air perlu dipanaskan dulu setidaknya 2 jam. Setelah itu diberikan berkilo-kilo garam dan biarkan agar air menjadi asin merata.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/936925_10201273390699358_176605697_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Para nelayan P. Lancang menurunkan hasil tangkapan ikan teri.</p></div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/943077_10201273179694083_745194833_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /></p>
<p>Ikan teri kemudian dituangkan pada bak yang sudah bergaram itu. Proses ini selain menjadikan ikan teri kering dari basah laut, juga untuk mengawetkan ikan teri. Garam adalah pengawet alami yang bisa membuat ikan teri bertahan dalam jangka waktu lama. Setelah direbus setidaknya 15 menit, ikan teri diangkat untuk dijemur di tepi pantai. Kalau matahari sedang terik, dalam sehari ikan teri sudah jadi kering.</p>
<p>“Setiap merebus ikan teri, paling tidak ada 50 kg ikan teri basah agar kami tidak rugi. Dari jumlah segitu akan dihasilkan 15-20 kg ikan teri kering.” ungkap Andi Bado’</p>
<p>Ada dua jenis ikan teri yang dihasilkan di Pulau Lancang, yakni teri nasi dan teri belah. Teri nasi bentuknya kecil-kecil seperti nasi. Teri ini dikenal sebagai teri Lancang. Adapun teri belah bentuknya lebih besar dan kasar. Dari segi rasa, tidaklah berbeda jauh. Ikan teri dari Pulau Lancang sudah memiliki nama di hati masyarakat Jakarta, Tangerang dan sekitarnya. Popularitasnya tidak kalah dengan ikan teri medan yang dari segi bentuk memang tidak berbeda dengan ikan teri Lancang. Dengan jarak yang lebih dekat, ikan teri lancang lebih ‘<em>fresh from the sea’</em> .</p>
<p>Jika ikan teri yang sudah dikeringkan jadi, proses selanjutnya adalah penyortiran. Ibu-ibu dan anak-anak lah yang melakukan pekerjaan ini. Ikan teri dipisahkan berdasarkan jenisnya. Mana yang teri nasi, mana yang belah. Selain itu, dipisahkan juga teri yang berkualitas baik dan jelek. Penyortiran seperti ini akan membawa dampak pada harga jual.</p>
<p>“Ikan teri ini akan dijual di Pelabuhan Muara Saban, Tangerang. Sekilo (gram) sekitar Rp 50 ribu. Kalau lagi tidak musim bisa mencapai Rp 75 ribu per kilogram. “ ujar Ibu Elis sembari tangan-tangannya menyortiri ikan teri. Dia begitu lincah dan cekatan, sama halnya ibu-ibu lainnya karena setiap harinya mereka bekerja seperti ini. Ikan teri yang kadang bagi sebagian orang diremehkan adalah tumpuan hidup warga Pulau Lancang.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img src="http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/10605_10201272846045742_1056778173_n.jpg" alt="" width="640" height="400" /><p class="wp-caption-text">Proses mengolah ikan teri di Pulau Lancang.</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn2/970868_10201273389739334_1580495567_n.jpg" alt="" width="614" height="410" /><p class="wp-caption-text">Memilah-milah ikan teri oleh para Ibu-ibu P. Lancang. Photo: @Nutrisi_Bangsa</p></div>
<p>Dari segi gizi, ikan teri juga sebenarnya tak pantas untuk diremehkan. Prof Ahmad Sulaeman menyatakan bahwa ikan teri segar mengandung 17 persen protein. Jika dikeringkan akan bertambah lagi kandungan proteinnya. Ikan teri juga mengandung omega-3 yang begitu kaya. Oleh karena itu, mengonsumsi ikan teri sangat bagus untuk meningkatkan kecerdasan otak, meningkatkan kinerja jantung, dan meningkatkan daya tahan tubuh. </p>
<p>Ikan teri juga mengandung vitamin B 1 dan B 12 yang baik untuk proses metabolisme pada tubuh. Selain itu, ikan teri kaya dengan kandungan mineral. Kalsium pada ikan teri sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang dan perawatan kinerja jantung.  Meski begitu, kandungan sodium yang begitu tinggi pada ikan teri yang diasinkan harus diwaspadai bagi penderita tekanan darah tinggi. Terlalu asin tidak baik bagi penderita hipertensi.</p>
<p>Ikan teri sangat baik dikonsumsi bagi ibu hamil dan menyusui. Banyak mengonsumsi ikan ini akan mencegah dari sifat depresi saat hamil dan menyusui. Ikan teri bisa meningkatkan EPA pada ASI sang ibu. Ikan teri juga memiliki kandungan DHA tinggi yang berguna untuk perkembangan kecerdasan otak bayi. Makan ikan teri juga bisa mencegah cacat pada janin, anak kerdil dan keterbelakangan mental.</p>
<p>Pulau Lancang ternyata memiliki satu lagi hasil laut yang tak kalah lezat dan bergizinya. Rajungan! Banyak masyarakat P. Lancang bergerak pada bidang penangkapan dan pengolahan rajungan. Rajungan adalah hewan mirip kepiting tapi hanya bisa hidup di air saja, tidak seperti kepiting yang hidup di dua alam (air dan tanah). Selain itu, bentuk kaki rajungan yang paling belakang berbentuk pipih, adapun kaki kepiting berbentuk runcing.</p>
<p>Jelajah Gizi berkunjung ke tempat pengolahan rajungan milik Ibu Ika Atika (40). Bersama suaminya, dia merintis usaha pengolahan sejak tahun 2002. Dari awal, dia bisa mandiri menggerakkan ekonomi setempat dari rajungan. Saat ini dia mempekerjakan pegawai 10 orang dan menerima pasokan rajungan dari puluhan nelayan Pulau Lancang. Dari usaha pengolahan rajungan ini, dia pun bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan tiga putranya.</p>
<p>Proses pengolahan rajungan tidaklah susah. Pertama kali rajungan yang berasal dari laut langsung direbus pada sebuah wadah. Kemudian didinginkan dengan es. Setelah itu baru dipetikan agar awet terjaga. Sehari dia bisa mengumpulkan rajungan sebanyak satu kuintal. Dia sudah memiliki penjual tetap yang datang dari Tangerang. Per kilogram rajungan yang diolah, ia hargai Rp 50 ribu.</p>
<p>Sore kian menjelang. Perlahan tapi pasti mentari merendah ke ufuk barat. Sebuah sore di Pulau Lancang disempurnakan dengan pesta makan ikan teri dan rajungan. Kami makan beramai-ramai masakan berbahankan sumber pangan laut dari Pulau Lancang. Ikan teri dimasak dengan bumbu kacang. Rajungan dimasak menggunakan bumbu saos padang. Emmmmm.. Bersamaan lapar yang melanda, saya makan pun dengan kalap&#8230; Nyam.. Nyam..</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img src="http://sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/6659_10201272847285773_1258504595_n.jpg" alt="" width="640" height="400" /><p class="wp-caption-text">Mengolah rajungan khas Pulau Lancang.</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img src="http://sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/1000806_10201273389659332_1468130866_n.jpg" alt="" width="614" height="410" /><p class="wp-caption-text">Santap sore dengan rajungan dan ikan teri di Pulau Lancang. Photo: @Nutrisi_Bangsa</p></div>
<p>Ikan teri bumbu kacang cukup pas rasanya untuk menendang lidah. Rasa asinnya tidak monoton karena teracik dengan rasa manis dan gurih dari aneka bumbu. Adapun, untuk rajungan saos padang saya sangat suka. Betapa tidak, rasa asam manis bercampur pedas begitu meresap pada lekuk-lekuk tubuh rajungan beserta cangkangnya. Karena terbatas, saya melahap rajungan ini berbagi bersama @andyputera dan @TraveLafazr. Jujur, saya merasa kurang!</p>
<p>“Hati-hati jangan makan rajungan terlalu banyak! Punya efek kedepan. Bukan lagi efek samping doang.” ujar Prof. Ahmad Sulaeman yang orangnya begitu kocak, pandai berseloroh canda.</p>
<p>“Kok bisa Prof?”</p>
<p>Rajungan memiliki kadar kolesterol tinggi. Meski kolesterol juga dibutuhkan tubuh, terlalu sering dan banyak makan rajungan itu tidak baik karena terlalu banyak kolesterol berpotensi menyebabkan stroke. Rajungan berkolesterol tinggi yang bisa menimbulkan stroke itulah artinya ‘berefek ke depan’ menurut Prof Ahmad Sulaeman. Oleh karena itu, harus diimbangi dengan konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak serta pola hidup rajin olahraga. Cukup sekali seminggu saja menyantap rajungan.</p>
<p>Meski begitu, tetap banyak gizi yang terkandung pada rajungan. Kandungan Omega-3 yang kaya pada rajungan sangat baik bagi kecerdasan otak. Terutama bagi ibu hamil dan dan menyusui, omega-3 akan membuat bayi mengalami pertumbuhan yang baik untuk ke depannya. Selain itu, rajungan memiliki kandungan zinc yang berguna untuk pertumbuhan janin dan mencegah berbagai penyakit. Bagusnya, rajungan juga sangat rendah kandungan merkurinya  karena dia hidup tidak menyerap zat-zat merkuri di lautan.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/1002427_10201273180294098_1603671727_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Kapal penangkap ikan dan rajungan milik nelayan Pulau Lancang.</p></div>
<p align="center">***</p>
<p>Menuju senja berarti menuju Pulau Putri. Loncat-loncat pulau selama tiga hari di Kepulauan Seribu mengantarkan kami untuk dua malam menginap di Pulau Putri. Ibaratnya, Pulau Putri menjadi pulau peristirahatan sesudah sesiangharian menjelajahi pulau-pulau demi berburu gizi.Pulau Putri menjadi <em>homebase </em>Jelajah Gizi Kepulauan Seribu.</p>
<p>Pulau Putri merupakan pulau <em>resort</em> nomor wahid di Kepulauan Seribu. Tak sekedar kenyamanan hunian terbaik, Pulau Putri menyuguhkan berbagai fasilitas yang memanjakan wisatawan. Ada kolam renang, lapangan tenis, ruang pertemuan yang pasti itu sudah biasa. Luar biasanya, hanya di Pulau Putri yang terdapat <em>Undersea Aquarium</em> dan <em>Glass Bottom Boat</em> dimana pengunjung bisa melihat cantiknya alam bawah laut dari tempat seperti layaknya di aquarium. Ada juga fasilitas <em>Sunset Cruise</em>, yakni kapal khusus untuk menyesap suasana sunset di perairan sekitar Pulau Putri.</p>
<p>Alam Pulau Putri juga patut diandalkan. Perairan tenang dan terumbu karang yang masih terjaga bisa menjadi hiburan yang menawan. Cocok untuk <em>snorkeling</em> ria. Pulau seluas 8,29 Ha juga memiliki daratan yang masih dipenuhi pohon-pohon yang tinggi.  Ada nuansa kesejukan ketika bisa menyusuri jalan tanah yang melingkari pulau. Bahkan, hewan liar seperti biawak masih dijumpai.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img class=" " src="http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/425334_10201273181174120_238575816_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Pulau Putri menyongsong malam.</p></div> <div class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><img src="http://sphotos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/8487_10201273181334124_1442510392_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /><p class="wp-caption-text">Dermaga Pulau Putri dan area snorkeling.</p></div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/944353_10201273180694108_1643146370_n.jpg" alt="" width="614" height="461" /></p>
<p>Sunyi. Suasana sudah begitu sepi tatkala Pulau Putri mulai menyongsong malam. Hiruk pikuk hanyalah suara-suara kami yang sengaja gaduh memecah kesendirian. Setelah perut kenyang menyantap <em>dinner</em> <em>seafood</em> dan FGD Jelajah Gizi, kami menutup petualangan hari pertama. Malam makin larut. Menghitam. Karena bulan tak menampakkan diri, tertelan mendung. Selamat Malam Kep. Seribu, luruh dalam keheningan tengah lautan utara ibukota!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/berburu-gizi-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Sehat dan Pintar Anak-anak di Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://nutrisiuntukbangsa.org/rahasia-sehat-dan-pintar-anak-anak-di-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://nutrisiuntukbangsa.org/rahasia-sehat-dan-pintar-anak-anak-di-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2013 04:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nengbiker</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jelajah Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nutrisiuntukbangsa.org/?p=20372</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak Pulau Lancang dan Rusa Bawean-nya   Memiliki anak yang sehat, tahan banting terhadap cuaca, dan pintar adalah harapan setiap ibu-ibu di dunia. Ada banyak cara yang bisa dilakukan bagi &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;">
<dl>
<dt><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-r356qLopqWc/Ua1LowAjjMI/AAAAAAAAD2E/s4G8gNSzfiU/w600-h450-no/RUSA.jpg" alt="" width="540" height="405" /></dt>
<dd>Anak-anak Pulau Lancang dan Rusa Bawean-nya</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p>Memiliki anak yang sehat, tahan banting terhadap cuaca, dan pintar adalah harapan setiap ibu-ibu di dunia. Ada banyak cara yang bisa dilakukan bagi calon ibu untuk mempersiapkan diri dan kandungannya agar mendapat keturunan yang sehat, cerdas dan pintar. Salah satunya adalah mencermati asupan gizi sebelum dan selama mengandung, serta saat menyusui.</p>
<p>Pengetahuan tentang gizi bagi calon ibu, ibu hamil dan ibu menyusui itu saya dapatkan dari Profesor Ahmad Sulaeman, PhD, seorang ahli gizi dari IPB Bogor, saat <em>island hopping</em> di rangkaian kegiatan <strong>Jelajah Gizi 2013</strong>. Petualangan unik ini digelar oleh Sari Husada di Kepulauan Seribu. Tidak hanya menikmati keindahan alamnya, tetapi juga mencari ilmunya. Di tahun 2012 lalu, Sari Husada berhasil memenangkan penghargaan Best of  The Best Internal PR dari Majalah MIX untuk program Ayo Melek Gizi. Ayo Melek Gizi merupakan kegiatan edukasi tentang gizi yang menjadi salah satu tema utama kegiatan Sari Husada. Salah satu programnya adalah Jelajah Gizi ke Gunung Kidul di tahun 2012.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;"><em>Belajar memang bisa dilakukan sendiri dengan membaca, tapi jika ada kesempatan belajar langsung dari ahlinya, manfaatkan semaksimal mungkin.</em></span></p>
<p>Berpegang pada keyakinan itu, saya banyak bertanya kepada Profesor Ahmad Sulaeman selama 3 hari berkeliling Pulau Pari &#8211; Pulau Lancang &#8211; Pulau Harapan &#8211; Pulau Pramuka &#8211; Pulau Nusa Keramba dan bermalam di Pulau Putri. Apalagi di Pulau Pari dan Pulau Lancang, tim Jelajah Gizi melihat sendiri bagaimana pengolahan Rumput Laut, Ikan Teri serta Rajungan yang bergizi tinggi. Dari hasil kunjungan tersebut, Profesor Ahmad Sulaeman memberi masukan bagi ibu dan calon ibu agar terhindar dari depresi dengan banyak mengonsumsi ikan karena bisa meningkatkan EPA  (eicosapentaenoic acid). Beberapa jenis ikan yang kaya akan nutrisi-nutrisi tersebut di antaranya salmon, sarden, mackarel, kembung, tongkol juga ikan teri. Ikan juga mengandung asam linolenat yang dibutuhkan untuk perkembangan otak selain berguna untuk meningkatkan kandungan DHA dalam ASI bagi ibu menyusui.</p>
<p>Aneka kandungan gizi itu bisa didapat dengan mudah oleh masyarakat Kepulauan Seribu. Salah satunya dari ikan teri. Ikan Teri sebagai salah satu produk unggulan dari Pulau Lancang memang mengandung banyak mineral dan vitamin yang bermanfaat untuk tubuh. Ikan teri segar mengandung 17% protein dan asam omega 3 esensial yang baik untuk kecerdasan otak dan kinerja jantung. Semakin banyak mengonsumsi ikan teri terutama oleh anak-anak, maka mereka akan semakin pintar.</p>
<p>Begitu pula yang disampaikan oleh Pak Aris, pemandu Jelajah Gizi Kepulauan Seribu yang 11-12 miripnya dengan Pak Bondan Winarno. Anak-anak Kepulauan Seribu pintar-pintar karena gizi untuk perkembangan otaknya tercukupi dari hasil lautnya sendiri. Setelah membaca <a href="http://beritapulauseribu.com/berita-un-2013-sma-dan-smk-di-kepulauan-seribu-lulus-100-persen.html" target="_blank">BeritaPulauSeribu </a>tentang tingkat kelulusan SMA dan SMK Kepulauan Seribu tahun 2013 kemarin, saya jadi percaya gizi mereka tercukupi, seluruhnya lulus 100%!</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: medium;">Upaya keras siswa dalam mempersiapkan diri dan dibantu sejumlah program pembekalan dari sekolah, sebanyak 191 siswa peserta Ujian Nasional terdiri dari 115 siswa SMAN 69 Jakarta di Pulau Pramuka dan 76 siswa SMKN 61 di Pulau Tidung, lulus 100 persen. (<a href="http://beritapulauseribu.com/berita-un-2013-sma-dan-smk-di-kepulauan-seribu-lulus-100-persen.html" target="_blank">sumber</a>)</span></p>
</blockquote>
<p>AWESOME! Dari melihat senyum ceria anak-anak yang saya temui di Pulau Harapan di hari kedua Jelajah Gizi, tampak mereka menikmati hidup dengan nyaman. Bermain layangan di pinggir pantai. Bahkan bermain di antara sampah yang terbawa ke perairan kawasan mereka dengan santai <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Mereka juga tidak malu-malu untuk berinteraksi dengan pendatang seperti para Petualang Jelajah Gizi 2013. Jauh tampak lebih ceria dari anak-anak kota yang hidup dengan gadget di tangannya. Udara yang bersih dan makanan bergizi pasti adalah kunci rahasianya.</p>
<p>Lihatlah senyum mereka <img src='http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;">
<dl>
<dt><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-l3j8pqYMU8E/UbWNuPEJfkI/AAAAAAAAD9U/kngOk33JeQY/w1038-h519-no/anak+anak.jpg" alt="" width="582" height="290" /></dt>
<dd>Anak-anak Pulau Harapan dan Mbak Min-nya</dd>
</dl>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Senyum penuh harapan masa depan cemerlang dari anak-anak Pulau Harapan.</p>
<p>Ingin memiliki anak yang sehat, ceria dan pintar seperti mereka? Mulailah memperbaiki keseimbangan asupan gizi sejak dini. Konsumsi ikan lebih banyak saat mempersiapkan diri menuju kehamilan, selama hamil dan menyusui.</p>
<p>Simak terus sharing info dari website <a href="http://nutrisiuntukbangsa.org/" target="_blank">Nutrisi Untuk Bangsa</a>, follow juga akun Twitternya di <a href="https://twitter.com/Nutrisi_Bangsa" target="_blank">@nutrisi_bangsa</a>. Atau jika lebih aktif bermain facebook, like FanPagenya di <a href="https://www.facebook.com/Nutrisi.untuk.Bangsa" target="_blank">Nutrisi untuk Bangsa</a>.</p>
<p><em>xoxo: <a href="http://nengbiker.com">@nengbiker</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nutrisiuntukbangsa.org/rahasia-sehat-dan-pintar-anak-anak-di-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
